BANGKA BARAT SEGERA KEMBANGKAN KEBUN DURIAN

          Muntok, Bangka Barat, 21/5 (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, pada 2012 segera membuka lahan perkebunan durian seluas 30 hektare di enam kecamatan sebagai upaya menjadikan daerah itu menjadi sentra tanaman durian.

         "Program pembukaan lahan saat ini baru dalam tahap perencanaan tempat sesuai usulan kelompok tani," ujar Kepala Bidang Hortikultura pada Dinas Pertanian dan Peternakan Bangka Barat Saukani di Muntok, Senin.

         Ia menjelaskan, tahun ini program tersebut telah disetujui oleh Pemerintah Pusat untuk membuka lahan perkebunan durian di enam kecamatan yaitu Kecamatan Muntok, Simpang Teritip, Tempilang, Kelapa, Jebus dan Parittiga.

         Program itu akan terus dikembangkan setiap tahun sebagai upaya mengembalikan durian sebagai ikon daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok tani pengelolanya, katanya.

         Menurut dia, program pemakab dalam upaya mengembalikan kejayaan durian sebagai komodiatas unggulan daerah sudah dimulai sejak 2006 dan terus akan berlanjut untuk meningkatkan produksi buah musiman tersebut dan ke depaan diharapkan kebun durian tersebut dapat dijadikan sebagai tempat agrowisata.

         "Kami mengupayakan pembukaan lahan berupa hamparan dengan luas minimal tiga hektare per hamparan yang aakan dikelola satu kelompok tani dengan ditanami jenis bibit durian unggul lokal," ujarnya.

         Ia mengatakan, program pembukaan lahan pada 2011 sudah terlaksana seluas 50 hektare dan saat ini sedang diusulkan ke Pemerintah Pusat sebanyak 50 hektare dan jika disetujui akan dilaksanakan pada tahun depan.

         "Hingga saat ini baru terdapat sebanyak 31.100 batang kebun durian rakyat di atas lahan sekitar belasan hektare yang produksinya belum menjanjikan karena bukan bibit unggul, padahal daerah ini dari dulu dikenal sentra tanaman durian," ujarnya.

         Ia menjelaskan, pemerintah daerah menargetkan produksi durian lokal mencapai minimal 200 kilogram per batang atau terdapat sebanyak 100 buah untuk satu batang pohon durian.

         "Jadi produksi untuk satu hektare kebun durian ditargetkan mencapai 20 ton durian jenis namlung," ujarnya.

         Ia mengatakan, program ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2006 dan hingga sekarang Pemkab sudah menyalurkan sekitar 16 ribu bibit unggul durian lokal kepada kelompok tani dengan anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), ditanam dengan sistim sisipan dan merata di setiap kecamatan," ujarnya.

         Ia menjelaskan, bibit unggul durian lokal tersebut disalurkan kepada kelompok tani yang memenuhi persyaratan diantaranya memiliki lahan sendiri, sudah dibina oleh tenaga penyuluh lapangan dan mengajukan proposal kepada pemerintah daerah.

         "Kelompok tani yang mendapatkan bibit durian unggul terus dibina dan dipantau, untuk mengetahui perkembangan bibit yang ditanam dan mengganti bibit baru jika terserang penyakit yang menyebabkan kematian," ujarnya.

         Ia menjelaskan, bibit unggul durian lokal memiliki kelebihan seperti cepat berbuah dalam masa lima hingga tujuh tahun pascatanam, sementara bibit biasa harus menunggu hingga  15 tahun baru bisa berbuah.

         "Program ini terus digulirkan dan dievaluasi setiap tahun dalam upaya mengembangkan tanaman hortikultura di daerah ini," ujarnya.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News