BATAN: STUDI TAPAK PLTN JALAN TERUS

Muntok, Bangka Barat, 9/2 (ANTARA) - Kepala Pusat Pengembangan Energi Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional Dr Ir A Sarwiyana Sastratenaya menyatakan, studi tapak pembangkit listrik tenaga nuklir jalan terus di Kabupaten Bangka Barat dan Bangka Selatan.

"Kami bekerja sama dengan PT Surveyor Indonesia terus melanjutkan program tiga tahap sesuai rencana yang dimulai sejak 2011 hingga 2013 untuk mengetahui berbagai potensi yang dimiliki dua kabupaten itu," katanya di Muntok, Kamis.

Ia mengatakan, survei tersebut bukan rencana pembangunan PLTN, namun yang dilakukan sejak 2011 sampai 2013 hanya studi tapak yang bermanfaat untuk masyarakat setempat dan melengkapi data potensi daerah.

Ia menjelaskan, uji tapak dari berbagai aspek dilakukan dalam tiga tahap meliputi studi tahun pertama berupa studi regional atau wilayah studi dengan radius antara 150 sampai 500 kilometer dari lokasi tapak , studi near regional atau radius 25 kilometer dari lokasi uji tapak dan persiapan infrastruktur pendukung.

Selanjutnya, pada tahun kedua berupa studi dengan radius lima kilometer dari lokasi tapak dan studi karakteristik tapak atau dalam lokasi tapak dan pada tahun ke tiga berupa persiapan dokumen perizinan dilanjutkan monitoring data untuk mendukung kegiatan.

Ia mengatakan, saat ini sudah memasuki tahun ke dua dengan mengintensifkan pengujian pada aspek top topografi dan geografi dengan jenids kegiatan seperti pembuatan peta topografi dengan pemetaan yang lebih detail.

"Untuk survei geologi yang mencakup survei dan pemetaan dimulai di tahun pertama dan dilanjutkan di tahun kedua mencakup survei geofisika yaitu gravity, geolistrik," ujarnya.

Ia mengatakan, pelaksanaan kegiatan tersebut dilakukan pada tahun pertama dan ke dua, sedangkan penelitian seismik refleksi akan dilakukan pada tahun ke dua, untuk bidang geoteknik berupa pengeboran dimulai pada tahun pertama di Bangka Selatan, dilanjutkan tahun ke dua di Bangka Barat dan Bangka Selatan.

Menurut dia, survei kegempaan juga akan dilakukan di dua wilayah tersebut dengan tujuan memantau potensi gempa dengan pemasangan jaringan pemantau gempa dilanjutkan bidang kegunungapian dengan melakukan survei dan analisa.

"Untuk potensi kelautan dan geofisika laut dilakukan dengan pemasangan alat pantau suhu, arus, gelombang, pasang surut dan lainnya, pemantauan ini sudah dimulai sejak tahun pertama, pada tahun kedua akan dilanjutkan dengan survei batimetri dan geofisika lepas pantai," ujarnya.

Selanjutnya untuk bidang hidrologi dan hidrogeologi dimulai sejak tahun pertama, dilanjutkan tahun kedua dengan pembuatan sumur uji dan perunutnya, untuk survei meteorologi diawali dengan pembangunan instalasi tower meteorologi dilanjutkan penelitian pada tahun kedua.

Pada bidang aktivitas manusia dan kependudukan, menurut dia, survei radioaktivitas latar, dispersi survei, sampling, analisis laboratorium, tataguna lahan dan air, ekologi dan spesies langka dilakukan pada tahun pertama.

Didang sosioekonomi, sosiobudaya, bangunan bersejarah, tata ruang dan infrastruktur, analisa dispersi dan kajian dosis dilaksanakan pada tahun kedua.

"Kesiapan darurat nuklir, survei, analisa dan pertimbangan penting lainnya akan dikerjakan di tahun kedua. Aspek studi hampir sama antara tahun pertama dan tahun kedua, hanya tingkat kedalaman dan area studi yang berbeda," ujarnya.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News