BNK BANGKA BARAT GELAR PEMILIHAN DUTA ANTINARKOBA

Muntok, (Antara) - Badan Narkotika Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, berencana menggelar pemilihan putra-putri terbaik yang memiliki tugas menjadi duta antinarkoba daerah itu.

"Pasangan terpilih nantinya akan memiliki tugas cukup berat, yaitu memberi sosialisasi program dan kegiatan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat akan bahaya penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif di seluruh pelosok Kabupaten Bangka Barat," ujar Pelaksana BNK Bangka Barat Agus Sunawan di Muntok, Selasa.

Ia menjelaskan kegiatan itu akan digelar pada awal November 2013 dengan diawali kegiatan karantina untuk pembekalan materi selama empat hari bagi seluruh peserta.

Pada masa karantina itu, kata dia, seluruh peserta akan diberikan pembekalan materi gerakan antinarkoba seperti yang tertuang dalam Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Perpres tentang BNN dan Inpres Nomor 12 tahun 2011 tentang Kebijakan strategi nasional P4GN.

"Setelah seluruh peserta menjalani tahapan karantina selama empat hari, selanjutnya mereka akan melalui tahapan penilaian sehari penuh dari dewan juri yang akan melibatkan pakar dari BNN Pusat, Budayawan dan BNNP Kepulauan Babel," kata dia.

Ia mengatakan kegiatan baru digelar pertama kalinya di Kabupaten Bangka Barat itu terbuka untuk umum dengan batasan umur antara 17 hingga 22 tahun.

Selain menguasai materi mengenai upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba, menurut dia, seluruh peserta juga diharapkan bisa menyerap berbagai ilmu komunikasi dan pemahaman budaya yang ada di daerah itu.

"Kami berharap mereka juga menguasai berbagai budaya, adat dan bahasa Kabupaten Bangka Barat yang memiliki banyak suku, ras dan agama, dengan keahlian itu kami harapkan duta antinarkoba Bangka Barat bisa menempatkan diri pada saat melakukan sosialisasi di seluruh pelosok," kata dia.

Menurut dia, duta antinarkoba yang memiliki kemampuan komplit dari segi bahasa akan memudahkan mereka berkomukasi di masyarakat, terutama yang berada di pelosok yang sebagian besar hanya memahami bahasa daerah masing-masing.

"Bahasa Indonesia dan Inggris wajib dikuasai para peserta, namun yang tidak kalah penting penguasaan bahasa daerah dan bahasa beberapa suku yang ada di Kabupaten Bangka Barat," kata dia.

Ia mengharapkan duta antinarkoba yang terpilih nantinya juga bisa mewakili Kabupaten Bangka Barat dalam berbagai kegiatan penanggulangan narkoba di luar daerah dan mampu mengharumkan nama daerah di tingkat lebih tinggi.

 

Oleh Donatus Dasapurna Putranta

Sumber: 
Antaranews