BANGKA BARAT BANGUN DEPO ARSIP RP1,2 MILIAR

Muntok, Bangka Barat, 9/2 (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, pada 2012 berupaya membangun Depo Arsip yang berlokasi di Komplek Pemkab senilai Rp1,2 miliar untuk menyimpan dokumen dari seluruh Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) yang akan diwariskan kepada generasi selanjutnya.

"Pembangunan gedung yang berlokasi di Komplek Perkantoran Pemkab Bangka Barat tersebut merupakan komitmen Bupati dalam upaya memperbaiki bidang kearsipan yang selama ini banyak disepelekan berbagai pihak," ujar Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bangka Barat, Rukiman di Muntok, Kamis.

Ia menjelaskan, anggaran sebesar Rp1,2 miliar tersebut berasal dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Bangka Barat 2012, untuk proses lelang akan dilakukan pada Maret 2012 dan diharapkan pembangunan selesai pada September 2012.

Setelah Depo Arsip selesai dibangun, katanya, akan segera difungsikan untuk mendukung pemahaman dan pengetahuan generasi yang akan datang mengenai sejarah sekarang dan masa lalu karena semua yang dilakukan saat ini merupakan salah satu sisi sejarah bagi generasi yang akan datang.

"Kami berharap ke depan Depo Arsip ini dapat menjadi tempat studi sejarah, untuk itu kami akan membangun gedung yang sesuai dengan kebutuhan dan memenuhi standar sehingga seluruh dokumen yang ada di dalamnya dapat terjaga dengan baik," ujarnya.

Depo Arsip tersebut, menurut rencana akan dilengkapi dengan arsip digital, dipasang kamera CCTV dan ditempatkan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk menjaga keamanan dari hal-hal yang tidak diinginkan karena arsip merupakan barang penting daerah dan negara.

"Kami juga sudah mengirim satu orang karyawan magang di Kantor Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Jakarta untuk mempelajari penerapan dan pengelolaan arsip digital agar setelah sarana dan prasarana siap ada petugas yang bertanggung jawab," ujarnya.

Menurut dia, Depo Arsip nantinya berfungsi menyimpan seluruh arsip yang sudah berkurang masa gunanya atau biasa disebut Arsip In Aktif, setelah berada di Depo Arsip, arsip-arsip tersebut akan dipilahkan antara arsip dan non arsip.

"Setelah dipilah, seluruh arsip akan digabungkan sesuai permasalahan dan dilakukan penyusunan arsip akhir atau didaftar akhir untuk memudahkan pencarian sewaktu-waktu dibutuhkan," ujarnya.

Sementara itu, dalam upaya mengumpulkan bukti sejarah Bangka Barat, pihaknya telah mengusahakan untuk menduplikasikan seluruh bukti sejarah yang berada di ANRI seperti peta wilayah, foto sejarah baik pada masa penjajahan, kemerdekaan maupun setelah merdeka untuk diarsipkan di kantor tersebut sebagai bukti sejarah otentik.

"Kami tidak bisa meminta karena semua itu milik negara, kami hanya bisa menduplikasikan dokumen tersebut dan akan kami simpan di Kantor Arsip agar masyarakat bisa mempelajari dan tahu sejarah daerahnya," ujarnya.

Ia mengharapkan, peran serta masyarakat yang masih memiliki fgoto atau dokumen dalam bentuk apa pun yang memiliki nilai sejarah agar secara suka rela menitipkan benda tersebut untuk pengamanan di kantor arsip daerah.

"Kami membutuhkan bantuan masyarakat untuk kepentingan penelusuran sejarah, hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Arsip," ujarnya.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News