BANGKA BARAT GIATKAN KEMITRAAN BIDAN-DUKUN BERANAK

              Muntok, Bangka Barat, 31/5 (ANTARA) - Dinas Kesehatan Bangka Barat  Provinsi Bangka Belitung berupaya menggiatkan kemitraan bidan-dukun beranak untuk menekan angka kematian bayi saat lahir seiring masih tingginya warga memanfaatkan jasa dukun beranak dalam membantu proses persalinan.

             "Secara berkala dari tahun ke tahun kami melakukan pembinaan terhadap para dukun beranak yang melakukan praktik persalinan di daerah itu untuk menekan angka kematian bayi saat lahir. Saat ini sebagian besar dukun beranak sudah mendapatkan pembinaan," ujar Kepala Dinas Kesehatan Bangka Barat Andri Nurtito di Muntok, Kamis.

            Ia menjelaskan selama 2012 angka kematian bayi baru lahir atau neonatus di Bangka Barat mencapai enam orang, untuk menekan tingginya angka kematian bayi baru lahir, dinkes berupaya menggandeng seluruh dukun beranak di daerah itu untuk dijadikan mitra.

            Menurut dia pelarangan praktik dukun beranak tidak akan menyelesaikan permasalahan karena masih banyak warga di daerah itu yang memanfaatkan jasa mereka untuk membantu persalinan.

             "Tradisi turun temurun sulit dihilangkan, namun petugas kesehatan atau bidan kami tugaskan untuk selalu mendampingi para dukun beranak saat membantu persalinan dan segera mengambil tindakan medis jika proses persalinan mengalami kesulitan dan membahayakan bayi dan ibunya," ujarnya.

            Selain pendampingan, kata dia, Dinkes juga menggiatkan bimbingan kepada para dukun beranak untuk meningkatkan kompetensi penanganan persalinan sehingga mereka semakin terampil saat praktik agar mampu meminimalkan angka kematian bayi dan ibu saat melahirkan.

            "Secara persentase dalam berbagai penelitian, persalinan lebih aman bagi ibu dan bayi jika ditangani tenaga kesehatan dibandingkan dukun beranak, ini yang selalu tekankan ke masyarakat agar mereka meninggalkan cara lama yang tingkat keselamatannya kurang terkontrol.

             Meskipun demikian, kami tidak akan melarang praktik para dukun beranak karena kebanyakan dari mereka juga hanya memiliki keterampilan itu, namun kami akan selalu mendampingi praktik para dukun beranak di seluruh Bangka Barat," ujarnya.

             Untuk menekan angka kematian bayi dan ibu saat melahirkan, kata dia, agar hal tersebut dapat cepat terwujud pihaknya dalam setiap sosialisasi yang dilakukan pihak puskesmas selalu menekankan pentingnya peningkatan kesadaran hidup sehat dan peningkatan pengetahuan warga mengenai kesehatan.

             Dengan adanya perubahan pola pikir masyarakat dan bertambahnya tenaga medis sampai ke pelosok, diharapkan mampu mengurangi kecenderungan warga melakukan persalinan ke dukun beranak dan beralih ke tenaga medis.

              Selain itu,kata dia, dengan terbentuknya desa siaga diharapkan warga semakin sadar dan memiliki kemauan untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber: 
Antara
Penulis: 
Antara