BANGKA BARAT SIAPKAN LAHAN TRANSMIGRASI 500 HEKTAR

Muntok, Bangka Barat, 9/2 (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, pada 2012 menyiapkan lahan transmigrasi seluas 500 hektare untuk memotivasi penduduk setempat mengembangkan perkebunan kelapa sawit dan pertanian padi sawah.

"Kami dalam tahap penyiapan di Kecamatan Jebus dengan pertimbangan di daerah itu masih banyak lahan tidak tergarap masyarakat setempat yang bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha pertanian dan perkebunan," kata Kepala Bidang Transmigrasi pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bangka Barat, Yudi Hermanto di Muntok, Kamis.

Lahan seluas 500 hektare yang saat ini masih dalam tahap "clean and clear" tersebut, katanya, disiapkan untuk menampung sekitar 200 kepala keluarga (KK), yang terdiri dari 50 sampai 70 KK dari Jawa Tengah dan Jawa Timur dan sisanya transmigran lokal dengan pola transmigrasi umum.

"Untuk mengantisipasi kegagalan program, kami berupaya menyiapkan lahan sebaik mungkin dengan mengedepankan aspek 4L atau layak program, layak bangun, layak huni dan layak kembang agar kedepannya para transmigran ini dapat berkembang sesuai bidang masing-masing dan meningktkan pereklonomian masyarakat sekitar lokasi," ujarnya.

Ia mengharapkan, dengan adanya program transmigrasi tersebut terjadi transformasi teknologi pertanian padi sawah dan perkebunan kelapa sawit karena selama ini warga sekitar lokasi belum mengenal dua bidang usaha tersebut dan masih bergantung pada sektor tambang, lada dan karet.

Menurut rencana, kata dia, sektor pertanian padi sawah dalam program transmigrasi ini akan mendapat porsi lebih besar, mengingat penduduk dari Pulau Jawa lebih memahami cara bercocok tanam sekaligus mendukung program Pemkab setempat dalam upaya percepatan pembangunan daerah.

"Pemkab hanya menyediakan lahan dengan mempertimbangkan 4L dengan anggaran dari APBD, sementara untuk pembangunan infrastruktur rancananya langsung dari Pemerintah Pusat melalui APBN 2013," ujarnya tanpa mnyebutkan besarnya anggaran tersebut.

Ia mengatakan, datangnya transmigran dari luar provinsi tersebut dalam diharapkan membawa perubahan pola hidup masyarakat setempat dalam mengembangkan sektor pertanian dan mengembangkan potensi yang dimiliki daerah tempt tinggal untuk mewujudkan kemandirian desa.

Dalam perencanaan tersebut, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan terkait seperti Distannak dan Dishutbun Bangka Barat untuk mempersiapkan lahan yang cocok dan mempersiapkan tenaga pembimbing menyukseskan program tersebut.

Menurut dia, tukar pendapat dengan SKPD lain, Pemerintah Pusat dan para pengusaha perkebunan di daerah itu bertujuan meminimalkan kegagalan dan menjalin hubungan dengan pelaku perekonomian bidang perkebunan dan pertanian.

Hal ini dilakukan untuk menjamin adanya pasar untuk komoditas yang dihasilkan para transmigran setelah mereka mampu panen.

"Kami berharap adanya program transmigrasi akan membentuk sentra perekonomian baru dalam upaya mewujudkan masyarakat mandiri dan sejahtera," ujarnya.
 


 

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News