BABEL INGIN KEMBANGKAN WISATA MEDIS

         Pangkalpinang, 13/5 (ANTARA) - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dr Hendra Kusuma menyatakan, Bangka Belitung ingin mencontoh Thailand dalam mengembangkan potensi wisata medis.

        "Babel bermimpi menjadi destinasi wisata medis, mimpinya pada 2015 kami bisa jadi tujuan wisata medis. Oleh karena itu, mulai sekarang kerja sama dengan negara-negara yang telah maju di bidang kesehatan terus dijalin, seperti dengan Thailand yang saat ini kami lakukan,'' kata dr Hendra usai Simposium Ilmiah ''Current Lumban Spine Surgery'' di Pangkalpinang, Minggu.

        Oleh karena itu, Kadiskes mengatakan kegiatan seperti Simposium Ilmiah yang menghadirkan ahli dari negara-negara yang lebih maju di bidang medis perlu dipupuk.

        ''Kami harus memupuk jalinan kerja sama dengan negara-negara yang sudah maju dalam rangka membentuk embrio pariwisata medis tersebut,'' kata Kadiskes.

        Lebih lanjut Kadiskes menjelaskan potensi Babel untuk mengembangkan pariwisata medis terbuka luas karena ditunjang oleh pariwisata alam dan jasa.

        ''Sejalan dengan perkembangan pariwisata alam dan jasa yang terus dikembangkan di sini, maka potensi wisata medis di sini sangat potensial untuk dikembangkan,'' kata dia.

        Sun Clinic menggelar simposium ''Current Lumbar Spine Surgery'' bagi 100 dokter di Bangka Belitung, simposium menghadirkan ahli bedah saraf asal Thailand dr Supreecha Kapiya dari Bangkok Hospital sebagai pembicara.

        Dalam simposium tersebut dipaparkan teknologi terbaru dalam operasi bedah saraf, Direct Lateral Interbody Fusion (DLIF), yakni sebuah teknik pembedahan yang memungkinkan ahli bedah saraf untuk mengoperasi tulang punggung pasien yang rumit.

        Operasi dilakukan dengan menggunakan alat-alat canggih berskala mikroskopis dan keahlian teknisi untuk memonitor jalannya operasi dengan perangkat lunak.

        ''Teknik ini baru dikembangkan di Thailand sekitar 1,5 tahun yang lalu, sedangkan di dunia baru 4 atau 5 tahun lalu, dengan teknik ini pasien tidak perlu takut soal risiko gagal karena keberhasilannya hampir 99 persen,'' kata dr Supreecha Kapiya.

        Thailand telah dikenal sebagai negara dengan teknik operasi saraf yang canggih sehingga mampu menarik warga asing untuk datang berkunjung untuk mendapat perawatan medis.

        Menurut staff pemasaran Bangkok Hospital Judith Mitchell, perkembangan wisata medis di Thailand maju terutama yang berkenaan dengan operasi saraf.

        ''Hampir 38 persen pasien di seluruh dunia kini menjadikan Thailand sebagai tujuan wisata medis karena kami menawarkan pelayanan medis yang lebih murah dibandingkan negara-negara lain, jika dibanding Singapura, misalnya, kami lebih murah 30 persen,'' kata Judith.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News