BANGKA BARAT FASILITASI SERTIFIKAT SAWAH 300 HEKTARE

Muntok, Bangka Barat, 26/4 (ANTARA) - Pemerntah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung pada 2012 berupaya memfasilitasi sertifikat sawah seluas 300 hektare dalam upaya melindungi lahan dari kepentingan sektor usaha lain.

"Pemkab membantu sertifikat sawah seluas 300 hektare bagi para petani di tiga kecamatan dalam upaya melindungi dan mengembangkan pangan pokok khususnya beras," ujar Kepala Bidang Pertanian Dinas Pertanian dan Peternakan Bangka Barat Darmono di Muntok, Kamis.

Sebanyak 300 hektare lahan sawah yang akan mendapatkan insentif dari Pemkab tersebut terdapat di tiga kecamatan terdiri dari Kecamatan Tempilang yaitu di Buyan Kelumbi seluas 150 hektare, Kecamatan Kelapa di Desa Beruas seluas 50 hektare, Kecamatan Jebus di Desa Tumbak Petar 52 hektare dan Desa Jebus 48 hektare.

"Upaya tersebut sebagai realisasi Peratuaran Pemerintah Nomor 12 Tahun 2012 tentang Insentif Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan dan dalam upaya mewujudkan swaseambada beras nasional 2014," ujarnya.

Selain memfasilitasi setifikat tanah, kata dia, Pemkab juga akan membangun fasilitas lain, seperti jalan usaha tani, penyediaan alat mesin giling, embung dan saluran irigasi di daerah itu.

Meskipun belum diterbitkan rencana tata ruang wilayahd di daerah itu, namun menurut dia sertifikasi lahan tersebut harus segera diwujudkan karena warga sudah menikmati dan merasakan pembangunan hasil dari pertanian untuk kesejahteraan masyarakat di daerah itu.

Saat ini di Bangka Barat terdapat sekitar 1.334 hektare lahan tanam padi yang terdiri dari sekitar 600 hektare berupa lahan hamparan dan sisanya dikelola swadaya warga.

"Sampai saat ini seluruh lahan di Bangaka Barat bel;um ada yang memiliki sertifikat, dengan adanya insentif pembuatan sertifikat tersebut diharapkan animo petani menanam padi semakin berkembangdan minimal mampu mewujudkan desa mandiri beras," ujarnya.

Ia mengatakan, untuk mewujudkan mandiri beras kabupaten masih jauh karena sampai saat ini petani lokal baru bisamencukupi sekitar enam persen kebutuan beras Bangka Barat, selebihnya dipasok dari daerah lain seperti Pulau Jawa dan Sumatera.

Menurut dia, jika pada 2015, petani lokal mampu memproduksi beras sebesar 30 persen dari kebutuhan daerah saja sudah menjadi presatasi tersendiri, karena sektor peratanian merupakan biddang baru bagi warga di daerah itu.

"Dalam upaya mencapai hal tersebut sekaligus mendukung program peningkatan produksi beras nasional, tahun ini kami mengusulkan pembukaan lahan sawah seluas 1.000 hektare agar dapat disetujui Pusat dan dapat direalisasikan pada 2013," ujarnya.

Darmono menambahkan, pengajuan bantuan ke Pemerintah Pusat untuk membuka sekitar 1.000 hektare di seluruh kecamatan meliputi kecamatan Muntok, Simpang Teritip, Tempilang, Kelapa, Jebus dan Parittiga dengan memprioritaskan di desa yang akan dijadikan desa mandiri pangan.

Selain itu, upaya peningkatan lahan tanam padi juga akan dilakukan dengan memanfaatkan lahan bekas tambang timah yang sudah tidak produktif atau tidak mengandung bijih timah.

"Kami akan merangkul warga sekitar lahan bekas tambang dan memberikan motivasi untuk menjaga agar lahan tersebut tidak beralih fungsi menjadi lahan tambang kembali sehingga upaya mewujudkan ketahan pangan nasional dapat segera tercapai," ujarnya.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News