BNN BABEL: NARKOBA BEREDAR DI SELURUH DESA

         Pangkalpinang, 30/5 (ANTARA) - Ketua Badan Narkotika Nasional Provinsi Bangka Belitung Rudi Trenggono menyatakan, peredaran narkotika psikotropika dan bahan adiktif (narkoba) sudah mencapai  seluruh desa karena kurangnya pemahaman masyarakat tentang bahaya barang haram tersebut.

         "Saat ini, narkoba sudah beredar di seluruh desa karena daya beli masyarakat yang tinggi dan mudah mendapatkan barang haram tersebut," ujarnya usai peresmian Gedung BNN Babel di Pangkalpinang, Rabu.

         Ia menjelaskan, peredaran narkoba tertinggi terjadi di desa-desa wilayah Kota Pangkalpinang, selanjutnya desa di wilayah Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Selatan, Belitung, Belitung Timur dan Bangka Tengah.

         "Peredaran narkoba ini sudah cukup mengkhawatirkan karena penguna narkoba tidak lagi di kalangan orang dewasa tetapi sudah dikonsumsi para remaja," ujarnya.

         Untuk itu, kata dia, pihaknya akan melakukan sosialisasi dan mengajak masing-masing kepala desa untuk mensosialisasikan bahaya narkoba dan melakukan upaya-upaya pencegahan masuknya narkoba ke desa mereka.

         "Dalam waktu dekat ini, kami bekerja sama dengan Kesbangpol Babel akan mengundang seluruh kepala desa untuk melakukan langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan untuk lingkungan desanya," ujarnya.

         Ia mengatakan, kegiatan sosialisasi kepada kepala desa ini agar mereka lebih mengetahui bahaya narkoba dan menyatakan perang terhadap penyalahgunaan dan peredaran barang terlarang tersebut.

         "Kami mengingginkan ada kepala desa yang berani mendeklarasikan bahwa desa kami menyatakan perang dan bebas narkoba," ujarnya.

         Menurut dia, deklarasi perang dari desa ini artinya ada komitmen dari bawah, kalau komitmen ini sudah terbangun dari bawah mulai dari tingkat RT/RW, kelurahan atau desa pasti mata rantai peredaran narkoba ini bisa diputus dan tidak ada lagi masyarakat yang menyalahgunakan narkoba ini.

         "Untuk jenis narkoba yang paling banyak beredar yaitu jenis sabu-sabu dan ekstasi karena jenis narkoba ini mudah didapatkan dengan harga yang relatif terjangkau.

         "Saat ini, jaringan narkoba tingkat internasional melirik Babel sebagai pangsa pasar yang menggiurkan karena daya beli masyarakat yang tinggi, sehingga diperlukan kewaspadaan dari seluruh pihak untuk mengantisipasi masuknya barang haram tersebut," ujarnya.

Sumber: 
Antara
Penulis: 
Antara