BNN MUSNAHKAN BARANG BUKTI 6.179,9 GRAM SHABU

           Jakarta, 1/5 (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional (BNN) memusnahkan 6.179,9 gram barang bukti narkoba jenis shabu dari pengungkapan tiga kasus yang berbeda.

          "BNN kembali memusnahkan barang bukti narkotika jenis shabu seberat 6.179,9 gram dari total keseluruhan yang didapat yaitu 6.2869,9 gram dan 110 gram disisihkan untuk pembuktian di persidangan," kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) BNN Kombes Pol Sumirat Dwiyanto di Jakarta, Selasa.

          Kasus pertama pada tanggal 1 April 2012 pukul 14.00 WIB oleh petugas BNN dari dalam mobil berhasil menemukan satu buah tas berisi 2.273,5 gram shabu kristal, ujarnya.

          "Mobil tersebut ditinggalkan pemiliknya di Ruko komplek Tanjung Pantun Blok I Kelurahan Sei Jodoh Kecamatan Batu Ampar, Batam. Setelah dilakukan pengejaran petugas berhasil menangkap tersangka lain berinisial R, M, MI dan N," kata Sumirat.

          Kemudian pada Kamis (5/4) petugas berhasil mengungkap kasus lain dengan tersangka berinisial MR alias NM.  Tersangka ditangkap petugas ketika ingin menyeberang ke Dumai dengan menggunakan kapal ferry, katanya.

          "Dari tersangka ini petugas menemukan satu bungkus shabu seberat 3.687,2 gram yang disimpan di dalam TV serta 26,6 gram shabu kristal yang disembunyikan di dalam botol bubuk merica di halaman rumahnya di kawasan Mangsang, Sungai Bedu, Batam," kata Sumirat.

         Selanjutnya, pada kasus ketiga petugas menangkap tersangka berinisial IN alias EK di kawasan Kampung Muara, Desa Ciburuy Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor dan menemukan 302,6 gram shabu kristal.  Kemudian menangkap tersangka lain berinisial S alias B dengan barang bukti seberat 53,2 gram shabu, katanya.

          "Ketiga kasus tersebut kini masih dalam proses pengembangan dan penyidikan petugas BNN, sedangkan untuk barang bukti yang disita telah mendapatkan ketetapan pemusnahan barang bukti dari Kejaksaan Agung untuk segera dimusnahkan sesuai Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika," kata Sumirat.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News