BANGKA BARAT BENTUK ENAM DESA MANDIRI PANGAN

            Muntok, Bangka Barat, 1/5 (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, pada 2012 akan merealisasikan pembentukan enam desa mandiri pangan untuk mewujudkan program swasembada beras.  
    "Meski secara umum sektor pertanian padi belum populer di daerah itu seiring masih rendahnya minat masyarakat bertani, kami akan berusaha mewujudkan enam desa tersebut mandiri pangan," kata Kepala Bidang Pertanian Dinas Pertanian dan Peternakan Bangka Barat Darmono di Muntok, Selasa.

         Ia menjelaskan enam desa tersebut yaitu Desa Kundi di Kecamatan Simpang Teritip, Desa Simpang Yul (Kecamatan Tempilang), Desa Ketap dan Telak (Kecamatan Jebus), Desa Tuik dan Beruas di Kecamatan Kelapa.

         Untuk saat ini, kata dia, Desa Tuik sudah terbukti mampu surplus beras hingga mencapai 67 ton per tahun, dan diharapkan yang lainnya dapat mencontoh keberhasilan tersebut karena pemerintah daerah telah membuka lahan penanaman padi di setiap desa.

         Pada awal 2012 Desa Tuik berhasil memproduksi beras sebanyak 192 ton dari 160 hektare luas ladang padi yang tersedia di desa tersebut. Lahan tersebut dikelola masyarakat  yang terhimpun dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Pakat dengan jumlah anggota sebanyak 165 kepala keluarga.

         "Apabila dihitung dari asumsi kebutuhan per kapita di Indonesia yaitu sebesar 139,15 kilogram per tahun, dengan jumlah warga desa sebanyak 894 jiwa, total konsumsi beras hanya sebesar 124 ton per tahun, itu berarti terdapat surplus sekitar 67 ton," ujarnya.

         Ia menambahkan, keberhasilan Desa Tuik dalam mencapai swasembada beras memacu pemerintah kabupaten memperluas lahan tanam padi terutama di desa yang akan dijadikan desa mandiri pangan.

         "Untuk tahun ini kami berencana menambah sekitar 300 hektare lahan sawah di Tempilang 150 hektare, Kelapa 50 hektare dan Jebus 100 hektare, sekaligus menjadikannya lahan sawah," ujarnya.

         Selain perluasan lahan sawah, kata dia, pemerintah kabupaten juga akan menyalurkan bantuan benih, pupuk, insektisida, bibit tanaman pascapanen padi dan fasilitas lainnya.

         Ia mengatakan, setelah panen raya dilaksanakan, petani setempat dapat memanfaatkan lahannya dengan menanam jenis tanaman lain, seperti bawang, sayuran dan buah-buahan sekaligus untuk meningkatkan pendapatan mereka, kemudian mengolah kebun karet, durian dan lada yang sudah ditekuni secara turun temurun.

         "Kami juga mengupayakan petani setempat mengoptimalkan lahannya dengan memelihara ikan, tanaman perkebunan dan hortikultura lainnya," ujarnya.

         Selain itu, peralatan pertanian dan pengolahan hasil panen juga akan disediakan untuk meringankan modal petani di daerah itu agar segera terwujud masyarakat yang mandiri dan sejahtera mskipun baru enam desa.

         "Jika enam desa tersebut pada tahun ini dapat diwujudkan menjadi desa mandiri pangan, diharapkan pada tahun berikutnya akan banyak desa yang tertarik mempelajarinya, sementara pemerintah daerah lebih mudah mewujudkan seluruh desa di Bangka Barat menjadi desa mandiri pangan," ujarnya.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News