BANGKA BARAT KEMBANGKAN KEBUN TEH 10 HEKTARE

          Muntok, Bangka Barat, 29/5 (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, pada 2012 akan mengembangkan kebun 'teh tayu' seluas 10 hektare di Kecamatan Jebus dalam upaya meningkatkan produksi tanaman khas daerah itu.

         "Teh tayu merupakan teh khas daerah itu yang memiliki rasa lebih mantap dibandingkan teh jenis lain dan kami juga sudah menyediakan bibit sebanyak 8 ribu batang siap tanam," ujar Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Bangka Barat Kemas Arfani Rahman di Muntok, Selasa.

         Ia menjelaskan, upaya perluasan tanaman teh tayu tersebut karena kebun teh yang ada saat ini usianya sudah sangat tua yaitu sekitar 90 tahun dan sudah layak untuk diremajakan untuk menggairahkan animo petani mengembangkan salah satu tanaman ikon Bangka Barat tersebut.

         "Program ini tidak menggunakan anggaran dari Pemkab, namun kami meminta ke perusahaan pertambangan dan perkebunan yang ada di Bangka Barat melalui program kepedulian sosial mereka," ujarnya.

         Ia mengatakan, antusis manajemen perusahaan untuk ikut andil dalam pengembangan kebun teh ini dinilai cukup bagus dan diharapkan terus ditingkatkan sebagai upaya nyata dari perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan warga di daerah itu.

         "Untuk program ini kami menyediakan lahan khusus di Desa Ketap dan Mislak, Kecamatan Jebus dan dibangun di dekat tempat tinggal warga yang memiliki antusias tinggi mengembangkan teh tayu ini," ujarnya.

         Menurut dia, tradisi menanam dan mengolah teh di Kecamatan Jebus sudah ada sejak zaman dahulu karena daerah itu sebagian besar warganya beretnis China yang memiliki tradisi minum teh.

         Selain menyediakan lahan perkebunan, kata dia, program tersebut juga diikuti dengan penyediaan bibit unggul dan asli teh tayu sebanyak 20 ribu bibit.

         "Untuk 10 hektare kebun teh, idealnya diperlukan sekitar 20 ribu bibit teh, namun saat ini yang kami siapkan baru 8 ribu bibit, kekurangan dari bibit tersebut sedang kami usahakan dengan pola pembibitan langsung tidak melalui polybag," ujarnya.

         Ia mengatakan, diharapkan seluruh 20 ribu bibit yang akan ditanam dalam areal seluas 10 hektare tersebut diharapkan siap pada awal 2013 dan dapat segera ditanam oleh warga di daerah itu.

         Kemas mengatakan, dalam upaya mengembangka teh tayu, Pemkab tidak hanya berhenti sampai di situ, namun ke depan pihaknya memprogramkan agar tanaman teh ini dapat dikembangkan menjadi pagar hidup dipekarangan rumah masing-masing warga di daerah itu.

         "Dengan berbagai upaya dan kemudahan dari Pemkab tersebut diharapkan pengembangan teh tayu dapat terus berjalan dan mampu meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus memberikan lapangan pekerjaan baru bagi industri teh khas Bangka Barat tersebut," ujarnya.

Sumber: 
Antara
Penulis: 
Antara