BANGKA BARAT SALURKAN JAMKESRA RP3,6 MILIAR

Muntok, Bangka Barat, 22/11 (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Barat sejak Januari hingga Oktober 2011 menyalurkan jaminan kesehatan rakyat (Jamkesra) sebesar Rp3,6 miliar untuk meringankan beban biaya masyarakat setempat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.

"Pemkab Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, menyediakan dana Jamkesra Rp8 miliar dari APBD 2011, namun terpakai baru sekitar Rp3,6 miliar," ujar Kepala Bagian Pelayanan Medik pada Dinas Kesehatan Bangka Barat, Rudi Faizul di Muntok, Selasa.

Ia menjelaskan, anggaran sebanyak Rp3,6 miliar tersebut disalurkan kepada sebanyak 14.260 pasien yang terdapat di enam kecamatan, meliputi Kecamatan Muntok, Simpang Teritip, Tempilang, Kelapa, Jebus dan Parittiga.

Menurut dia, upaya tersebut sebagai salah satu bentuk nyata dari Pemkab setempat untuk menurunkan angka kematian dan meningkatkan angka harapan hidup masyarakat di daerah itu agar rata-rata diatas 63 tahun.

Jumlah kunjungan pasien Jamkesra di Bangka Barat sebanyak 14.260 orang tersebut meliputi kunjungan ke Puskesmas Muntok sebanyak 5.568 pasien, Simpang Teritip 732 pasien, Kundi 718 pasien.

Puskesmas Jebus 397 pasien, Puput 902 pasien, Sekarbiru 545 pasien, Kelapa 626 pasien, Tempilang 1.339 pasien dan RSUD Seejiran Setason 3.433 pasien.

Ia mengatakan, anggaran tersebut telah dialokasikan untuk pasien yang memiliki kartu tanda penduduk (KTP) Bangka Barat baik yang dirawat di pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) atau di rumah sakit.

Ia menjelaskan, anggaran tersebut untuk membiayai pelayanan dasar berupa rawat jalan, rawat inap dan rujukan-rujukan ke rumah sakit seperti RSUD Bangka Barat, RSUD Pangkalpinang, RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta dan RS MH Thamrin Palembang.

"Jika pasien harus dirujuk ke luar daerah seperti ke Jakarta atau Palembang, pasien dalam perjalanannya didampingi satu orang tenaga medis, satu orang anggota keluarga, yang biayanya ditanggung Pemkab," ujarnya.

Ia mengatakan, dalam penyaluran bantuan tersebut, pihaknya memberikan pengertian kepada keluarga pasien batasan mana saja yang masuk dalam anggaran Jamkesra, agar menjadi pertimbangan keluarga pasien mengenai hak-hak yang didapat sehingga tidak menimbulkan masalah dikemudian hari.

"Bantuan dari Pemkab untuk pasien diberikan maksimal sebesar Rp20 juta, itu pun rujuknya harus benar-benar dari awal, yaitu dari Puskesmas dilanjutkan ke RSUD dan RS mitra lainnya," ujarnya.

Ia mengatakan, dalam penyaluran anggaran tersebut, pihaknya menugaskan tim verifikasi untuk mengawasi kebenaran alur rujukan tersebut sesuai ketentuan atau tidak, sehingga dana tersebut tepat sasaran.

"Sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan, di lapangan tim pengawas harus bisa memetakan anggaran Jamkesra kepada pasien, dalam pemberian bantuan harus sesuai dengan kelompok masing-masing bantuan tergantung penyakit yang diderita pasien," ujarnya.

Ia mengatakan, pada tahun ini cukup banyak pasien mendapatkan jaminan kesehatan tersebut, dengan tujuan pemerintah yaitu memberikan jaminan kesehatan kepada seluruh rakyat Indonesia sesuai dengan Undang Undang Dasar 1945.

(T.KR-DSD/B/K005/B/K005) 22-11-2011 10:40:33

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News