BANGKA BARAT BUKA PELUANG INVESTASI POTENSI DAERAH

    Muntok,  (Antara) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, membuka peluang investasi pengolahan berbagai potensi sumber daya alam daerah yang selama ini dinilai belum begitu maksimal meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
    "Selama ini berbagai potensi sumber daya alam masih dijual ke luar daerah dalam bentuk bahan baku, kami ingin ke depan diolah di daerah terlebih dahulu agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi," ujar Kepala Bidang Fisik dan Sarana Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bangka Barat Helwanda di Muntok, Selasa.
    Selain meningkatkan nilai ekonomi, kata dia, pengolahan bahan baku menjadi barang setengah jadi dan barang jadi diharapkan bisa menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat di daerah itu.
    Menurut dia, Kabupaten Bangka Barat memiliki berbagai potensi yang bisa dikembangkan seperti hasil pertambangan, perkebunan, periwisata, perhubungan, perikanan laut dan darat serta sektor jasa yang selama ini belum begitu menggeliat.
    "Sektor pertambangan masih terfokus pada tambang timah, padahal tambang lain masih banyak dan belum tersentuh sama sekali seperti tambang kuarsa, ilemenit, kaolin, bauksit, granit dan zirkon dan itu tersebar di seluruh enam kecamatan," kata dia.
    Pemkab setempat sudah mengalokasikan lahan sekitar 1.275 hektare yang berada di kawasan industri terpadu di Tanjung Ular, Kecamatan Muntok yang juga akan dilengkapi dengan pelabuhan terpadu.
    "Untuk lahan tidak ada masalah karena lokasi tersebut sudah ditetapkan sebagai kawasan industri terpadu pendukung realisasi program nasional Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI)," katanya.
    Selain pertambangan, kata dia, sektor pertanian dan perkebunan juga memiliki potensi untuk dikembangkan seperti perkebunan kelapa sawit, karet dan lada yang selama ini menjadi andalan warga setempat dan masih dijual dalam bentuk bahan mentah.
    Helwanda mencontohkan, di Bangka Barat produksi lada per tahun mencapai 1.940,16 ton per tahun atau produktivitas mencapai 5,75 ton per hektare per tahun, dengan luas areal tanam 3.799,67 hektare yang tersebar di lima kecamatan.
    Untuk komoditas karet, lanjutnya, produksi setiap tahun bisa mencapai 12.413 ton dengan produktivitas 7,21 ton per hektare dan luas areal perkebunan mencapai 14.627 hektare.
    "Dua Komoditas perkebunan utama selain kelapa sawit itu selama ini masih dijual petani lokal dalam bentuk mentah, lada masih dalam bentuk biji dan karet batangan yang harganya relatif rendah," katanya.
    Menurut dia, kalau ada investor yang mau mengebangkan industri pengolahan hasil perkebunan tersebut, diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memberi nilai tambah sumber alam yang ada dan membuka lapangan pekerjaan.
    Selain itu, tambahnya, masih banyak potensi daerah yang bisa dikembangkan, seperti sektor pariwisata yang memiliki aset melimpah pada wisata sejarah dan budaya, serta potensi wisata pantai yang belum dikembangkan.
    "Invetasi pengolahan perikanan laut dan darat serta berbagai pendukung, seperti pabrik es, pengolahan ikan dan berbagai sektor lain juga masih memiliki peluang untuk dikembangkan," katanya.

Oleh Donatus Dasapurna Putranta

 

Sumber: 
ANTARANEWS

Berita

18/01/2018 | Bagian Komunikasi, Humas dan Protokol Setda Bangka Barat
16/01/2018 | Bagian Komunikasi, Humas, dan Protokol Kab. Bangka Barat
10/01/2018 | Kominfo
09/01/2018 | Bagian Komunikasi Humas dan Protokol Bangka Barat
22/12/2017 | PPID Kab. Bangka Barat
22/12/2017 | Diskominfo Kab. Bangka Barat
20/12/2017 | Diskominfo Kab. Bangka Barat
19/12/2017 | Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perindustrian Kab. Bangka Barat
17/12/2017 | PPID Kab. Bangka Barat