Bangka Barat Fasilitasi Pemasaran Madu Asli

Muntok (Antara Babel) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memfasilitasi pemasaran madu asli ke pasar Jakarta untuk meningkatkan kemandirian para petani madu lokal.

"Jakarta memiliki peluang pasar yang cukup besar, kami optimistis langkah pemasaran langsung ini akan membawa dampak positif terhadap kemandirian dan kesejahteraan petani madu di daerah," kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Fachriansyah di Muntok, Rabu.

Ia mengatakan, selama ini produk madu asli dengan pilihan rasa pahit dan manis hanya dipasarkan di dalam daerah Provinsi Babel dengan harga yang cukup terjangkau.

Menurut dia, penjualan madu dengan pola tradisional tersebut masih kurang mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan pembudidaya madu karena jumlah permintaan pasar tidak terlalu banyak.

"Jakarta memiliki jumlah penduduk yang cukup banyak dan kebutuhan madu untuk dikonsumsi juga cukup besar, kami yakin dengan cita rasa dan kualitas madu asli Bangka Barat akan mampu menembus persaingan, bahkan menjadi primadona di kalangan penggemar madu," katanya.

Agar mampu memenangkan persaingan pasar, Pemkab Bangka Barat terus mendorong agar petani budidaya madu lokal mampu menjaga kualitas produk dan melakukan pengemasan sesuai standar pasar modern.

Sebagai bentuk keseriusan pemerintah melaksanakan target tersebut, beberapa hari lalu Bupati Parhan Ali didampingi Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan Bangka Barat besama Kabag Humas Pemkab sertempat melakukan kunjungan kerja ke PT Madu Pramuka Cibubur.

Pada kesempatan itu rombongan meninjau langsung proses budidaya lebah, panen hingga proses pengemasan produk dan penjualan yang dilakukan di gerai khusus.

"Pada kunjungan itu bupati juga melakukan penjajakan awal rencana kerja sama pengembangan madu alami dengan perusahaan itu," kata dia.

Ia mengatakan, Bangka Barat memiliki beberapa lokasi yang selama ini terkenal sebagai penghasil madu berkualitas, di antaranya Desa Beruas, Kecamatan Kelapa dan Desa Pelangas Simpangteritip.

"Dua desa itu cukup potensial untuk terus dikembangkan sebagai sentra madu, kami optimistis pola yang dikembangka akan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Sumber: 
antaranews
Penulis: 
Donatus Dasapurna Putranta
Editor: 
Mulki

Berita

29/03/2017 | Bag.Komunikasi Humas dan Protokol
29/03/2017 | Bag.Komunikasi Humas dan Protokol
27/03/2017 | Dinas Komunikasi dan Informatika Kab. Bangka Barat
24/03/2017 | Bagian Komunikasi Humas dan Protokol
22/03/2017 | Bagian Komunikasi Humas dan Protokol
17/03/2017 | Bagian Komunikasi Humas dan Protokol
17/03/2017 | Diskominfo Kabupaten Bangka Barat
15/03/2017 | Diskominfo Babar
09/03/2017 | Bagian Komunikasi Humas dan Protokol
09/03/2017 | Bagian Komunikasi Humas dan Protokol