BANGKA BARAT BENTUK 12 DESA MANDIRI

         Muntok, Bangka Barat, 4/6 (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, pada 2012 membentuk 12 desa mandiri dalam upaya melaksanakan percepatan pembangunan di daerah itu.

        "Ini program unggulan Kabupaten Bangka Barat dan belum ada satupun kebupaten di Indonesia melaksanakan program percepatan pembangunan dengan model seperti ini," ujar Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Bangka Barat, Sidharta Gautama, di Muntok, Senin.

        Ia menjelaskan, pembentukan desa mandiri ini dimaksudkan agar pembangunan yang dilakukan seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lebih fokus mengembangkan 12 desa mandiri tersebut, namun tidak meninggalkan pembangunan desa lainnya.

        Menurut dia, 12 desa mandiri yang sudah ditetapkan pada 2012 meliputi, dari Kecamatan Kelapa terdapat dua yaitu Desa Sinarsari dengan potensi perkebunan dan Tuik potensi pertanian, Kecamatan Templang terdiri dari Desa Simpang Yul dengan potensi perkebunan dan Tanjung Niur dengan potensi perikanan dan kelautan,
   Selanjutnya, Kecamatan Simpang Teritip yaitu Desa Rambat dengan potensi perikanan kelautan dan Desa Kundi dengan potensi perkebunan, untuk Kecamatan Jebus terdapat tiga desa mandiri yaitu Desa Rukam dengan potensi perkebunan, Desa Ketab dengan perkebunan dan Air Kuang yang memiliki potensi desa energi kelistrikan dan biogas.

        "Untuk Kecamatan Parittiga kami tetapkan Desa Bakik dengan potensi pariwisata dan kelautannya yang melimpah sementara untuk Kecamatan Muntok dua desa tersebut adalah Desa Belo Laut dengan potensi perikanan kelautan dan Desa Air Putih yang memiliki potensi industri dan pariwisata," ujarnya.

        Ditetapkannya 12 desa yang dipilih menjadi desa mandiri tahun ini diharapkan mampu memberi contoh desa lain sehingga ke depan semua desa termotivasi membentuk desanya menjadi desa mandiri.

        Menurut dia, Bangka Barat saat ini terdapat 60 desa dan empat kelurahan yang terdapat di enam kecamatan meliputi Kecamatan Muntok, Simpang Teritip, Tempilang, Kelapa, Jebus dan Parittiga dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 180 ribu jiwa.

        Dengan potensi yang sedemikian besarnya, kata dia, diharapkan seluruh desa mampu mengembangkan pembangunan menurut potensi desa masing-masing sehingga akan terjadi percepatan pembangunan daerah.

        "Pembentukan desa mandiri ini sudah beberapa kali kami presentasikan ke kementerian seperti Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan dan kementerian lain agar Pemerintah Pusat mendukung program yang baru pertama kali dilakukan di seluruh Indonesia ini dapat berjalan sukses.

        "Kami berharap program ini mampu menjadi contoh desa lain di seluruh Bangka Barat dan tidak menutup kemungkinan jika sukses pelaksanaan dan pencapaian akan menjadi perconttohan pengembangan pembangunan desa di seluruh Indonesia," ujarnya.

        Ia mengatakan, salah satu ikon pembangunan Bangka Barat tersebut sudah berjalan sejak Maret 2012 dan akan berkelanjutan dengan target awal pada akhir kepemimpinan Bupati Zuhri M Syazali sudah mampu membentuk 30 desa mandiri.

Sumber: 
Antara
Penulis: 
Antara