BANGKA BARAT TIDAK PUNGUT BIAYA PSB

          Muntok, Bangka Barat, 1/5 (ANTARA) - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Bangka Barat Provinsi Bangka Belitung tidak memungut biaya penerimaan siswa baru mulai tingkat SD sampai Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) di daerah itu.

        "Penerimaan siswa baru (PSB) Tahun Ajaran 2012/2013 sama dengan pelaksanaan tahun sebelumnya, tidak ada biaya masuk sekolah yang akan dipungut pihak sekolah karena semua sudah ditanggung menggunakan anggaran Biaya Operasional Sekolah (BOS)," ujar Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah pada   Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bangka Barat Amrullah Sidik di Muntok, Selasa.

         Ia menjelaskan, jika ada sekolah yang melanggar dengan tetap menarik biaya PSB, pihaknya akan menindak tegas sesuai aturan yang berlaku. Hal tersebut berlaku untuk seluruh sekolah di Bangka Barat baik egeri maupun swasta.

         Menurut dia, siswa baru dapat dikenakan biaya selain biaya pendaftaran masuk sekolah, seperti untuk membeli keperluan siswa seperti seragam olahraga, sepatu, buku, uang transport kendaraan dan berbagai keperluan siswa lainnya.

         "Biaya tersebut tidak dilarang Disdikpora karena besaran biaya seragam sekolah merupakan hasil kesepakatan antara komite sekolah dengan pihak sekolah," ujarnya.

         Ia menjelaskan, masyarakat di daerah itu harus dapat memahami bahwa program BOS tidak serta merta menjadikan segala biaya bersekolah di daerah itu gratis. Diharapkan para orang tua mengerti ada biaya-biaya yang harus dikeluarkan karena keseragaman pakaian sekolah merupakan bagian dari tata tertib berpakaian seperti yang telah diatur dalam permendiknas.

         "Ada tiga komponen pembiayaan pada sekolah yakni biaya investasi, biaya operasional dan biaya personal," ujarnya.

         Biaya investasi, kata dia, berupa biaya pembangunan fisik sekolah seperti pembangunan kelas, mushola dan berbagai infrastruktur sekolah lainnya maupun penambahan tenaga pendidik di sekolah tersebut yang ditanggung dari dana Pemerintah dengan dana APBN, APBD Provinsi dan APBD Kabupaten.

         Sedangkan biaya operasional merupakan biaya pelaksanaan belajar mengajar di sekolah yang pembiayaannya ditanggung oleh pemerintah pusat dan daerah, ditanggung Pemerintah Pusat melalui BOS, sedangkan operasional SMA/K ditanggung pemerintah kabupaten melalui bantuan operasional manajemen mutu (BOMM).

         Selanjutnya, untuk biaya personal, seperti pembelian seragam sekolah, buku pelajaran, sepatu dibebankan kepada orang tua siswa yang besarannya berdasarkan hasil kesepakatan orang tua murid melalui komite sekolah dan pihak sekolah.

         "Kami akan melaksanakan PSB serentak pada awal Juni 2012 dan pengumuman pada awal Juli 2012, untuk tingkat Taman Kanak-kanak usia antara 4 sampai 6 tahun, tingkat SD usia minimal 5 tahun 6 bulan dengan dibuktikan dengan akta kelahiran," ujarnya.

         Untuk tingkat SMP usia maksimal 18 tahundan memiliki ijasah SD/MI/paket A, untuk tingkat SLTA usia maksimal 21 tahun dan memiliki ijasah SMP/MTs dan menyertakan Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN).

         Ia menambahkan, daya tampung berdasarkan Permendiknas Nomor 15 Tahun 2010 tentang SPM Pendidikan Dasar, rombongan belajar tingkat SD maksimal 32 orang, tigkat SMP maksimal 36 orang dan tingkat SLTA 32 orang.

         "Pada PSB tingkat SD kami melarang sekolah melakukan ujian penyaringan dengan tes baca, tulis dan berhitung, namun berdasarkan usia tertinggi," ujarnya.
 

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News