BANGKA BARAT BANGUN PLTU 2X7 MW

Muntok, Bangka Barat, 8/1 (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan kapasitas 2x7 mega watt (MW), untuk mengatasi kekurangan arus listrik yang mencapai 4 MW di kabupaten itu.


Kebutuhan arus listrik di Bangka Barat sekitar 8 MW, sementara arus yang tersedia saat ini baru sekitar 4 MW, maka dibangun PLTU untuk mengatasi kekurangan tersebut, kata Bupati Bangka Barat, Zuhri di Muntok, Sabtu.

Ia mengatakan, PLTU itu rencananya dibangun di Pantai Batu Berani yang sebelumnya direncanakan di Pantai Batu Rakit namun terkendala proses analisis dampak lingkungan dan pihaknya sudah menjalin kerja sama dengan pihak ketiga untuk membangun PLTU tersebut.

Saat ini sedang dilakukan pengkajian lingkungan agar pembangunan PLTU tidak menimbulkan masalah nantinya, pembangunan PLTU ini sangat penting untuk menggerakkan roda pembangunan daerah yang membutuhkan arus listrik, ujarnya.

Menurut dia, jika pembangunan PLTU terealisir maka Bangka Barat bebas dari krisis listrik karena daya sudah mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang mencapai 15.063 orang.
"Apalagi adanya rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), maka Babel bebas dari krisis listrik dan bahkan bisa menjual arus listrik ke luar daerah. Kami mendukung pembangunan PLTN," ujarnya.

Sementara itu, Kepala PLN Ranting Muntok, Ansar mengatakan, konsumsi PLN di wilayah Ranting Muntok sebanyak tiga juta Kwh per bulan dari daya yang dimiliki oleh pembangkit listrik tenaga diesel sebesar 6.500 volt dan beban 4 MW.

Pembangkit listrik di Muntok hanya melayani Kecamatan Muntok hingga Simpang Ibul, sedangkan untuk Jebus, Kelapa, dan Tempilang disuplai dari PLTD Merawang, jelasnya.
Di Bangka Barat, masih ada wilayah yang belum teraliri listrik sama sekali yaitu Desa Kundi. Di daerah itu belum ada aliran listrik sama sekali karena terkendala jaringan karena untuk pemasangan jaringan tergantung dana dana APBN, ujarnya.

(T.KR-HDI/C/S004/S004) 08-01-2011 13:16:54 NNNN

Copyright © ANTARA

Sumber: 
Antara