AKSI CURAS RAWAN DI BANGKA

          Sungailiat, Bangka, 30/4 (ANTARA) -  Aksi pencurian disertai tindakan kekerasan (curas) cukup rawan di Kabupaten Bangka, sehingga petugas keamanan di desa harus memotivasi masyarakat menciptakan ketertiban dan keamanan lingkungan untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat.

         Kepala Kantor Kesatuan, Kebangsaan, Perlindungan Masyarakat dan Politik (Kesbanglinmaspol) Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung, Teddy Sudarsono, di Sungailiat, Senin, menyatakan berbagai kasus pencurian dan kenakalan remaja sudah cukup  mengganggu ketenteraman masyarakat.

         "Aksi pencurian itu dapat terjadi kapan saja dan dimana saja, sehingga kami meminta kepada masyarakat agar menggalakan Sistem K0eamanan Lingkungan (Siskamling) karena melalui cara itu diharapkan aksi yang mengganggu ketentraman masyarakat dapat dicegah," ujarnya.

         Ia mengatakan, untuk menghidupkan kembali Siskamling tersebut, pihaknya meminta kepada para petugas keamanan di setiap desa atau hansip agar menjadi motivator bagi masyarakat di daerahnya dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

         "Para Hansip merupakan ujung tombak bagi pemda dalam menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan dari berbagai tindakan yang dilakukan oknum untuk memenuhi kebutuhannya, sehingga saya berharap tugas pokok dan fungsi seorang hansip bagi masyarakat dapat mereka fahami," ujarnya.

         Aksi pencurian dengan berbagai modus dengan kekerasan dan desertai pembunuhan apabila pemilik barang melakukan perlawanan, hal itu disebabkan berbagai faktor seperti sulitnya mencari pekerjaan karena tingginya tingkat persaingan sesama pencari kerja.

         Selain itu, kata dia, aksi pencurian juga disebabkan tingginya tuntutan biaya kehidupan sementara penghasilannya tidak mampu memenuhi kebutuhan tersebut, sehingga satu-satunya jalan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari adalah dengan mencuri.

         Faktor kelalaian pemilik barang dalam menjaga harta bendanya dari tindakan pencurian juga menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya kasi pencurian karena adanya kesempatan sering membuat oknum nekat melakukan perbuatan yang melanggar hukum tersebut.

         Menurut dia, upaya menggalakan kembali Siskamling tersebut sudah sering disampaikan kepada masyarakat di setiap desa, namun masih belum dilaksanakan dengan optimal karena berkaitan dengan tradisi atau kultur masyarakat setempat yang biasanya belum mau mengadakan siskamling jika kondisi keamanan lingkungan masih kondusif.

         "Padahal kondisi seperti ini yang sering menyebabkan masyarakat lalai dan tanpa diketahui mata para oknum yang mengingikan harta benda sudah mengintainya sehingga pada akhirnya terjadilah aksi pencurian," ujarnya.

         Ia berharap, melalui upaya menggalakkan kembali siskamling ke depannya kerukunan dan ketentraman masyarakat dapat terus terjaga karena kerukunan dan ketentraman tersebut merupakan salah satu faktor pendukung suksesnya pelaksanaan berbagai program pembangunan daerah.

         "Semua itu dapat terwujud melalui kepedulian dan kerja sama seluruh elemen masyarakat minimal menjaga keamanan di sekitar lingkungan tempat tinggalnya, karena tanpa adanya kepedulian masyarakat, maka kerukunan dan ketentraman dalam kehidupan bermasyarakat tidak akan terwujud, sehingga saya berharap hal itu menjadi perhatian bersama," ujarnya.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News