BANGKA BARAT USULKAN PEMBANGUNAN IRIGASI 3,5 KILOMETER

          Muntok, Bangka Barat, 1/5 (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Bangka Belitung, pada 2012 mengusulkan kepada Pemerintah Pusat untuk membangun saluran irigasi sepanjang 3,5 kilometer di dua lokasi untuk meningkatkan produksi beras daerah ini.

         "Pada 2012 kami segera membangun saluran irigasi sepanjang 1,5 kilometer di Desa Tuik, Kecamatan Kelapa, dan kami sudah mengusulkan lagi 3,5 kilometer agar dapat dilaksanakan pada tahun berikutnya," kata Kepala Bidang Pertanian Dinas Pertanian dan Peternakan Bangka Barat Darmono di Muntok, selasa.

         Ia menjelaskan, saat ini luas areal tanam padi di Bangka Barat hanya 1.334 hektare yang berupa lahan padi ladang, dengan pengairan mengandalkan hujan dan hanya panen sekali setahun, dengan adanya saluran irigasi diharapkan ladang tersebut menjadi sawah sehingga dapat ditanam dua kali setahun.

         Menurut dia, dua lokasi yang diusulkan untuk pembangunan irigasi tersebut yaitu di Buyan Kelumbi, Kecamatan Simpang Teritip sepanjang 1,5 kilometer yang akan dimanfaatkan untuk mengairi sekitar 50 hektare lahan di daerah itu dengan mengandalkan sumber air dari beberapa sungai kecil dan diperkirakan tidak kering sepanjang tahun.

         "Anggaran pembangunan irigasi terseut kami perkirakan mencapai Rp500 juta dan kami mencoba ajukan memanfaatkan anggaran bantuan sosial dari Pusat," ujarnya.

         Selanjutnya, akan dialokasikan di Simpang Yul, Kecamatan Tempilang dengan panjang irigasi 2 kilometer dengan memanfaatkan aliran Sungai Kamat yang tidak pernah kering sepanjang tahun dan diperkirakan mampu mengaliri sekitar 100 hektare lahan di desa tersebut.

         "Untuk anggaran rencana pembangunan sudah kami ajukan sebesar Rp1 miliar dan jika disetujui akan kami laksanakan tahun depan melalui anggaran Bansos," ujarnya.

         Ia mengatakan, di dua lokasi tersebut pihaknya dan masyarakat setempat sudah pernah mengupayakan terwujudnya saluaran irigasi untuk pengairan sawah tersebut dengan mengeruknya menggunakan PC, namun tidak berhasil dan terpaksa dihentikan.

         "Kami berharap pengajuan anggaran disetujui Pusat sehingga dapat segera mewujudkan pembangunan saluran irigasi, bendungan dan tanggul di dua lokasi dalam upaya meningkatkan produksi," ujarnya.

         Menurut dia, jika sudah menjadi sawah tentunya lahan tersebut dapat ditanam dua kali setahun dan mampu meningkatkan produksi beras di daerah itu untuk mengurangi ketergantungan pasokan beras dari daerah lain yaitu dari Pulau Sumatera dan Jawa.

         "Pada 2010, lahan padi ladang seluas 1.430 hektare yang dimiliki Bangka Barat hanya menghasilkan sebanyak 1.565 ton gabah kering panen, sedangkan pada 2011 lahan tersebut berkurang menjadi 1.334 hektare yang berhasil memproduksi 2.039 ton gabah kering panen," ujarnya.

         Jumlah tersebut, katanya, masih jauh dari harapan karena masih mengandalkan pengairan tadah hujan, untuk itu Pemkab akan berupaya maksimal dalam pencetakan sarana irigasi agar lahan dapat ditanami sepanjang tahun.

         Ketersediaan irigasi sangat diperlukan petani di daerah itu, mengingat selama ini lahan yang tersedia hanya mengandalkan air hujan, dengan adanya saluran irigasi diharapkan dapat meningkatkan frekuensi penanaman menjadi dua kali setahun.

         "Jika saluran irigasi sudah tersedia, kami yakin masyarakat dapat meningkatkan jumlah produksi beras dan diharapkan desa-desa tersebut menjadi salah satu lumbung padi daerah," ujarnya.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News