BABEL TIDAK AKAN TAMBAH RSBI

         Pangkalpinang, 28/5 (ANTARA) - Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tidak akan menambah jumlah rintisan sekolah bertaraf internasional karena sedang melakukan evaluasi terhadap kualitas RSBI yang sudah ada.

         "Saat ini kami tidak memiliki rencana untuk menambah RSBI di Babel, kami sedang fokus mengevaluasi kualitas sekolah," Kepala Disdik Babel Ahmad Rivai di Pangkalpinang, Senin, terkait dengan  kontroversi mengenai RSBI.  
   Kontroversi mengenai Sekolah RSBI mengemuka karena banyak pihak menilai sistem RSBI diskriminatif dan tidak berpihak pada rakyat miskin.

        Kontroversi tersebut sampai ke ranah Mahkamah Konstitusi (MK) di mana masyarakat menggugat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) terkait persoalan RSBI tersebut.

        Gugatan hukum (judicial review) Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) pasal 50 ayat (3) terhadap pasal 31 UUD 1945 tentang dasar hukum RSBI saat ini sedang disidangkan MK.

        Terkait hal tersebut, Ahmad Rivai menyatakan sekolah RSBI tidak diskriminatif melainkan sebuah alternatif pendidikan.

        "Sekolah RSBI adalah alternatif bagi sekolah berstandar nasional, RSBI bukan segala-galanya jadi tidak usah dipermasalahkan," kata dia.

        Lagipula, menurut rivai, RSBI menyediakan 20 persen kuota bagi siswa dari keluarga miskin.

        "Bagi keluarga yang tidak mampu akan dibebaskan dari komponen biaya selama menempuh pendidikan di RSBI," kata dia.

        RSBI adalah suatu program pendidikan yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional berdasarkan Undang-Undang No. 20 tahun 2003 pasal 50 ayat 3, yang menyatakan Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu pendidikan pada semua jenjang pendidikan untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan  bertaraf internasional.

        Hingga saat ini di Babel terdapat 13 sekolah RSBI. Lima sekolah setingkat sekolah menengah atas, dua sekolah menengah pertama, dan enam sekolah dasar.

Sumber: 
Antara
Penulis: 
Antara