3.122 SISWA SD BANGKA BARAT SIAP UN

          Muntok, Bangka Barat, 2/5 (ANTARA) - Sebanyak 3.122 siswa Sekolah Dasar (SD) dari 132 Sekolah Dasar dan Madrasaha Ibtidaiyah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, siap mengikuti Ujian Nasional (UN) yang akan dilaksanakan selama tiga hari, Senin (7/5) hingga Rabu (9/5).

         "Kegiatan UN selama tiga hari akan menguji tiga mata pelajaran meliputi Matematika, Bahasa Indonesia dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), kami berharap seluruh siswa dapat mengerjakan dengan baik dan tidak perlu grogi," kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah pada Disdikpora Bangka Barat, Amrullah Sidik di Muntok, Rabu.

         Ia menjelaskan, sebanyak 3.122 siswa tersebut berasal dari enam kecamatan seluruh Bangka Barat, sekolah dasar swasta dan negeri meliputi Kecamatan Muntok 728 siswa terdiri dari 355 siswa pria dan 373 wanita, Simpang Teritip 453 siswa terdiri dari 212 pria dan 241 wanita,
    Selain itu paeserta UN SD Kecamatan Tempilang terdapat 498 siswa terdiri dari 230  pria dan 268 wanita, Kecamatan Kelapa terdapat 632 siwa terdiri dari 312 pria dan 320 wanita, Kecamatan Jebus 317 siswa terdiri dari 177 pria dan 140 wanita, Kecamatan Parittiga 474 siswa meliputi 241 pria dan 253 wanita.

         "Secara keseluruhan jumlah peserta UN tingkat SD terdapat 3.122 siswa terdiri dari 1.527 siswa pria dan 1.595 siswa wanita yang berasal dari 132 unit sekolah terdiri dari 123 SD Negeri, 8 SD Swasta dan 1 SDLB Negeri," ujarnya.

         Di Bangka Barat terdapat 132 unit SD yang tersebar di tiap kecamatan meliputi Kecamatan Muntok 27 unit terdiri dari 22 unit SD negeri, empat unit SD swasta dan satu unit SDLB negeri, Simpang Teritip 17 unit SD negeri dan satu unit SD swasta, Tempilang 21 unit SD negeri, Kelapa 28 unit SD negeri, Jebus 16 unit SD negeri dan Parittiga 19 unit SD negeri dan tiga unit SD swasta.

         "Jika ada siswa yang tidak bisa mengikuti UN karena sakit, mereka dapat mengikuti UN susulan yang akan dilaksanakan pada 14 sampai 16 Mei 2012, namun bagi siswa yang mengundurkan diri tidak bisa ikut," ujarnya.

         Amrullah menambahkan, mekanisme pembagian soal ujian tersebut dari Provinsi akan dikirim ke Mapolres Bangka Barat selanjutnya langsung dikirim untuk diamankan di masing-masing Mapolsek di tiap kecamatan, sebagai upaya menghindari kebocoran soal.

         "Polisi juga akan ikut berpartisipasi dalam pengawasan, namun tidak dilibatkan dalam lingkunagn sekolah agar jalannya UN tidak terganggu dari tindakan yang tidak diinginkan," ujarnya.

         Ia mengatakan, untuk menghindari terpengaruhnya mental siswa SD akan kehadiran polisi di sekolah, maka Dinas Pendidikan setempat meminta tiap polisi yang berjaga di sekolah tidak menggunakan seragam dinas, namun menggunakan seragam safari.

         Menurut dia, UN SD selama tiga hari tersebut akan dijadikan dasar kelulusan siswa dari sekolah dasar, namun hasil ujian tidak 100 persen menjadi dasar kelulusan siswa melainkan hanya sebesar 40 persen.

         "Agar terhindar hal-hal yang tidak diinginkan, seluruh lembar jawaban UN akan diambil dari Pos koordinator UN kecamatan dan langsung diserahkan ke Provinsi pada hari itu juga," ujarnya. 
 

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News