ASDP MINTA TATA ULANG MERCUSUAR TANJUNG KALIAN

          Muntok, Bangka Barat, 30/4 (ANTARA) - ASDP Tanjung Kalian Muntok, Provinsi Bangka Belitung meminta Pemerintah Kabupaten Bangka Barat menata ulang lapak-lapak pedagang di sekitar Mercusuar yang lokasinya tepat di depan dermaga kapal penumpang pelabuhan tersebut.

         "Lapak-lapak pedagang sudah tidak layak pakai, semrawut dan kumuh sehingga mengganggu pemandangan, akan lebih baik jika Pemkab memfasilitasi membuatkan lapak baru yang lebih layak dan rapi, toh itu untuk peningkatan kenyamanan pengunjung," ujar Supervisi ASDP Tanjung Kalian Agus Proyono di Muntok, Senin.

         Ia menjelaskan, Mercusuar Tanjung Kalian yang dibangun Pemerintah Belanda pada 1862 tersebut merupakan salah satu obyek wisata andalan yang dapat dioptimalkan dalam mendukung kepariwisataan daerah itu sehingga perlu peningkatan fasilitas.

         Mercusuar yang berdiri kokoh di Tanjung Kalian adalah sebuah sarana penyelamat lalu lintas kapal yang di bangun oleh Belanda pada tahun 1862, dengan ketinggian sekitar 65 meter dan terdiri dari 16 lantai, dari puncak menara terlihat keindahan pantai dan Kota Muntok.

         Pandangan ke arah barat tampak Pantai Tanjung Kalian dengan pasir yang putih sepanjang 5 kilometer, pandangan ke timur tampak pelabuhan tua kota Muntok, pada waktu malam sinar lampu mercusuar ini dapat terlihat dengan jelas dengan radius 5 kilometer sebagai panduan kapal-kapal yang melintas di Selat Bangka.

         Agus menambahkan, pengunjung yang datang dari Sumatera akan turun di Pelabuhan Tanjung Kalian dan langsung melihat ke arah Mercusuar karena jaraknya tepat berada di sebelah terminal pemberhentian kapal, jika keadaannya masih semrawut seperti itu dikhawatirkan mereka tidak lagi berselera menikmati obyek wisata lainnya karena sudah turun seleranya melihat apa yang ada di depan mata seperti itu.

         Menurut dia, obyek wisata di sekitar Pelabuhan Tanjung Kalian seperti Mercusuar, Pantai Batu Rakit dan Pantai Tanjung Asmara sebaiknya ditingkatkan fasilitasnya dan ditata ulang agar lebih teratur karena lokasi tersebut merupakan gerbang barat Pulau Bangka.

         Ia mengatakan, pihaknya sudah berusaha meningkatkan fasilitas dalam lokasi Pelabuhan Tanjung Kalian seperti pambangunan Mushalla, perbaikan ruang tunggu penumpang, peningkatan keamanan dan pembangunan fisik lainnya yang diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pengunjung.

         "Sampai saat ini belum ada laporan kehilangan atau tindak kejahatan lainnya di Pelabuhan Tanjung Kalian, itu merupakan bukti bahwa kami akan terus meningkatkan kenyamanan pengunjung," ujarnya.    
    Selain itu, katanya, setelah penutupan sementara tempat hiburan malam di sekitar Pelabuhan, pada malam hari di lokasi Mercusuar Tanjung Kalian kini ramai dikunjungi warga bahkan kadang sampai pagi hari.

         Ia mengkhawatirkan ramainya tempat tersebut karena dampak penutupan sementara tempat hiburan malam dan berpotensi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan atau tindak maksiat lainnya.

         "Kami berharap adanya kontrol berkelanjutan dari Satpol PP Bangka Barat, jangan sampai penutupan sementara tempat hiburan malam Tanjung Kalian berdampak buruk pada citra pariwisata daerah yang sedang menggeliat," ujarnya.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News