BANGKA BARAT BENAHI OBYEK WISATA SEJARAH

Muntok, Bangka Barat, 29/2 (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, mulai membenahi obyek wisata untuk mewujudkan Kota Muntok sebagai tempat wisata sejarah seiring perkembangan pariwisata di daerah itu.

"Pembenahan beberapa obyek wisata di Muntok sebagai bentuk kepedulian Pemkab dalam mengakomodasi keinginan para pelaku wisata mewujudkan Kota Muntok sebagai kota wisata sejarah," ujar Wakil Bupati Bangka Barat H Sukirman di Muntok, Rabu.

Upaya Pemkab dalam mewujudkan keinginan tersebut, katanya, untuk langkah awal Pemkab akan segera memperbaiki Pesanggrahan Menumbing, mulai dari perbaikan bangunan, lingkungan sekitar bangunan dan akses jalan menuju ke tempat tersebut.

Menurut dia, akses jalan menuju ke Pesanggarahan Menumbing saat ini masih kurang mendukung karena terlalu sempit dan berbahaya bagi para pengunjung yang belum menguasai medan, untuk itu Pemkab akan segera memperbaiki jalan tersebut.

Selain itu, di komplek gedung tersebut akan dibangun fasilitas pendukung lainnya seperti taman bermain, kafetaria, tempat parkir, tempat ibadah dan istirahat agar pengunjung betah berlama-lama sambil menikmati indahnya perbukitan di sekeliling perbukitan.

"Kami ingin para wisatawan memiliki kesan positif dan mau datang kembali ke tempat tersebut yang akan memberi dampak pada ekonomi masyarakat sekitar obyek wisata tersebut," ujarnya.

Ia mengatakan, semakin banyak wisatawan datang ke tempat tersebut diharapkan masyarakat menangkap peluang ekonomi yang ada melalui sektor perdagangan, jasa, industri kecil dan menengah dan lainnya.

Butuh kreativitas dalam menangkap peluang usaha tersebut, tinggal bagaimana masyarakat menyikapi peluang tersebut karena dalam hal ini Pemkab hanya memfasilitasi kebutuhan dan keinginan masyarakat.

Selain Pesanggrahan Menumbing, Kota Muntok juga memiliki banyak bangunan dan tempat bersejarah seperti Rumah Tahanan Muntok, Pekuburan Belanda, Gedung Timah, Rumah Residen Belanda, Gudang kuning pada zaman dahulu digunakan untuk menempatkan serdadu berkuda dari kavaleri Inggris, Rumah Mayor, Rumah Kapiten, Pelabuhan Muntok, Mecusuar Tanjung Kalian dan Tanjung Ular.

Untuk wisata sejarah dan religi Kota Muntok memiliki Klenteng Kung Fuk Miau, Masjid Jamik, Makam Abang Pahang atau Tumenggung Dita Menggala (Tumenggung I Muntok), Makam Abang Ismail atau Tumenggung Kertanegara (Tumenggung II Muntok) dan Makam Abang Toyib atau Tumenggung Kertawijaya (Tumenggung III Muntok).

Untuk obyek wisata selain itu, katanya, Pemkab bekerja sama dengan komunitas dan pelaku wisata di daerah itu masih melakukan pendataan mana saja bangunan yang termasuk dalam rangkaian sejarah Kota Muntok yang ke depan akan diberdayakan menjadi obyek wisata.

"Kota Muntok memiliki keunikan dalam arsitektur bangunan peninggalan zaman dahulu, dimana banyak terdapat bangunan berarsitektur China, Eropa dan Melayu yang bercampur dalam satu kota, hal ini merupakan suatu perpaduan unik yang layak dikembangkan dan dijual kepada wisatawan," ujarnya.

Selain perbaikan obyek wisata, menurut dia, Pemkab juga sedang merencanakan pembangunan jalan di Kota Muntok untuk memperlancar akses wisatawan menuju obyek wisata yang ada sekaligus memperindah kota.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News