Bangka Barat Buka Kebun Durian Baru 50 Ha

Bangka Barat, 1/11 (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, membuka kebun durian baru seluas 50 ha senilai Rp250 juta di dua kecamatan untuk menjadikan kedua daerah itu sebagai sentra komoditas itu.

"Anggaran sebesar Rp250 juta tersebut berasal dari bantuan sosial Pemerintah Pusat pada 2011 untuk meningkatkan luas kebun durian di Kecamatan Muntok dan Simpang Teritip," ujar Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, Suhadi di Muntok, Bangka Barat, Selasa.

Ia menjelaskan, bantuan sebesar Rp250 juta tersebut disalurkan langsung ke kelompok tani yang proposalnya telah disetujui untuk membuka lahan seluas 50 hektare, penyediaan bibit dan perawatan tanaman.

Menurut dia, jumlah proposal pengajuan dari kelompok tani yang masuk sekitar 40 proposal namun tidak semuanya disetujui, hanya yang memenuhi syarat saja yang mendapatkan bantuan tergantung survei lapangan yang dilakukan petugas.

"Kami melakukan seleksi ketat setiap proposal yang masuk, seperti jumlah petani, kondisi lahan, dan keseriusan petani untuk menggarap lahan tersebut, jangan sampai bantuan yang disalurkan tidak tepat sasaran," ujarnya.

Menurut dia, kelompok tani yang mendapatkan bibit durian unggul terus dibina dan dipantau, untuk mengetahui perkembangan bibit yang ditanam dan cara perawatannya sehingga target menjadikan daerah tersebut sebagai sentra durian tercapai.

Ia menjelaskan, perencanaan program tersebut sudah lama, namun baru terealisasi tahun ini dengan menggandeng para kelompok tani dan mengupayakan satu hingga tiga hamparan untuk ditanami bibit unggul durian namlung.

"Pada 2010 terdapat sekitar 31.100 batang kebun durian rakyat di atas lahan sekitar belasan ha yang produksinya belum menjanjikan karena bukan bibit unggul, dengan penambahan kebun durian seluas 50 ha ini diharapkan akan mengembalikan kejayaan Bangka Barat sebagai sentra durian," ujarnya.

Ia menjelaskan, lahan seluas 50 hektare tersebut ditanami bibit durian sekitar 55.000 batang atau 110 batang per hektare, dengan harapan pada lima sampai tujuh tahun kedepan sudah menghasilkan buah sekitar 200 buah per pohon berbobot sekitar dua kilogram per satu buah.

Selain pembukaan lahan baru seluas 50 ha tersebut, menurut dia, upaya yang dilakukan Distannak untuk mewujudkan Bagka Barat sebagai sentra durian juga sudah meremajaan pohon durian di areal seluas 200 ha yang terdapat di Kecamatan Muntok, Simpang Teritip dan Jebus.

Ia menjelaskan, bibit unggul durian lokal memiliki kelebihan seperti cepat berbuah dalam masa lima hingga tujuh tahun pasca tanam, sementara bibit biasa harus menunggu hingga 15 tahun baru bisa berbuah.

"Kami mengharapkan Bangka Barat bukan cuma penghasil durian dalam bentuk buah saja, namun ada pengembangan buah tersebut menjadi pangan olahan untuk meningkatkan kesejahteraan petani," ujarnya.
 

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News