12 SISWA SMP BANGKA BARAT TIDAK LULUS

          Muntok, Bangka Barat, 1/6 (ANTARA) - Sebanyak 12 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Bangka Barat Provinsi Bangka Belitung dinyatakan tidak lulus pada Tahun Ajaran 2011/2012.

         "Untuk prosentase tingkat ketidaklulusan dari 29 unit SMP negeri dan swasta mencapai 0,67 persen atau 12 siswa dari 1.799 siswa peserta Ujian Nasional (UN), sementara prosentase tingkat kelulusan mencapai 99,33 persen atau 1.772 siswa," ujar Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah pada Disdikpora Bangka Barat Amrullah Sidik di Muntok, Jumat.

         Ia menjelaskan, untuk tingkat kelulusan di sekolah Madrasah Tsanawiyah negeri dan swasta, dari 316 siswa peserta UN yang berasal dari 8 unit sekolah semuanya lulus, begitu juga untuk SMP Terbuka Simpang Teritip dari enam peserta UN semuanya lulus.

         "Hasil ini meningkat dibanding tahun ajaran sebelumnya, yaitu untuk tingkat kelulusan hanya mencapai 94,34 persen dari 2.048 siswa peserta UN atau 1.932 siswa lulus dan sebanyak 116 siswa tidak lulus," ujarnya.  
    Menurut dia, kelulusan kali ini ditentukan dengan nilai akhir dengan rumusan 60 persen diambil dari nilai UN dan 40 persen nilai sekolah yang berasal dari nilai harian dan nilai ujian sekolah.

         "Dengan syarat kelulusan seperti itu, sangat membantu siswa lulus sekolah karena tidak murni ditentukan hasil UN dan lebih menghargai kerja keras guru selama ini," ujarnya.

         Ia menjelaskan, nilai akhir rata rata untuk SMP negeri dan swasta bidang studi Bahasa Indonesia 7,75, Bahasa Inggris 6,45, Matematika 6,59 dan IPA 6,99dengan jumlah rata-rata keseluruhan siswa SMP mencapai 27,78.

         Selanjutnya, untuk MTS negeri dan swasta bidang studi Bahasa Indonesia 7,52, Bahasa Inggras 6,80, Matematika 7,01, IPA 7,12 dan untuk jumlah nilai akhir rata-rata mencapai 28,45, sementara untuk SMP Terbuka nilai rata-rata bahasa indonesia 6,72, bahasa inggris 5,95, matematika 6,35 dan IPA 6,92 dengan nilai akhir rata-rata 25,94.

         Ia mengatakan, untuk peringkat se-Babel pihaknya tidak mengetahui karena hal tersebut belum diberitahukan dari Disdik Babel dan pihaknya juga tidak menjadikan peringkat tersebut sebagai patokan prestasi belajar siswa.

         "Bagi kami lebih baik meningkatkan persentase jumlah kelulusan dan nilai akhir siswa dari pada mengejar peringkat provinsi," ujarnya.

         Untuk pengumuman resmi di tingkat sekolah, ia mengatakan, kebijakan ini diserahkan sepenuhnya ke pihak sekolah masing-masing seperti apa pelaksanaan pengumumannya.

         "Yang penting jangan ada arak-arakan kendaraan dan corat-coret karena akan mengganggu pengguna jalan lain dan daapat merugikan diri sendiri," kata Amrullah.

Sumber: 
Antara
Penulis: 
Antara