Subscribe to Berita Disparbud Bangka Barat feed
Updated: 22 min 24 sec ago

Tes budaya

Fri, 09/18/2020 - 11:08
Sumber: HumasProPenulis: SAPBidang Informasi: Humas Bahasa: Indonesia

Penandatangan nota kesepakatan bersama (MoU) Pemkab Babar, antara Kemenag, dan Kejaksaan Negeri Kab. Bangka Barat

Mon, 09/14/2020 - 20:35

Muntok (14/09), Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (DISPARBUD) Kab. Bangka Barat: Bambang Haryo Suseno, dan Kabid Pemasaran Pariwisata (DISPARBUD) Kab. Bangka Barat: Romi’at hadiri undangan penandatanganan nota kesepakatan bersama (MoU) antara Pemkab Bangka Barat dengan Instansi vertical di linkungan Pemkab Bangka Barat di Ruang I Sedta Kab. Bangka Barat.

Perihal penandatangan nota kesepakatan bersama (MoU) tersebut, adalah kesepakatan antara Pemkab Bangka Barat dengan Kementrian Agama Bangka Barat dalam Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana, dan Kejaksaan Negeri Bangka Barat tentang kesepakatan antara Pemkab Bangka Barat dalam pengembangan pariwisata dan kebudayaan.

Penandatanganan nota kesepakatan bersama (MoU)  tersebut dilakukan oleh Bupati Bangka Barat; Markus, SH,selaku Bupati Bangka Barat didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kab. Bangka Barat; Drs. Rozali.  Dan dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Barat; Helena Octavianne, Kepala Kementrian Agama Kab. Bangka Barat; H. Syarifudin, dan Kepala OPD lainnya dilingkungan Pemkab Bangka Barat.

Sumber: Disparbud BabarPenulis: SAPFotografer: DisparbudbabarEditor: Nov@ Bahasa: Indonesia

Senja season II BDBAR akan mengunjungi Ibu Selemi

Fri, 09/04/2020 - 11:04

Muntok(04/09), Ikatan Bujang Dayang Bangka barat (BDBAR) akan melaksanakan aksi kegiatan yaitu Senja season II, kegiatan aksi ini akan di laksanakan pada hari Minggu (06/09/), di Desa Ahoy, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat.

Adapun kegiatan aksi tersebut bertujuan untuk menemani massa senja kaum lansia yang jauh dari keluarga sekaligus menyalurkan bentuk sumbangsih kepada beliau. yaitu ibu Selemi  

"Ibu Selemi adalah seorang wanita paruh baya yang tinggal sebatang kara di sebuah gubuk sederhana dan diterangi penerangan lampu pelita, selain itu dengan keterbatasan fisik satu kaki dan tangan beliau tidak berfungsi dengan baik, beliau tidak bisa berjalan seperti manusia normal lainnya. Walaupun memiliki keterbatasan, beliau adalah sosok yang kuat, ikhlas dalam menjalani kehidupan, beliau tinggal sendirian dan mencari nafkah hanya dari berjualan kelapa muda di halaman rumahnya” tutur Agung Purnama.

Mari berdonasi bersama Ikatan Bujang Dayang Bangka barat (BDBAR) sedikit menyisihkan sebagian harta kita kepada orang yang lebih membutuhkan disekitar kita dalam mencukupi kehidupan Ibu Selemi. Mari berdonasi bersama Ikatan Bujang Dayang Bangka barat (BDBAR), menerima segala bentuk donasi yang anda berikan, donasi yang anda berikan terakhir pada tanggal 5 September 2020. untuk penyaluran donasi  bisa menghungi ke nomor +62 821 7942 4273 Agung Purnama selaku kordinator Ikatan Bujang Dayang Bangka barat (BDBAR).

 

Sumber: BDBAR- Disparbud BabarPenulis: SAPFotografer: DisparbudbabarEditor: Nov@Bidang Informasi: Humas Bahasa: Indonesia

Bupati Bangka Barat Markus, SH. Hadiri Perayaan Sembahyang Rebut di Kelenteng Kung Fuk Miau

Fri, 09/04/2020 - 01:23

Muntok(03/09), Bupati Bangka Barat Markus, SH. Hadiri Perayaan Sembahyang Rebut di Kelenteng Kung Fuk Miau Kecamatan Muntok, Kabupaten. Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada hari Rabu malam (02/09).

Bupati Bangka Barat hadir didampingi beberapa pejabat Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Barat diantarannya; Drs. H. Rozali Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Antoni Pasaribu, S.Pd; Kepala Badan Kepegawaian dan Pelatihan SDM Daerah Kab. Bangka Barat, Drs. Yusuf Yudono; Kepala Badan Kesbangpol Kab. Bangka Barat, Bambang Haryo Suseno, SH; Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, dan Sukandi, S.Pd.I; Camat Muntok dan disambut langsung oleh pihak Panitia Perayaan Sembahyang Rebut Kelenteng Kung Fuk Miau.

Perayaan Sembahyang Rebut (Chit Ngiat Pan) di Kelenteng Kung Fuk Miau merupakan perayaan tahunan salah satu tradisi umat Konghucu dilaksanakan setiap bulan ketujuh kalender Tionghoa. Perayaan Sembahyang Rebut (Chit Ngiat Pan) tidak hanya dilaksanakan di Kelenteng Kung Fuk Miau Kecamatan Muntok saja, di Kecamatan Parittiga. Kecamatan Simpang Teritip Kelenteng yang tersebar di seluruh Pulau Bangka juga melaksanakan Perayaan Sembahyang Rebut (Chit Ngiat Pan)ini.

Permerintah Daerah Kabupaten Bangka Barat, melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Perayaan Sembahyang Rebut (Chit Ngiat Pan) di Kelenteng Kung Fuk Miau ini juga terdaftar dalam Kalender Event Seni dan Budaya, sebagai daya tarik wisata religi di Kabupaten Bangka Barat dalam melestarikan nilai-nilai luhur adat istiadat secara turun temurun.

Sumber: Disparbud BabarPenulis: SAPFotografer: DisparbudbabarBidang Informasi: Humas Bahasa: Indonesia

Penginapan Bunga Low Fort Nugent Taman Batu Rakit.

Wed, 09/02/2020 - 17:09

Bunga Low Fort Nugent Taman Batu Rakit. Jika anda ingin belibur bersama keluarga dengan tujuan Kec. Muntok, Kab. Bangka Barat. Prov. Kep. Bangka Belitung pastikan anda bermalam menginap di Bunga Low Fort Nugent. Bunga Low Fort Nugent beralamatkan di Jl. Raya Tanjung Kalian ± 300 meter sebelum Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Kalian Ferry ASDP Indonesia.

Bunga Low Fort Nugent berjumlah 4 buah rumah, dengan bentuk yang sama masing- masing mempunyai satu kamar, dengan dilengkapi fasilitas Ac, Tv, Kulkas, dan juga tersedia komporgas di bagian dapur apabila anda ingin memasak sendiri, satu kamar dengan tempat tidur yang nyaman juga tersedia tambahan Ekstra Bed menjadikan kenyaman liburan anda akan terasa bahagia bersama keluarga. Dan apabila anda tidak sempat memasak, didaerah sekitar juga terdapat warung terdekat di seputaran terminal pelabuhan yang juga menyediakan masakan hidangan siap saji berdekatan dengan Bunga Low Fort Nugent .

Bunga Low Fort Nugent selain berdekatan dengan  Pelabuhan Tanjung Kalian,  juga berdekatan dengan lokasi Daya Tarik Wisata Pantai, antara lain; Pantai Batu Rakit terdapat wahana permaian anak-anak, sunrise yang indah dipagi hari dengan sajian kuliner otak-otak, kelapa muda,  Pantai Tanjung Kalian yang terkenal dengan Menara Mercusuarnya juga tersedia jajanan kuliner otak-otak, kelapa muda, Pantai Batu Berani dengan ke elokan sunsetnya disaat sore hari dan kuliner otak-otak, kelapa muda, anda cukup berjalan kaki ±10 Menit dari Bunga Low Fort Nugent untuk sampai diantara pilihan lokasi Daya Tarik Wisata Pantai tersebut. Dan juga anda dapat berwisata lainnya yaitu wisata sejarah seperti; Pesanggrahan Menumbing, Wisma Pesanggrahan BTW,  Museum Timah Muntok Indonesia dan masih banyak lainnya.

Jadi tunggu apalagi, jadwalkan liburan anda nikmati bersama keluarga anda tercinta, cukup membayar penginapan Rp. 350.000,.

Untuk Info sewa anda bisa menghubungi di nomor telepon: 0853- 8444-0396/ 0878-9862-5636

Sumber: DisparburbabarPenulis: SAPFotografer: Disparbudbabar2020Editor: Nov@Bidang Informasi: Humas Bahasa: Indonesia

Bupati Bangka Barat Markus hadiri Perayaan Upacara Sembahyang Rebut Dusun Tanjung Ular, Desa Air Putih, Kec. Muntok, Kab. Bangka Barat.

Wed, 09/02/2020 - 09:05

Muntok(01/09), Pelaksanaan Sembahyang rebut di Dusun Tanjung Ular, Desa Air Putih, Kec. Muntok Kab. Bangka Barat dihadiri Bupati Bangka Barat Markus, S.H berserta jajaran Asisten Sekda Drs. Rozali dan Bambang HS selaku Plt. Kepala Dinas Pawisata dan Kebudayaan.

Sembahyang rebut atau yang sering disebut dengan sembahyang"CHIT NGIAT PAN" merupkan salah satu warisan budaya Tionghoa yang secara turun temurun masih dilaksanakan dan dilestarikan oleh generasi penerusnya, seperti halnya di Dusun Tanjung Ular, Desa Air Putih, Kec. Muntok. Acara adat dan agama ini juga rutin dilaksanakan setiap tahunnya di Kelenteng' Nam Hoi Kung Miao" oleh warga setempat.

Prosesi perayaan sembahyang rebut di Dusun Tanjung Ular Desa Air Putih Kec. Muntok dilasanakan secara khidmat oleh warga Tionghoa. Secara bergantian mereka membakar dupa diatas lilin yang telah menyala, lalu menuju meja selanjutnya untuk memanjadkan Do'a didepan salah satu meja yang telah tersedia. lalu menancapkan dupa tesebut di wadah yang telah disediakan.

Perayaan sembahyang rebut dilaksanakan Setiap tanggal 15 bulan 7 penanggalan Imlek, yang dikenal dengan Chit Ngiat Pan (sembahyang pertengahan bulan ke tujuh Imlek ) atau Sembahyang Rebut ( Chiong Shi Ku ), dan diyakini  oleh warga Tionghoa pada penanggalan tersebut pintu akhirat terbuka ( Khoi Kui  Mun).

Dan seluruh arwah akan turun ke bumi sejak permulaan bulan ke tujuh. Diantara arwah tersebut, ada yang bergentayangan dalam keadaan terlantar, sehingga mereka sangat membutuhkan persembahan makanan. Arwah yang terlantar ini karena tidak memiliki keturunan, meninggal tidak wajar, dan meninggal dalam kurun waktu lama (generasi lanjut  tidak kenal dan tidak memberi persembahan).

Pelaksanaan sembahyang rebut selain dapat mendukung promosi pariwisata di Bangka Barat juga menjadikan sembahyang rebut ini sebagai salah satu wisata religi. Dan diharapkan kita dapat melestarikan warisan budaya leluhur sehingga dapat memperkaya budaya bangsa khususnya Kabupaten Bangka Barat.

 

 

 

Sumber: Disparbud BabarPenulis: SAPFotografer: Disparbudbabar2020Editor: Nov@ Bahasa: Indonesia

Sidang pendaftaran usulan cagar budaya

Fri, 08/28/2020 - 14:40

Muntok(28/08), Sidang pendaftaran usulan cagar budaya Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi. Kep. Bangka Belitung, dilaksanakan secara daring/ online dijadwalkan selama dua hari dimulai Kamis dan Jumat tanggal 27- 28 Agustus 2020. Bertempat di ruang rapat Dinas Pariwisata dan Kebudyaan Kab. Bangka Barat( DISPARBUD).

Tim Pendaftaran Cagar Budaya Pemerintah Kabupaten Bangka Barat mengusulkan enam cagar budaya, diantaranya Bangunan Gudang Kuning, Pelabuhan Lama Muntok, Struktur Benteng Kute Seribu, Bangunan Eks. Rumah Residen, Benda Mobil BN10. Struktur Bangunan Benteng Kota Tempilang, 

Sidang dilaksanakan bersama oleh Tim Ahli Cagar Budaya Kab. Bangka Barat dan diketuai oleh Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S. T., M. Sc., Ph. D (Universitas Indonesia) dengan anggota tim yang berasal dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi, serta Tim Ahli Cagar Budaya Bangka Barat ; Chairul Amri Rani, M. Eng, Bambang Haryo Suseno, dan Arnol Feryari, S. AP.

Pelestarian Cagar Budaya merupakan upaya untuk mempertahankan warisan budaya bangsa yang tersebar di wilayah negara Indonesia maupun yang berada di luar negeri. Pelestarian ini merupakan realisasi amanat Undang-Udang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 untuk menjaga kekayaan yang tersimpan di darat, air, dan udara. Pelestarian yang semula dipahami secara sempit hanya sebagai upaya pelindungan, kini diperluas tidak saja untuk maksud tersebut tetapi terkait juga dengan upaya pengembangan dan pemanfaatan. Perluasan pemahaman ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa tidak satu pun unsur dari pengertian pelestarian itu yang berdiri sendiri, melainkan merupakan sebuah kesatuan yang saling mempengaruhi tanpa dapat dipisahkan.

Undang-Undang Republik Indonesia nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya menegaskan bahwa Cagar Budaya adalah benda, bangunan, struktur, situs, dan kawasan yang memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, agama, dan kebudayaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dan bersifat rapuh serta mudah rusak. Oleh karena itu harus dikelola secara tepat supaya dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada bangsa Indonesia. Hal ini disebabkan karena Cagar Budaya yang bersifat kebendaan (tangible) mengandung informasi (intangible) serta nilai-nilai yang penting untuk memahami masa lalu yang pengaruhnya masih dirasakan hingga sekarang dalam kehidupan sehari-hari. Pemikiran ini menempatkan Cagar Budaya sebagai unsur penting dalam proses pembentukan kebudayaan bangsa dan identitas nasional di masa yang akan datang. Sebagai sumber yang rentan terhadap perubahan lingkungan karena usianya yang tua, Cagar Budaya perlu dijaga keberadaannya supaya tidak rusak, hancur, atau musnah. Diharapkan dengan mempertahankannya generasi mendatang mempunyai kesempatan untuk memberikan apreasi atas tahap-tahap kemajuan budaya yang pernah dicapai oleh pendahulu mereka.

Sumber: Disparbud Babar- Undang- undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya Penulis: SAPFotografer: Disparbudbabar2020Editor: Nov@Bidang Informasi: Humas Bahasa: Indonesia

Pameran Bonsai Disparbud Babar Rayakan HUT RI KE- 75

Fri, 08/28/2020 - 08:02

Muntok- Bangka Barat, masih dalam suasana kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Bangka Barat menggelar pameran bonsai, pameran dimulai hari Senin(24/08).

Pameran bonsai bertempat dipelataran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Bangka Barat, pameran tersebut rencana akan digelar hingga 10 hari kedepan dengan mengusung tema” pameran bonsai pegawai Disparbud Babar Hut RI ke 75 ” dengan menampilkan 75 bonsai karya dari pegawai Disparbud Babar, bonsai yang di pamerkan pun beragam jenis seperti: beringin, wacang(wahong sancang), jeruk kingkit, sapu-sapu, bougenvile, cemara.

Dalam momentum pameran ini, selain berpartisipasi dalam memeriahkan HUT RI ke-75 juga sebagai ajang silahturahmi bagi para pegawai Disparbud dikantor maupun pegawai yang bertugas dilapangan.

Dan kedepan apabila tidak ada halangan akan menggandeng para komunitas pecinta bonsai Kab. Bangka Barat menggelar pameran ditempat wisata yang dikelola Disparbud, meliputi Pesanggrahan Menumbing atau Pantai Baturakit untuk memacu daya tarik wisatawan serta wadah bagi para penggiat bosai, bagi pengunjung wisatawan selain berwisata alam, sejarah, dan pantai, wisatawan juga disuguhkan keindahan dan keunikan bonsai- bonsai hias nantinya.

Sumber: Disparbud BabarPenulis: SAPFotografer: DisparbudbabarEditor: Nov@Bidang Informasi: Humas Bahasa: Indonesia

Ajudan Presiden RI kunjungi Pantai Jerangkat

Mon, 08/10/2020 - 22:37

Jebus (09/08), Ajudan presiden RI. Kolonel (inf) Rudy Saladin kunjungi pantai Jerangkat yang terletak di Desa Ketap, Kec. Jebus. Kab. Bangka Barat, Provinsi Kep. Bangka Belitung (Babel).  Kunjungan tersebut hanya sekedar berlibur bersama keluarga  menikmati  potensi Daya Tarik Wisata di Bangka Barat.

Kedatangan Kolonel (inf) Rudy Saladin didampingi oleh Dandim 0431 Bangka Barat letkol (inf) Agung Wahyu Perkasa. Disambut oleh Sekretaris Kantor Desa ketap: Deni yang juga merangkap selaku ketua (Pokdarwis Jebung Ketap), staf Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Bangka Barat bidang pengembangan Detinasi; Heriyandi dan juga Bidang Pemasaran; Romi’at.

Kurang lebih 1 jam Kolonel (inf) Rudy Saladi  berada dipesisir pantai jerangkat ini, bersama rombongan setelah menyusuri pantai, Ajudan Presiden ini berdikusi kecil bersama perangkat Desa setempat mengenai pengembangan potensi Daya Tarik Wisata pantai ini.

Beliau pun menilai “bahwa pantai jerangkat ini memiliki potensi besar untuk di kembangkan, tetapi perlu dilakukan terutama peningkatan akses jalan untamannya, dari jalan tanah yang bergelombang dan becek saat hujan sepanjang 15km ini, dan juga perlu adanya pengembangan pendukung agar wisatawan dapat lebih menikmati pantai ini seperti paket wisata, snorkeling selam, memancing, hiking, camping agar segera terealisasi' Ungkapnya.

Dengan adanya wacana tersebut  beilau akan menyampaikan dan membicarakan hal tersebut ke tinggkat pusat khususnya ke Kementrian pariwisata dan ekonomi kreatif, dan diharapkan juga dari pihak pemerintah Kab. Bangka Barat agar perlu menyampaikan melaui besurat ke kemenkraf terkait rencana tersebut dan diharapkan juga perlu dukungan dari masyarakat lokal Bangka Barat.

Pantai Jerangkat yang saat ini sedang viral di media sosial dikalangan anak muda tentunya menjadi sorotan publik, bahkan hingga dikalangan orang tua pun juga penasaran ingin menapaki dihamparan pasir putih pantai Jerangkat ini, selain pantai indah juga disuguhkan Gua Guntur konon cerita goa tersebut bekas tempat persembunyian para tawanan saat perang dunia dan juga keindahan pulau Tenung yang indah dengan biaya menuju lokasi tersebut dengan tarif Rp20.000/orang pengunjung puas untuk berwisata.

 

Sumber: Disparbud BabarPenulis: SAPFotografer: Ayo Ke Bangka BaratEditor: NOV@ Bahasa: Indonesia

Kedai Batok 77 handycraf unik menarik

Mon, 08/10/2020 - 10:55

Jebus(10/08),  Kreatifitas dari seseorang bisa lahir dari mana saja. Begitu pula dengan sosok Herman Arbain saat tim Ayo ke Bangka Barat mengunjungi lapaknya berlokasi di pinggir Jl. Raya Jebus bersebelahan langsung dengan lapangan bola ini. Pria dengan nama panggilan akrab bang Herman ini kurang lebih sejak 3 tahun memanfaatkan limbah untuk dijadikan kerajinan.

Di tangannya yang terampil limbah seperti : koran bekas, batok kelapa, kayu, pipa dll disulap menjadi karya seni yang indah. Misalnya  koran bekas, dijadikan tempat tissu, tempat air minum atau keranjang tempat buah dan terdapat banyak karya seni lainnya berupa pajangan dinding, pot kembang, tas, tempat lampu dsb.

Tidak hanya usaha handycraf saja, Herman Arbain juga menggeluti bisnis warung kopi yang bersebelahan langsung dengan lapak handycrafnya yaitu “Kedai Batok 77” berupa kedai/cafe yang menyajikan kopi dan juga ice ala modern dengan tata ruang yang unik dengan gazebo berlatarkan corak dan lukisan tempat swafoto sekaligus tempat memajang sebagian hasil karyanya tersebut.

Ungkap Herman "Kemampuannya untuk mengolah bahan- bahan bekas tersebut didapatnya secara otodidak, yang unik dan merupakan kearifan lokal adalalah kerajinan dari kayu mengkelik (Gynotroches Axillaris Blume (Rizophoraceace). Kayu ini biasa dijadikan kerangka atap sedangkan daunnya bisa dijadikan obat. Memiliki ulir yang unik sehingga sangat cantik ketika kayu ini dijadikan  kerajinan. Sebelum Covid-19 merebak bang Herman juga sering tampil dalam memasarkan produk- produk kerajinannya mengikuti pameran-pameran perwakilan dari kecamatan yang diadakan di dalam daerah maupun luar daerah.

Jika anda berwisata ke Kec. Jebus, Kab. Bangka Barat, jangan lupa mampir ke Kedai Batok 77 yang  terletak  pinggir Jl.Raya Jebus sebelum  Kantor Camat Jebus atau untuk pemesanan produk dinomor telepon 0821 8427 1230.

-Ayo ke Bangka Barat-

Sumber: Disparbud BabarPenulis: Reaa DewisapFotografer: Ayo Ke Bangka BaratEditor: NOV@ Bahasa: Indonesia

‘Alunan Keluh Kesah’ Karya seniman Babar akan tampil dalam Pameran Daring MANIFESTO VII’PANDEMI’ 2020. Galeri Nasional Indonesia Jakarta

Fri, 08/07/2020 - 20:51

Muntok(07/08), Selamat atas terpilihnya sebuah karya dari penggiat seni Bangka Barat Anung ”nungser’ Yunianto dengan judul karya ‘Alunan Keluh Kesah’ video berdurasi 03 menit 33 detik bekolaborasi dengan seniman lokal dambus Bangka Barat Mang Itat akan tampil dalam ajang Pameran Daring MANIFESTO VII ’PANDEMI’ 2020 Galeri Nasional Indonesia, yang akan digelar pada Sabtu 8 Agustus 2020, pukul 16.00 WIB via Zoom dan live di galnasonline.id.

Rasa bahagia saat karyanya terpilih masuk lolos audisi bersama dengan 204 peserta 218 judul karya, yang akan tampil nanti ungkap Anung, salah satu karya seni yang ia garap masuk lolos audisi, berdasarkan hasil audisi sidang Kurator Galeri Nasional untuk seleksi Pameran Daring Manifesto VII’PANDEMI’ 2020.

Melansir dari instagram Galerinasional Pameran Daring MANIFESTO VII’PANDEMI’ 2020  tersebut diselenggaraakan oleh Kementrian Pendidikandan Kebudayaan GaleriNasional Indonesia JL. Medan MerdekaTimur No 14, Jakarta Pusat.

Anung ”nungser’ Yunianto kelahiran Jawa Bantul Jogja ini, dalam kesehariannya bekerja sebagai Pamong Budaya di salah satu instasi Pemerintah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bangka Barat. berkolaborasi dengan mang Itat selaku pelaku seni tradisonal Dambus dari Bangka Barat ini, lolos audisi dan tampil ditingkat Nasional dan tentunya patut kita apresiasikan bersama.

Anung yang berdomisili tinggal di Kec.Muntok, Kab. Bangka Barat bekerja sebagai Pamong Budaya, Anung menjadi lebih banyak kesempatan untuk bertemu dengan orang- orang dan masyarakat penggiat seni budaya di Bangka Barat ini, baik dalam waktu melaksanakan tugas maupun beraktifitas sosial.

Ukap Anung “dalam pembuatan karya tersebut, dengan tema "PANDEMI " tak jarang pula Anung mendengar keluh kesah bagi mereka yang terdampak. Sebagai pamong sekaligus Perupa, Cerita- cerita kisah ini menjadi menarik untuk direkam dan di publikasikan atau bahkan dijadikan sumber dalam pembuatan karya seni baru. Selain kegitan positifnya dapat menginfirasi kepada pelaku seni lainya agar bersemangat berkarya walaupun kita semua masih dilanda pandemic Covid-19 dan bisa berakifitas dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Video Alunan keluh kesah tersebut bercerita tentang kisah mang ‘Itat’ sebagai seniman dambus tradisi dari Desa Ibul yang berjarak 63 Km dari pusat ibukota kabupaten. Kisah yang kemudian dibuat menjadi sebuah karya rekam yang berisikan pantun diiringi dambus tradisi tentang keluh kesah ditengah pandemic Covid-19. Walaupun Bangka Barat masih digolongkan zona hijau, namun dampaknya sangat dirasakan oleh masyarakat .

Mang Itat pun selaku seniman tradisional  “masyarakat merasa sulit untuk beraktivitas dan bekerja, apalagi ditambah harga karet, sawit dan hasil perkebunan lainnya yang terus menurun. Tidak hanya aktifitas bekerja, aktifitas kesenian  pun juga terdampak, seperti hilangnya panggung- panggung hiburan atau hajatan seni lainnya. Hal ini tentunya memberatkan beliau dalam beraktifitas kesenian, karena tidak seperti seniman era baru, bagi seniman tradisi seperti beliau pertunjukan konvensional di atas panggung tetap menjadi pilihan yang nyaman dan selalu mendapatkan energi yang baru dalam mengekprsesikan karyanya” ungkap Pamong Budaya  tersebut.***

Sumber: Disparbud Bangka Barat- Galeri NasionalPenulis: SAPFotografer: Galeri NasionalEditor: NOV@Bidang Informasi: Humas Bahasa: Indonesia

Pembangunan Rumah produksi Buah Keranji Desa Air Putih

Thu, 08/06/2020 - 11:51

Muntok (06/08)-Pemerintah Kabupaten Bangka Barat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan apresiasikan program “KOTAKU” pembangunan rumah produksi pengolahan buah Keranji, dengan adanya dukungan program tersebut dapat mendongkrak perekonomian semangat masyarakat Desa Air Putih dalam pengolahan makanan khas daerah lokal Kabupaten Bangka Barat dalam sektor kepariwisataan Ekonomi Kreatif, IKM,UKM, UMKM  makanan khas Buah Keranji yang hanya bisa dinikmati dalam dua tahun sekali ini (05/08).

Program ‘KOTAKU’ merupakan pembangunan infrakturtus berbasis masrayarakat dengan melakukan perbaikan kualitas kawasan pemukiman kumuh diperkotaan BPM PPMK tahun 2020, gagasan  Direktorat Jendral Cipta Karya  bersama Kementrian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat(PUPR).

Pelaksanaan kegiatan tersebut bertempat dikebun Desa Air Putih. Kec. Muntok, Kab. Bangka Barat dihadiri Bupati Bangka Barat; Markus beserta jajaran kepala OPD,dan juga pihak Kepolisian Bangka Barat, secara simbolis peletakan batu pertama dimulainya pembangunan, yaitu rumah untuk produksi pengolahan buah Keranji, rumah galeri untuk pemasaran buah Keranji, dan juga pembangunan Jalan paving blok, serta Drainase.

Ayun Permana selaku kepala Desa Air putih, “Dengan adanya dukungan kementrian lewat program 'KOTAKU' program ini kedepannya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Air Putih, memalui komoditi buah Keranji ini makanan khas tersebut dapat menjadi  ikon Desanya, Nantinya kami stok di BUMDES agar masyarakat mudah untuk menikmati buah Keranji tersebut,  dan juga menetapkan label buah Keranji setiap saat sebagai makanan khas andalan Desa Air putih Kabupaten Bangka Barat," ujarnya.***

 

Sumber: DisparbudbabarPenulis: SAPFotografer: Ayo Ke Bangka BaratEditor: Nov@Bidang Informasi: Humas Bahasa: Indonesia

Wisatawan mulai kunjungi Pesanggrahan Menumbing

Sat, 08/01/2020 - 13:13

Muntok(01/08),Pantauan Ayo ke Bangka Barat suasana liburan Idul Adha 1441 Hijriyah pada hari Sabtu, bertepatan dengan awal bulan 1 Agustus 2020, DTW Daya Tarik Wisata Pesanggrahan Menumbing berangsur mulai Normal dikunjumgi wisatawan. Sejak dibukanya kembali pada hari Kamis(30/07).

Antusias animo masyarakat untuk berwisata mulai berdatangan Tercatat pantauan kami dari hari Jumat hingga siang hari ini didominasi Masyarakat lokal serta luar Kabupaten Bangka Barat. Dengan Menggunakan roda empat Serta roda dua Sebagai alat tranportasi mereka Untuk menuju kelokasi Pesanggrahan Menumbing.

Melalui penjagaan ketat yang dilakukan oleh petugas Dinas Disparbud dipintu gerbang portal retribusi, dengan tetap menerapkan prosedur protokol kesehatan, pengecekan dimulai dari penggunaan masker, suhu tubuh dan cuci tangan.

Penerapan protokol kesehatan dengan merujuk kepada panduan operasional dari Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/382/2020 tentang Protokol Kesehatan bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). yang telah disimulasikan sebelum dibukanya Pesanggrahan Menumbing.

Menurut Ardo”selaku petugas retribusi diharapkan kepada seluruh wisatawan yang akan mengunjungi tempat bersejarah ini harus wajib mengenakan masker, ya harus mentaati prosedur protokol kesehatan, wajib, harus menggunakan mentaati harus menjaga keselamatan bersama." tutur Ardo.

Sumber: Ayo ke Bangka BaratPenulis: SAPFotografer: Ayo Ke Bangka BaratEditor: Nov@ Bahasa: Indonesia

Aksi (Berkurban) Bebagi Kue Lebaran BDBAR

Fri, 07/31/2020 - 20:00

Muntok, Alumni Ikatan Bujang Dayang Bangka Barat BDBAR 2020 melaksanakan aksi BERKURBAN (Berbagi Kue Lebaran). Aksi ini merupakan agenda rutin kelanjutan dari aksi BERKUBAN pada tahun lalu, ungkap  Agung Purnama selaku Kordinator Alumni BDBAR di Muntok Jumat (30/07).

Aksi BDBAR kali ini melibatkan langsung dari 5 pasang finalis yang telah terpilih pada pemilihan Bujang Dayang Bangka Barat BDBAR 2020 ‘Grand Final’ di Pesanggrahan Menumbing Muntok pada minggu lalu (25/07).

Ada 10 paket ringan yang  mereka bagikan, kepada 10 orang penerima yang berisi dua jenis kue kering, satu botol minuman dan bingkisan spesial dari BDBAR, dan tentunya diserahkan kepada masyarakat yang telah mereka pilih layak menerima bingkisan tersebut. di 2 Kecamatan di Kabupaten Bangka Barat, meliputi Kec. Muntok ; Desa Sukal, Desa Ahoy, Desa Terabik, dan Kec. Simpang Teritip;  Desa Kundi.

Dalam pembagian paket bingkisan tersebut, Kelvin Fernando Pratama selaku Bujang terbaik 2020 ini menjadi ketua tim pelaksana “Kegiatan ini merupakan awal kali pertama saya terjun langsung dalam bergabung menjadi Alumni BDBAR, selain bermakna sekali bagi saya, bahwa kebudayaan kita di (BDBAR) dalam berbagi kue lebaran memang sangat berarti sekali bagi orang- orang yang tidak mampu,  dan kita harus bersyukur atas apa yang kita dapatkan dan sebagai masyarakat dan jiwa sosial itu sangat di butuhkan dalam kehidupan kita bermasyrakat , kita harus memiliki sikap toleransi kepada sesama mahluk manusia ” tuturnya.

Sumber: BDBARPenulis: SAPFotografer: BDBAREditor: Nov@Bidang Informasi: 
  • Humas
Bahasa: Indonesia

WEBINAR SOSIALISASI ADAPTASI KEBIASAAN BARU BAGI PELAKU INDUSTRI PARIWISATA KABUPATEN BANGKA BARAT

Wed, 07/29/2020 - 23:11

Muntok (29/07). Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Barat melaksanakan kegiatan webinar sosialisasi digelar pada Rabu di mulai pukul 08.00 hingga 10.00 WIB menggunakan aplikasi zoom.

"Kami ingin rencana pembukaan kembali objek wisata andalan yang dikelola pemerintah yang akan kami laksanakan minggu ini bisa didukung oleh para pelaku industri wisata sehingga bisa meminimalkan potensi penyebaran virus," kata

"Para pelaku industri pariwisata perlu mendapatkan informasi yang jelas terkait tata cara pelayanan agar bisa memberikan perlindungan bagi diri sendiri dan para tamu dari potensi penularan virus," kata Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Barat, Bambang Haryo Suseno di Mentok, Selasa.

 

Sumber: DisparbudbabarPenulis: SAPFotografer: Disparbudbabar2020Editor: nov@Bidang Informasi: 
  • Humas
Bahasa: Indonesia

Readiness Simulation of New Habits Adaptation on Two Tourism Objects of West Bangka

Wed, 07/29/2020 - 15:21

Mentok (28/07) - Tourism and Culture Service of West Bangka Regency held a trial or simulation on the implementation of New Habits Adaptation services to two tourism objects, Baturakit Beach and Pesanggrahan Menumbing, today (Tuesday, 28/07). The simulation was held toward the re-opening of these two leading tourist objects of West Bangka to the visitors starting next Thursday (30/07).

The simulation was involved all officers of guards and services of each objects to apply and comply with the health protocol refers to the operational guidelines of the Minister of Health Decree Number HK.01.07/Menkes/382/2020 concerning Health Protocols for Communities in Public Places and Facilities in Order Prevention and Control of Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

The simulation process was led directly by Acting Head of Tourism and Culture Service, Bambang Haryo Suseno, by involving all employees of the service. On that occasion, Health Service of West Bangka Regency as part of the Covid-19 Task Force for the Coordination of Handling of 19 West Bangka Regency accompanied the simulation process on these two attractions.

The simulation was trying to find effective patterns and methods of service in getting use to the New Habits Adaptation to visitors, starting from checking body temperature to ensure that visitors are actually in a healthy condition, ensuring the use of masks when entering and being at the location, washing hands when entering and exiting the location, keeping and reminding the social distance between visitors when entering and being at the location. The implementation of the health protocol is mandatory for officers and services of tourist objects as well as visitors and traders who are in the location.

"It must be tried, we will review again next month the effectiveness from the results on the simulation of the implementation of this health protocol," said Bambang Haryo Suseno in between simulation.

The effects of Large-Scale Social Restrictions during the corona virus outbreaks that implemented by the government actually almost "killed" various aspects of living. By the New Habits Adaptation discourse start to apply, it is like a breath of fresh air for tourism activities
in the middle of the stuffiness of the Covid-19 pandemic and quarantine news.

By implementation of the health protocol, it is hoped that the location of tourist will not become a place of transmission and distribution of Covid-19, while West Bangka Regency is still qualifies for the green zone status. Hopefully the transmission and spread of Covid-19 also do not occur in other public areas and the West Bangka region remains conducive to tourism activities until the world situation are settling back to normal. ***

 

Translated by: Muhammad Erfan Sumber: Disparbud Kab. Bangka BaratPenulis: Muhammad ErfanEditor: SAPBidang Informasi: 
  • Humas
Bahasa: Inggris

Simulasi Kesiapan Adaptasi Kebiasaan Baru pada Dua Objek Wisata Bangka Barat

Tue, 07/28/2020 - 14:52

Mentok (28/07) – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangka Barat menggelar uji coba atau simulasi penerapan layanan Adaptasi Kebiasaaan Baru pada dua objek wisata, Pantai Baturakit dan Pesanggrahan Menumbing, hari ini (Selasa, 28/07). Simulasi itu digelar menjelang akan dibukanya kembali kedua objek wisata unggulan Bangka Barat tersebut untuk para pengunjung mulai hari Kamis mendatang (30/07).

Simulasi yang melibatkan seluruh petugas penjaga dan layanan pada masing-masing objek itu agar mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan merujuk kepada panduan operasional dari Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/382/2020 tentang Protokol Kesehatan bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Proses simulasi itu dipimpin langsung oleh Plt. Kepala Disparbud, Bambang Haryo Suseno, dengan mengikutsertakan seluruh pegawai pada Bidang Destinasi dan Pemasaran Pariwisata Disparbud. Dalam kesempatan itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat selaku bagian dari SatuanTugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka Barat ikut mendampingi proses simulasi pada kedua objek wisata tersebut.

Simulasi itu mencoba mencari pola-pola dan metode layanan yang efektif dalam membiasakan Adaptasi Kebiasaan Baru kepada pengunjung, mulai dari mengecek suhu tubuh guna memastikan para pengunjung yang masuk benar-benar dalam kondisi sehat, memastikan penggunaan masker saat masuk dan berada di lokasi objek wisata, mencuci tangan saat masuk dan keluar dari objek, menjaga dan mengingatkan jarak antar pengunjung saat masuk dan berada di lokasi wisata. Penerapan protokol kesehatan itu wajib bagi petugas dan layanan objek wisata maupun pengunjung dan pedagang yang berada di lokasi objek wisata.

“Harus dicoba, bulan depan akan kita tinjau kembali sampai mana keefektifan hasil simulasi penerapan protokol kesehatan ini”, ujar Bambang Haryo Suseno di sela-sela simulasi.

Efek Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama wabah virus corona yang diterapkan pemerintah justru hampir "mematikan" berbagai sendi kehidupan masyarakat. Dengan wacana Adaptasi Kebiasaan Baru yang mulai diberlakukan, ibarat angin segar bagi aktivitas pariwisata di tengah pengapnya pemberitaan pandemi dan karantina Covid-19.

Dengan penerapan protokol kesehatan ini, diharapkan lokasi objek wisata tidak menjadi tempat penularan dan penyebaran Covid-19, dimana status zona hijau masih melekat pada Kabupaten Bangka Barat. Semoga penularan dan penyebaran Covid-19 juga tidak terjadi di area-area publik lainnya dan wilayah Bangka Barat tetap kondusif untuk kegiatan pariwisata sampai keadaan berangsur-angsur normal kembali. ***

 

Sumber: Disparbud Kab. Bangka BaratPenulis: Muhammad ErfanFotografer: Muhammad ErfanEditor: BHSBidang Informasi: 
  • Humas
Bahasa: Indonesia

Webinar Sosialisasi Adaptasi Kebiasaan Baru Bagi Pelaku Industri Pariwisata Kabupaten Bangka Barat

Mon, 07/27/2020 - 15:21

Bapak/ibu yang terhormat, Dinas pariwisata dan kebudayaan( Disparbud) Kabupaten Bangka Barat, Melalui Bidang Pemasaran Pariwisata akan melaksanakan Sosialisasi Adaptasi Kebiasaan Baru di era pandemi Covid-19.

Webinar Sosialisasi Adaptasi Kebiasaan Baru Bagi Pelaku Industri Pariwisata di Kabupaten Bangka Barat diera pandemi covid-19. Yang akan dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal  29 Juli 2020, pukul 08.00-10.00, sosialisasi dilaksanakan secara daring (online) Webinar melalui aplikasi zoom, mohon partisipasinya bagi para pelaku usaha industri pariwisata (akomodasi, rumah makan/restoran, cafe/coffe shop).  untuk dapat mendaftar melalui link yg kami sediakan dan menginstal aplikasi zoom diperangkat HP/laptop/PC yg dimiliki

Join Zoom Meeting
https://us02web.zoom.us/j/3491285434?pwd=aDVnS09iZzI2azFwU1R4ZG4yNHg0Zz09
Konfirmasi Kehadiran ke Link https://bit.ly/39mXJs5

Dengan Nara Sumber; Bambang Haryo Suseno , selaku Plt Kepala Dinas pariwisata dan Kebudayaan ( Disparbud) Kabupaten Bangka Barat. dan Romiat selaku Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata dan Kebudayaan ( Disparbud) Kabupaten Bangka Barat. terimkasih atas partisipasinya.

Sumber: DisparbudbabarPenulis: SAPFotografer: Parbudbabar@2020Editor: nov@Bidang Informasi: 
  • Humas
Bahasa: Indonesia

“Melalui Pemilihan Bujang Dayang Tahun 2020 kita ciptakan generasi milenial yang tangguh dan berjiwa sosial tinggi dalam mewujudkan Bangka Barat Hebat 2021”

Sun, 07/26/2020 - 19:47

Muntok (25/07). Pemilihan Bujang Dayang tahun 2020 adalah rangkaian agenda kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (DISPARBUD) Kabupaten Bangka Barat, bekerja sama dengan Alumni Ikatan Bujang Dayang Bangka Barat (BDBAR). “Melalui Pemilihan Bujang Dayang Tahun 2020 kita ciptakan generasi milenial yang tangguh, dan berjiwa sosial tinggi dalam mewujudkan Bangka Barat Hebat 2021

Pada pelaksanan Pemilihan Bujang Dayang tahun 2020 kali ini pihak panitia  mengangkat Tema “Lawan Covid-19” pelaksanaan pun berbeda dengan beberapa tahun yang lalu, adapun pelaksanaan peserta pendaftaran biasanya langsung hadir ke Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (DISPARBUD) Bangka Barat tetapi pada tahun 2020 ini dilaksanakan secara Daring (Dalam jaringan) online. Mengingat pentingnya kita semua tetap menjaga, mematuhi protokol Covid-19 keselamatan dan kesehatan tidak melakukan perkumpulan masa.

Sejak awal bulan Juni 2020 pihak panitia Alumni Ikatan Bujang Dayang Bangka Barat BDBAR dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (DISPARBUD) Bangka Barat telah mempublikasi melalui media sosial Instagram, website, facebook, You Tube  terkait Pemilihan Bujang Dayang hingga akhir bulan Juni 2020.

Berkas formulir pendaftaran dikirim oleh peserta secara daring (dalam jaringan) online, dengan tahapan awal yaitu seleksi formulir pendaftaran dengan mengacu pada ketentuan yang telah diberikan oleh pihak panitia pada tahapan seleksi awal.

Mulai awal 1 Juli  hingga 20 Juli 2020 pihak panitia pun telah mendapatkan 12 pasang Finalis Bujang dan Dayang yang untuk melanjutkan ke rangkaian seleksi berikutnya yaitu interview untuk mencari 5 pasang Finalis Bujang dan Dayang dilaksanakan secara daring (dalam jaringan) online via Whast App.

Masa karantina 5 pasang peserta Finalis Bujang dan Dayang ditiadakan, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Dengan berada dirumah para peserta Finalis diberikan kegiatan Challenge yang telah di rangkai oleh pihak panitia, meliputi kegiatan Photo Shoot, Video Shoot sesuai dengan program kerja para peserta yang terlampir pada awal penyerahan formulir pedaftaran, dari hasil kegiatan Photo Shoot, Video Shoot mereka dipublikasi langsung oleh pihak panita melalui Instagram, website, facebook, You Tube untuk mendapakan voting sebanyaknya dari masyarakat  sebagai rangkaian penilaian.

“Grand Final” Pemilihan Bujang Dayang tahun 2020, dilaksanakan secara tertutup bertempat di gedung Pavilun I pesanggrahan Menumbing, dengan hanya dihadiri beberapa tamu undangan saja antara lain 10 Finalis, 8 Alumni dan 6 Dewan Juri, Serta 11 panitia yang bertugas.

Dalam elaksanaan Kegiatan berlangsung, hadir Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (DISPARBUD) Bangka Barat; Bambang Haryo Suseno, dan hadir 6 Juri  Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Barat; Helena Octavianne, Kepalaa Sekolah SMP Santa Maria Muntok; Kristiana, Putri Pariwisata Indonesia Persahabatan tahun 2019; Devi Septriyani,  Pembina dan juga Alumni BDBAR; Suwito dan Yudhi Christianto Sastraoetama, dan Romi’at selaku perwakilan dari Dinas pariwisata dan kebudayaan  (DISPARBUD) Bangka Barat Kepala Bidang Pemasaran.

Dalam sambutan,”Bambang Hayo Suseno selaku Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (DISPARBUD) Bangka Barat. atas nama Pemerintah Daerah, saya sangat mendukung dan mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini karena Kabupaten Bangka Barat mempunyai aneka ragam Daya Tarik Wisata yang merupakan aset dan potensi wisata bagi peningkatan perekomomian Daerah, dalam pemilihan bujang dayang ini merupakan upaya untuk membentuk kelompok generasi dikenal sebagai Duta Muda yang lebih dikenal sebagai Duta Wisata dengan kelebihan 3B yaitu Brain, Beauty, dan Behavior yang nantinya dapat membantu Pemerintah Daerah dalam Mempromosikan Pariwisata.

Dengan terpilihnya Bujang Dayang tersebut dapat dijadikan mitra pemerintah daerah dalam berkarya untuk pengembangan kepariwisataan khususnya di Kabupaten Bangka Barat. Sebagai Bujang Dayang (Duta wisata) hendaknya menjadi tauladan dan panutan ditengah masyarakat, khususnya bagi generasi muda, baik dalam bertutur kata, berbuat dan bertingkah laku untuk menjadi finalis Bujang Dayang yang telah melewati proses seleksi yang ketat dan berbagai Challenge yang telah kalian lalui sehingga dapat terus ke “Grand Final”.

Tujuan kegiatan ini pun yaitu untuk melatih dan menciptakan generasi muda yang berkarakter dan ber intelektual serta sebagai ajang penyaluran bakat untuk membina remaja yang memeliki perilaku baik dengan cara merawat dan memelihara aset daerah disektor pariwisata. Selain perlu melakukan persiapan dan pembinaan yang matang terhadap putra dan putri kita ini sebagai Duta Wisata, juga sekaligus sebagai upaya menanamkan kecintaan generasi muda pada kegiatan kepariwisataan dan pelestarian seni budaya di kabupaten Bangka Barat. Semoga kegiatan Pemilihan Bujang Dayang tahun 2020 ini dapat bermanfaat bagi kita semua berjalan dengan baik sesuai dengan yang diharapkan.

Disela usai  kegiatan acara Romi’at selaku Kepala Bidang Pemasaran Dinas pariwisata dan kebudayaan  (DISPARBUD) Bangka Barat, “Mengucapkan selamat dan sukses atas terpilihnya  Bujang Dayang tahun 2020.

Bujang :Kelvin Fernando Pratama - Asal Kecamatan Pariitga
Dayang : Fifi Nurhafifah- Asal Kecamatan Muntok

Runner Up I Bujang : Seftian Jerry- Asal Kecamatan Muntok
Runner Up II Dayang : Zafhira Araza- Asal Kecamatan Muntok

Runner Up II Bujang : Orie Fachridho Hermawan- Asal Kecamatan Tempilang
Runner Up II Dayang : Oktavia Mirendra- Asal Kecamatan Muntok

Bujang Berbakat : Yusril Ihza Mahendra- Asal Kecamatan Tempilang
Dayang Berbakat : Wulan Purnama Sari- Asal Kecamatan Kelapa

Bujang Intelejensia : Enda Saputra- Asal Kecamatan Pariitga
Dayang Intelejensia : Hety Estora- Asal Kecamatan Kelapa

Bagi finalis yang terpilih ini bukanlah akhir tapi awal dari sebuah rencana besar kedepan, kami sangat mengharapkan sumbangsihnya, baik pemikiran maupun tenaga untuk sama- sama memajukan kepariwisataan di Bangka Barat, untuk para alumni kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan dedikasinya, sehingga kegiatan pemilihan BDBAR 2020 telah sukses dilaksanakan, dan bagi peserta yang tidak lolos seleksi jangan berkecil hati bisa mengikuti Pemilihan Bujang Dayang tahun depan” .

Sumber: Disparbud BabarPenulis: SAPFotografer: Disparbudbabar2020Editor: nov@ Bahasa: Indonesia

Selamat dan sukses atas terpilihnya "Bujang" Kelvin Fernando dan "Dayang" Fifi Nurhafifah Tahun 2020

Sun, 07/26/2020 - 14:16

Muntok (25/07). Selamat dan sukses atas terpilihnya Bujang dan Dayang Bangka Barat 2020, kepada finalis "Bujang" Kelvin Fernando Pratama berasaI dari Kecamatan Parittiga Bangka Barat, dan "Dayang" Fifi Nurhafifah berasal dari Kecamatan Muntok Bangka Barat.

"Grand Final" pelaksanan Pemilihan Bujang Dayang tahun 2020 dilaksanakan secara tertutup bertempat di gedung Pavilun I Pesanggrahan Menumbing, dengan waktu singkat hanya 2 jam, dimulai pukl 13.30 WIB dan hanya dihadiri beberapa tamu undangan saja antara lain, 6 Dewan Juri,10 Finalis, 8 Alumni BDBAR, Serta 11 panitia yang bertugas, dan  tetap memperhatikan protokol keselamatan Covid-19.

Pelaksanaan “Grand Final” berjalan lancar, aman serta kondusif dan ditayangkan secara live melalui media sosial instagram; Bujang Dayang Bangka Barat dan Channel You Tube; Bujang Dayang Bangka Barat.

Pemilihan Bujang Dayang merupakan acara kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (DISPARBUD) Bangka Barat, bekerjasama dengan Ikatan Alumni Bujang Dayang Bangka Barat (BDBAR). Dalam mencari dan mengembangkan potensi bakat, kreativitas, dan kecerdasan para generasi muda untuk menjadi figur yang dapat berperan aktif dalam mempromosikan Daya Tarik Wisata.

Sumber: Disparbud BabarPenulis: SAPFotografer: Disparbudbabar2020Editor: nov@Bidang Informasi: 
  • Humas
Bahasa: Indonesia

Pages