BASEL PUSAT PENGHASIL BERAS BAGI BABEL

          Toboali, Bangka Selatan, 8/5 (ANTARA) - Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), Azhar Romli, mengatakan Kabupaten Bangka Selatan (Basel) akan menjadi pusat penghasil beras karena keberhasilan daerah tersebut mengembangkan sektor pertanian.

         "Saat ini Basel masih menjadi satu-satunya kabupaten penghasil beras di Babel dan keberhasilan itu tentunya harus dipertahankan untuk mengantisipasi krisis pangan," ujarnya saat berkunjung ke Pemkab Basel di Toboali, Selasa.

         Ia mengatakan, untuk mempertahankan serta meningkatkan produksi beras Basel sehingga lebih besar dibandingkan yang ada saat ini, maka sebaiknya seluruh pihak terkait di daerah tersebut agar terus berupaya menggali potensi di setiap desa.

         Ia mengatakan, upaya penggalian potensi unggulan daerah tidak dapat terealisasi sesuai dengAn yang diharapkan apabila hanya dilakukan pemerintah daerah saja, melainkan harus melibatkan seluruh elemen masyarakat sehingga pekerjaannya lebih ringan.

         Pemkab Basel pada tahun ini menjadikan pertanian sebagai salah satu sektor nggulan yang harus dicapai untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjadikan Kabupaten Basel makmur 2015.

         Guna merealisasikan target tersebut, maka pada 2012, Pemkab Basel akan mencetak sawah seluas 2.000 hektar yang tersebar di tujuh kecamatan di daerah itu yakni Kecamatan Toboali, Air Gegas, Payung, Simpang Rimba, Lepar Pongok, Tukak Sadai dan Pulau Besar.

         "Potensi dan keunggulan daerah harus digali termasuk pertanian karena melalui upaya itu dapat dketahui berbagai langkah setrategis yang dapat diterapkan untuk memajukan sektor pertanian di Basel," ujarnya.

         Ia mengatakan, selain sebagai sentral pertanian, Kabupaten Basel juga menjadi salah satu daerah penghasil timah terbesar di Provinsi Babel karena daerah tersebut kaya akan sumber daya alam timah dan bahan galian lainnya.

         Wakil Bupati Kabupaten Basel, Nursyamsu H Alias, mengatakan dalam upaya pengembangan sektor pertanian, saat ini Pemkab Basel masih terkendala terbatasnya sarana produksi pertanian (Saprodi) dan alat dan mesin pertanian (Alsintan) sehingga diharapkan ke depannya pemerintah pusat dapat memenuhi itu.

         Ia mengatakan, keberadaan saprodi maupun alsintan tersebut mutlak dibutuhkan para petani untuk meningkatkan hasil produksinya karena melalui alat tersebut pekerjaan mereka menjadi ringan dan pengerjaannya juga lebih optimal.

         "Saya berharap ke depannya kebutuhan masyarakat di Kabupaten Basel berupa alsintan dan saprodi dapat menjadi perhatian pemerintah pusat dan saya juga berharap kepada wakil rakyat yang duduk di pusat agar dapat membantu menyuarakan aspirasi itu," ujarnya.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News