BANGKA BARAT ANGGARKAN PENDAMPING BOS RP10 MILIAR

          Muntok, 30/5 (ANTARA) - Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Bangka Barat, Bangka Belitung, pada tahun ajaran 2012/2013 mengalokasikan anggaran pendamping bantuan operasional sekolah sebesar Rp10 miliar untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah ini.

         "Anggaran tersebut telah disetujui DPRD Bangka Barat dan akan dialokasikan mulai jenjang pendidikan sekolah dasar sampai sekolah lanjutan tingkat atas," ujar Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Disdikpora Bangka Barat Amrullah Sidik di Muntok, Rabu.

         Ia menjelaskan, anggaran pendamping BOS atau yang biasa disebut dana fasilitasi ini diambil dari APBD Kabupaten Bangka Barat 2012 yang memiliki banyak manfaat untuk melengkapi biaya pendidikan yang tidak bisa dianggarkan melalui BOS.

         "Ketentuan pemakaian anggaran BOS sangat ketat, sehingga kadang ada kegiatan yang tidak bisa ditutup menggunakan anggaran itu, untuk itu Pemkab berupaya melengkapinya agar kegiatan belajar mengajar siswa tidak terganggu," kata dia.

         Amrullah menambahkan, panggunaan dana fasilitasi ini mengacu pada BOS seperti untuk membiayai gaji honorer, peningkatan manajemen mutu dan kegiatan lainnya yang bermanfaat untuk meningkatkan proses belajar mengajar di sekolah.

         Untuk proses pengajuan anggaran tersebut, kata dia, pihak sekolah dapat mengajukan terlebih  dahulu anggaran yang dibutuhkan beserta kelengkapan persyaratan lainnya yang dapat ditanyakan langsung ke pihak Disdikpora Bangka Barat.

         Setelah semuanya lengkap, Disdikpora akan memproses apakah pengajuan sesuai dengan kebutuhan di lapangan dan sesuai ketentuan serta benar-benar menyentuh langsung pada kebutuhan peserta didik atau tidak.

         "Proses pengurusan tidak terlalu lama, namun kami lakukan cukup ketat untuk menjaga agar anggaran tersebut tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan," ujarnya.

         Menurut dia, kegiatan yang dapat dimasukkan ke dalam pengajuan  dana fasilitasi tersebut seperti kegiatan guru yang berkaitan dengan proses belajar mengajar di kelas, pemberian gaji guru honorer, perbaikan dan perawatan sarana dan prasarana sekolah yang bersifat ringan dan untuk membiayai kegiatan siswa.

         "Untuk perbaikan dan perawatan berskala besar tidak bsa menggunakan anggaran tersebut, namun pihak sekolah dapat mengajukan melalui rencana kegiatan anggaran (RKA)," ujarnya.

         Dengan dana fasilitasi sebesar Rp10 miliar tersebut, Pemkab mengharapkan ada peningkatan kualitas  pendidikan di daerah ini sehingga dapat mengejar ketertinggalan dari daerah lain sekligus menyiapkan generasi muda yang cerdas dan mampu mengisi pembangunan daerah menuju masyarakat mandiri dan sejahtera.

         "Kami berharap setiap tahun anggaran tersebut dapat ditingkatkan karena setiap anak memiliki hak mendapatkan pendidikan murah dan layak," ujarnya.

Sumber: 
Antara
Penulis: 
Antara