BANGKA BARAT KEKURANGAN TENAGA PENGAWAS PAI

          Muntok, Bangka Barat, 10/5 (ANTARA) - Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, masih kekurangan dua orang pengawas  penyelenggaraan Pendidikan Agama Islam (PAI) di setiap sekolah di daerah itu.

         "Pada 2011 hanya ada satu orang tenaga pengawas dan sudah pensiun pada tahun tersebut. Pada tahun ini kami mendapat bantuan tenaga pengawas dari Pemkab Bangka Barat dan Kanwil Kemenag Provinsi masing-masing satu orang," ujar Kepala Seksi Mapenda pada Kanwil Kemenag Bangka Barat Safrian Isbihani di Muntok, Kamis.

         Ia menjelaskan, kedua orang tersebut masih belum memadai untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi secara maksimal karena tidak sebanding dengan jumlah guru PAI dan jumlah sekolah di Bangka Barat.

         "Perbandingan ideal sesuai peraturan Pemerintah yaitu satu pengawas mengemban tanggung jawab sepuluh unit sekolah atau 40 orang guru PAI, sementara saat ini di Bangka Barat terdapat 172 orang guru PAI," ujarnya.

         Ia mengatakan, untuk melaksanakan bimbingan dan pembinaan kepada seluruh guru sudah teratasi dengan metode pada saat dilaksanakan pelatihan dan bimbingan seluruh guru dikumpulkan per kecamatan, seperti yang selama ini berjalan.

         Namun, kata dia, untuk kegiatan supervisi atau pemantauan penyampaian materi PAI di setiap kelas masih sangat kurang karena jumlah pengawas tidak sebanding dengan jumlah sekolah dan unit kelasnya sehingga dikhawatirkan penyampaian PAI tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

         Jumlah sekolah di Bangka Barat pada 2012 terdapat 195 unit sekolah terdiri dari tingkat SLTA/SMK/MA terdapat 20 unit sekolah yaitu 13 unit SMA dan 7 unit SMK, tingkat SLTP/MTs 43 unit terdiri dari 29 SMP negeri dan 14 SMP swasta serta untuk tingkat SD/MI/SDLB terdapat 132 terdiri dari 124 SD negeri dan 8 SD swasta.

         Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya sedang mengusahakan penambahan pengawas PAI ke Pemkab melalui Dinas Pendidikan setempat dan ke Kanwil Kemenag Provinsi Babel agar segera melakukan rekrutmen tenaga pengawas baru karena jumlah guru yang memenuhi persyaratan untuk menjadi pengawas banyak terdapat di daerah itu.

         "Berdasarkan 'jam terbang' sudah banyak yang memenuhi syarat menjadi tenaga pengawas, namun berdasarkan jenjang pendidikan yang mengharuskan minimal S2, untuk saat ini belum ada yang memenuhi kriteria tersebut," ujarnya.  
    Ia mengatakan, dengan adanya penambahan tenaga pengawas sesuai perbandingan dengan jumlah sekolah dan jumlah guru PAI, akan dibentuk juga kelompok kerja pengawas (Pokjawas) sebagai tempat bertukar pengalaman antarpengawas dan pembahasan peningkatan PAI agar lebih berkembang.

         Dulu Pokjawas pernah dibentuk, namun karena hanya ada satu tenaga pengawas, lembaga tersebut akhirnya nonaktif sampai saat ini.  
    "Ke depan jika sudah ada beberapa pengawas tentu Pokjawas akan terbentuk kembali agar ada kontrol internal di antara pengawas itu sendiri dan juga akan mempermudah koordinasi dengan Mapenda dan Disdikpora untuk peningkatan PAI di seluruh Bangka Barat," ujarnya.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News