BABEL SEGARA ATUR STRATEGI PENGHEMATAN BBM BERSUBSIDI

         Pangkalpinang, 24/5 (ANTARA) - Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Eko Maulana Ali menyatakan akan segera mengatur langkah strategis terkait penghematan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

        "Kita memang belum mengaturnya secara khusus tapi langkah strategis terkait penghematan BBM bersubsidi seperti yang telah dicanangkan Pemerintah Pusat awal bulan ini akan segera diatur," kata dia di Pangkalpinang, Kamis.

        Sebelumnya, Pemerintah Pusat telah memutuskan untuk menerapkan lima langkah terkait penghematan BBM bersubsidi.

        Kelima langkah tersebut, antara lain adalah; pertama, melarang kendaraan dinas menggunakan premium bersubsidi, secara bertahap, Jabodetabek, dan kemudian Jawa Bali, termasuk bagi kendaraan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

        Kendaraan tersebut kemudian dipasang label stiker untuk membedakan plat merah dan hitam.

        Kedua, kendaraan di pertambangan dan perkebunan, melalui Peraturan Menteri (Permen), tidak boleh menggunakan solar bersubsidi karena sudah disediakan pertamina khusus pertambangan dan perkebunan.

        Ketiga, konversi diversivikasi BBM ke Bahan Bakar Gas (BBG) terus dijalankan. Pemerintah akan menambah stasiun pengisuan BBG (SPBBG), menambah jumlah gas serta menyiapkan konverter kit.

        Keempat, Perusahaan Listrik Negara (PLN) dilarang membangun pembangkit baru berbasis BBM, PLN harus pindah ke batu bara, gas, geothermal, atau bahkan energi matahari guna menghemat BBM.

        Kelima, penghematan listrik di gedung-gedung pemerintah, seperti pembatasan penggunaan ac, listrik dan air.

        Menurut Gubernur, lima langkah strategis penghematan BBM bersubsidi dinilai tepat karena dapat menjaga kuota BBM 40 juta kiloliter pada tahun 2014.

        "Jika dilaksanakan dengan baik maka hal tersebut dapat menjaga kuota BBM 40 juta kiloliter pada tahun 2014," kata dia.

        Lebih lanjut Gubernur mengimbau agar para pegawai pemerintahan untuk mulai berhemat antara lain dengan menghemat penggunaan listrik di gedung-gedung kantor dinas pemerintahan.

        "Saya imbau agar pemakaian listrik mulai diperhatikan, kalau pada malam hari masih ada kantor yang lampunya masih menyala, cek apa masih ada yang bekerja lembur, kalau tidak matikan saja, dan di siang hari kalau penerangan cukup sebaiknya tidak memakai lampu," kata dia.

        Selain itu terkait dengan penggunaan mobil dinas, Gubernur mengimbau agar mobil dinas tidak dipakai untuk kepentingan pribadi.

        "Mobil dinas harusnya digunakan hanya untuk kepentingan dinas sehingga konsumsi BBM di daerah bisa digunakan untuk pembangunan lain," kata dia.

Sumber: 
Antara
Penulis: 
Antara