BATAN KEMBANGKAN NUKLIR UNTUK TINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

Muntok, Bangka Barat, 20/10 (ANTARA) - Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) mengembangkan energi nuklir dalam berbagai bidang keilmuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, kata pejabat berwenang.

"Kami berusaha mengikis stigma yang berkembang di masyarakat bahwa nuklir sama dengan bom atom, senjata perusak, penyebab kemandulan, kanker dan lainnya," ujar Nur Agus Salim, pejabat dari Batan dalam sosialisasi energi nuklir yang diselenggarakan Dinas Energi Sumberdaya Mineral (ESDM) bekerja sama dengan Batan di Gedung Sriwijaya Pusmet, Muntok, Kamis.

Ia menjelaskan, Batan selam ini telah mengembangkan dan memanfaatkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) nuklir bidang nonenergi seperti bidang perternakan, pertanian, sumber daya air dan lingkungan, teknik industri dan kesehatan.

Dalam bidang peternakan, katanya, Batan telah berhasil mengembangkan pembuatan pakan ternak unggul dan proses pengawetan dengan memanfaatkan energi nuklir dengan teknik aplikasi isotop dan radiasi yang menghasilkan vaksin, pakan, diagnosa hormonal suplemen dan lainnya.

"Keunggulan lain dari Iptek nuklir dapat juga dimanfaatkan untuk menghambat pertunasan, menunda pematangan disfestasi serangga, dekontaminasi mikroba untuk perpanjangan masa simpan dan sterilisasi komersial untuk pengawetan bahan pangan," ujarnya.

Selain itu, dalam bidang pertanian, dengan aplikasi isotop dan radiasi berhasil mengembangkan varietas bibit unggul padi seperti Situgintung, Mayang, Merauke, Yuwono, Diahsuci, Pandanputri, Inpari sidenuk dan lainnya, untuk kedelai yaitu Muria, Tengger, Merartus, Rajabasa, Mutiara yang memiliki keunggulan bijihnya besar dan hasil panen melebihi varietas biasa.

Selanjutnya, dalam bidang kesehatan, iptek nuklir sudah banyak dimanfaatkan untuk mencek fungsi ginjal dengan teknik renograf, melihat kelenjar gondok dengan thyroid uptake dan kamera gamma untuk mengetahui janin dan kandungan.

Ia mengatakan, dalam membantu bidang kesehatan, iptek nuklir juga bermanfaat untuk mendiagnosa perfusi darah jantung, filtrasi ginjal, perfusi darah otak, diagnosa kanker, infeksi, hepatitis, kegagalan hati, deteksi kesuburan diagnosa tumor payudara dan saluran pencernaan.

"Selain untuk terapi kesehatan, kami juga berhasil mengembangkan iptek nuklir untuk membantu mengatasi keterasediaan air bersih diberbagai tempat seperti di Madura, NTT, NTB, Klaten, Gunungkidul dan Magelang," ujarnya.

Ia menjelaskan, iptek nuklir yang diterapkan dalam permasalahan air bersih berupa penerapan teknologi untuk mencari kandungan air yang ada di bawah tanah, terutama di daerah yang sering mengalami kekeringan.

Dalam bidang teknik industri, katanya, iptek nuklir berfungsi untuk mengetahui kondisi cacat atau kerusakan pada berbagai peralatan industri, kerusakan bodi pesawat terbang, cacat las, penguji "columna scanning" dan lainnya.

"Konstruksi bangunan juga dapat diuji dengan radiasi untuk mengetahui bangunan tersebut baik atau tidak, seperti yang telah dilakukan pada konstruksi bangunan di Aceh dan Sumatera Barat setelah gempa bumi," katanya.

Ia menjelaskan, penelitian dan pengembangan iptek nuklir akan terus dilakukan untuk menghadapi tantangan dunia modern seperti kelangkaan pangan, kekeringan, banyaknya penyakit dan krisis lingkungan yang semakin hari semakin berat.

Dengan iptek nuklir, menurut dia, persoalan dunia modern tersebut dapat teratasi dan diharapakan masyarakat semakin familier dengan teknologi nuklir dan tidak perlu takut yang berlebihan karena banyak manfaat yang diperoleh dari energi tersebut.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News