BANGKA BARAT GELAR NAPAK TILAS SOEKARNO-HATTA

          Muntok, Bangka Barat, 12/6 (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, pada 17 Juni 2012 akan menggelar napak tilas rekam jejak sejarah perjalanan Soekarno-Hatta ketika diasingkan di Kota Muntok.

         "Kegiatan ini kami gelar untuk mengenang perjalanan Proklamator ketika diasingkan pada 1948 di kota tersebut dan kegiatan ini dibuka untuk umum," kata Ketua Pelaksana Kegiatan Napak Tilas 2012 Moechtar Adjemain di Muntok, Selasa.

         Ia menjelaskan, kegiatan rutin setiap tahun dan sudah dilaksanakan sebanyak enam kali tersebut digelar dengan tujuan menumbuhkan semangat patriotisme generasi muda yang mulai memudar oleh arus modernisasi dan globalisasi.

         Menurut dia, kegiatan tersebut akan mengambil start dari halaman wisama Ranggam dan berakhir di Kawasan Pantai Tanjung Kalian.

         "Kami berharap ada peningkatan jumlah peserta  dari tahun kemarin yang jumlahnya mencapai sekitar 400 orang," ujarnya.

         Ia mengatakan, seluruh peserta diwajibkan mengenakan pakaian zaman dahulu untuk memberikan kesan dramatis dan seolah-olah peserta berada pada zaman dahulu dan membawabekal juadah khas Muntok yang akan dimakan beramai-ramai setelah rombongan sampai di garis finish.

         "Ini sengaja dilakukan agar peserta terbawa suasana 1948 untuk menumbuhkan rasa patriotisme dan nasionalisme pada peserta," ujarnya.

         Ia mengatakan, dalam kegiatan tersebut akan dihadiri kerabat para pejuang kemerdekaan yang dahulu pernah diasingkan di Muntok.

         "Yang sudah memberi kepastian untuk hadir dalamacara tersebut dari keluarga Alisastro Amidjojo, M Roem dan keluarga Soekarno, untuk keluarga pejuang lain kami masih menunggu konfirmasi ulang,"kata dia.

         Ia mengharapkan, dalam kegiatan tersebut para pelajar dapat mengikutinya karena diadakan pada hari Minggu agar mereka mampu menangap nilai-nilai patriotisme dan naionalisme yang terakandung di dalamnya sehingga mau berperan dalam mengisi pembangunan.

         Menurut dia, bangsa yang besar adalah mereka yang benar-benar menghargai dan memaknai sejarah serta terus mengingat jasa-jasa pejuang dan tokoh bangsa.

         "Napak tilas ini juga diharapkan mampu memperkuat tali sejarah dan menjalin hubungan silaturrahmi dengan keluarga para tokoh pejuang kemerdekaan RI sehingga tidak terputus oleh kemajuan zaman," ujarnya.

         Peserta napak tilas akan mengenakan pakaian persis yang dipakai rombongan Bung Karno dan Hatta pada tahun 1948 dan menyanyikan lagu-lagu perjuangan dengan menempuh jarak sekitar 10 kilo meter dari Wisma Ranggam sampai Tanjung Kalian .

         Berdasarkan catatan sejarah, Soekarno dan sejumlah tokoh nasional lainnya dibawa ke Muntok dibagi menjadi tiga kelompok atau rombongan. Rombongan pertama adalah Mohammad Hatta, Mr AG Pringgodigdo, Mr Assaat, dan Komodor Udara S Suryadarma yang diasingkan 22 Desember 1948 dari Yogyakarta.

         Rombongan kedua adalah Mr Moh Roem dan Mr Ali Sastroamidjojo yang diasingkan dari Yogyakarta ke Manumbing pada 31 Desember 1948. Rombongan ketiga terdiri dari Bung karno dan Agus Salim juga diasingkan ke Bangka pada 6 Februari 1949 dari tempat pengasingannya semula di Kota Prapat, Sumatera Utara.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News