BANGKA BARAT BANGUN IRIGASI 1.500 METER

Muntok, Bangka Barat, 27/4 (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, pada 2012 akan membangun saluran irigasi sepanjang 1.500 meter dalam upaya peningkatan produksi beras di daerah itu.

"Saat ini belum ada lahan tanam padi yang memiliki saluran irigasi, sehingga para petani dalam satu tahun hanya bisa menanam sekali," ujar Kepala Bidang Pertanian pada Dinas Pertanian dan Peternakan Bangka Barat Darmono di Muntok, Jumat.

Ia menjelaskan, saluran irigasi sepanjang 1.500 meter tersebut akan dibangun di Desa Tuik, Kecamatan Kelapa untuk mengaliri hamparan lahan tanam padi di daerah itu yang luasnya mencapai sekitar 160 hektare lebih.

Menurut dia, program tersebut akan menghabiskan anggaran sebesar Rp647 juta yang dianggarkan melalui Dana Alokasi Khusus Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kabupaten 2012 dalam mewujudkan peningkatan produksi beras nasional.

"Pembangunan akan segera dilaksanakan sekitar Juni 2012, diharapkan Dinas PU Bangka Barat mampu menyelesaikan tepat waktu akhir tahun sehingga tahun depan sudah dapat digunakan untuk mengaliri lahan tanam padi yang sudah ada," ujarnya.

Setelah lahan tanam padi di daerah itu mampu dialiri sepanjang tahun, diharapkan dapat berubah menjadi sawah dan dapat ditanami minimal dua kali setahun sehingga produksi padi lokal meningkat.

Untuk produksi Bangka Barat, Menurut dia, pada 2011 produksi beras petani lokal mencapai 1.264,18 ton atau 2.039 ton gabah kering panen (GKP), hasil tersebut diambil dari rumus penghitungan GKP dikalikan 62 persen sama dengan beras siap konsumsi.

"Hasil panen sebanyak 1.264,18 ton beras tersebut berasal dari 1.334 hektare lahan tanam padi di enam kecamatan meliputi Kecamatan Muntok, Simpang Teritip, Tempilang, Kelapa, Jebus dan Parittiga," ujarnya.

Menurut dia, selama ini padi lokal hanya menghasilkan sekitar 1,7 ton gabah kering panen per hektare per tahun atau sekitar 1,054 ton beras per hektare per tahun.

"Minimnya hasil panen tersebut dipengaruhi masa tanam hanya sekali setahun dan keengganan petani merawat tanaman selama masa tanam, mereka hanya menerapkan 3T yaitu Tebas lahan, Tanam padi dan Tinggal sampai panen," ujarnya.

Darmono menambahkan, produksi tersebut hanya mampu mencukupi kebutuhan beras daerah sebesar 6 persen karena kebutuhan beras saat ini mencapai 17 ribu ton lebih untuk mencukupi jumlah penduduk Bangka Barat yang mencapai 183.869 orang.

Dengan adanya saluran irigasi tersebut diharapkan terjadi peningkatan produksi beras daerah dan tidak menutup kemungkinan jika program perluasan hamparan sawah di daerah itu jadi dilaksanakan, saluran irigasi juga akan diperpanjang, tergantung kebutuhan warga untuk mengaliri sawahnya.

"Untuk sumber air, diperkirakan tidak ada kendala karena sumber air diambil dari Sungai Jering yang mengalir sepanjang tahun," ujarnya.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News