BAPEDALDA BANGKA BARAT BENTUK TIM KOMISI AMDAL

Muntok,Bangka Barat, 14/10 (ANTARA) - Badan Penanggulangan Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Bangka Barat, berupaya membentuk Tim Komisi Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) agar pengurusan dokumen para calon investor lebih mudah.

"Selama ini para calon investor harus mengurus dokumen ke Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) di Pangkalpinang yang jaraknya terlalu jauh sehingga memakan waktu lama," ujar Kepala Bidang Amdal Pada Bapedalda Bangka Barat, Syahrizal Mariady di Muntok, Jumat.

Ia menjelaskan, Tim Komisi Amdal yang dibentuk rencananya akan mengikuti pelatihan di UGM Yogyakarta pada 2011, namun dibatalkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) karena anggaran yang tersedia dialokasikan untuk kegiatan lain.

Menurut dia, pada 2012 anggaran untuk pelatihan untuk mendapatkan lisensi kelayakan dari UGM rencananya akan diajukan lagi agar tim tersebut segera dapat bertugas meneliti Amdal dari setiap investor yang ingin mendirikan perusahaan di Bangka Barat.

"Tanpa ada izin dari Bapedalda, investor tidak akan diizinkan mendirikan perusahaan sesuai yang diinginkan, untuk menunjang hal tersebut, kami harap Pemkab segera mengirim kelima anggota tim tersebut agar mendapatkan lisensi," ujarnya.

Ia mengatakan, lima orang anggota tim komisi amdal terdiri dari dua orang penyusun analisa dan tiga orang penilai hasil analisa uji dampak lingkungan sesuai ajuan dari calon investor.

Menurut dia, lima orang tersebut saat ini sudah siap, tinggal menunggu disetujuinya anggaran yang akan dialokasikan untuk kegiatan pelatihan tersebut.

Ia mengatakan, potensi sumber daya alam di Bangka Barat sangat banyak dan perlu dikembangkan dengan mendatangkan investor dalam negeri dan luar negeri agar daerah semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera.

Sektor yang potensial untuk dikembangkan, katanya, berupa perikanan, pertambangan pasir kuarsa, batu-batuan, perkebunan, pengolahan hasil bumi, pasir kuarsa, batu granit, kaolin, nikel dan bauksit yang memiliki potensi besar namun belum digarap secara optimal.

Ia mengatakan, Bangka Barat memiliki wilayah yang sangat luas untuk dikembangkan dan semuanya memiliki potensi untuk dikembangkan, tergantung kesiapan pemerintah dalam mengatur dan memberikan kemudahan dalam perizinan.

"Investasi perusahaan swasta akan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat dan mengurangi jumlah pengangguran karena perusahaan akan berjalan dengan dukungan para tenaga kerja lokal," katanya.

Dengan potensi pengembangan investasi yang begitu besar, menurut dia, sertifikat tim komisi amdal tersebut sangat dibutuhkan untuk penguruusan izin pendirian perusahaan para investor yang hendak berinvestasi di daerah itu.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News