BANGKA BARAT GANDENG BANYUASIN PASARKAN PRODUK UKM

         Muntok, Bangka Barat, 7/6 (ANTARA) - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Bangka Barat berupaya menggandeng Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, untuk memasarkan produk unggulan UKM daerah itu.

         "Upaya itu merupakan salah satu langkah Pemkab mengatasi masalah utama yang sering dihadapi para pelaku UKM yaitu sulitnya memasarkan  produksi," kata Kepala Disperindagkop dan UKM Bangka Barat Abdullah Aidid di Muntok, Kamis.

         Untuk mengatasi masalah tersebut, kata dia, Pemkab dua daerah pemekaran tersebut akan melakukan nota kesepakatan antarpemkab, namun saat ini sedang dalam proses penjajagan.

         Menurut dia, sebagai bukti keseriusan dua Pemkab tersebut, pada Kamis (7/6) dilakukan pembicaraan antarSKPD untuk menindaklanjuti langkah apa yang harus dilakukan masing-masing untuk prospek ke depan dalam memasarkan produk UKM bertempat di ruang OR II Sekretaris Daerah Bangka Barat.

         "Upaya ini sebagai bentuk keseriusan Pemkab dalam upaya meningkatkan volume pemasaran produk unggulan UKM Bangka Barat seperti terasi, rusip, kerupuk kemplang, madu pahit, madu manis, lada putih, pewter dan lainnya," ujarnya.

         Selain itu, menurut dia, langkah ini diambil untuk meningkatkan pemasaran produk UKM yang selama ini masih berputar di pasar lokal dan kurang dikenal di daerah lain.

         Ia mengatakan, meningkatnya volume perdagangan produk UKM diharapkan mampu meningkatkan motivasi para pelaku UKM dalam menggeluti usaha yang memiliki prospek cerah tersebut.

         "Bangka Barat memiliki potensi sumber daya alam yang luar biasa, namun belum bisa dioptimalkan karena keterbatasan sumber daya manusia yang ada karena warga lebih memilin menjadi penambang bijih timah atau petani karet daripada menjadi pelaku UKM," kata dia.

         Ia mengatakan, selain lebih mudah mencari uang dengan menambang atau bertani, pemasaran produk UKM juga menjadi masalah serius dan sering kali para pelaku UKM berhenti di tengah jalan karena kesulitan dalam memasarkan produk mereka.

         Abdullah menambahkan, selain menjalin kerja sama dengan Pemkab Banyuasin, Disperindagkop juga telah menjalin kerja sama dengan para pemilik toko oleh-oleh di Palembang, Sumatera Selatan.

         "Ada beberapa toko yang sudah menjalin kerja sama, kami secara berkala memasok produk UKM sesuai permintaan mereka," kata dia.

         Untuk lebih memiliki daya saing, ia mengingatkan kepada para pelaku UKM agar terus meningkatkan kualitas, variasi produk dalam rasa dan bentuk serta memperhatikan kemasan agar leebih menarik.

         "Kami akan terus berupaya meningkatkan daya saing tersebut agar lebih laku di pasaran sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha," kata dia.

Sumber: 
Antara
Penulis: 
Antara News