BUPATI BANGKA BARAT AJAK WARGA BUDAYAKAN MENANAM

Muntok, Bangka Barat, 28/11 (ANTARA) - Bupati Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung Zuhri M Syazali mengajak warga setempat untuk membudayakan menanam pohon dalam upaya menguragi efek gas rumah kaca.

"Selain menurunkan efek gas rumah kaca, budaya menanam pohon juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama penanaman pohon yang memiliki nilai ekonomi," ujarnya dalam sambutan Peringatan Hari Menanam Pohon Imdonesia yang dibacakan Sekda Bangka Barat Ramli Ngad Jum di Muntok, Senin.

Ia menjelaskan, sebaiknya untuk yang akan datang instansi terkait dapat menyiapkan tanaman keras yang menghasilkan seperti mangga, manggis, durian dan lainnya agar masyarakat mendapatkan nilai tambah secara ekonomis dari kegiatan menanam pohon tersebut.

"Jika ada nilai tambah secara langsung, kami yakin kesadaran masyarakat akan meningkat untuk menanam pohon dan akan mewujudkan budaya menanam pohon sebagai bagian dari kehidupan sosial bangsa," ujarnya.

Ia mengatakan, pemanasan global bukan merupakan fenomena alam semata, namun merupakan dampak dari aktivitas manusia yang tidak terkendali yang menymbang emisi gas rumah kaca atau 'green house gases'.

"Efek gas tersebut di atmosfer dapat mengakibatkan meningkatnya suhu bumi," ujarnya.

Ia mengatakan, di Bangka Barat saat ini sudah mengalami deforestasi atau pengurangan dan kerusakan kehutanan yang cukup parah dan mengkhawatirka karena berbagai kegiatan penambangan dan pembalakan liar.

Menurut dia, luas lahan rusak di Bangka Barat mencapai 12.967 hektare tersebut terdiri dari lahan kritis seluas 11.301 hektare dan sangat kritis 1.666 hektare yang tersebar di enam kecamatan meliputi Kecamatan Muntok, Simpang Teritip, Tempilang, Kelapa, Jebus dan Parittiga.

Dalam rangka mewujudkan perbaikan lahan kritis tersebut, rencananya Pemkab akan menanam sebanyak 75.000 pohon meliputi 15.000 mahoni, 7.500 salam, 7.500 gaharu, 22.500 nyatoh dan 22.500 sengon.

Menurut dia, pemanasan global menimbulkan dampak yang dapat dirasakan bersama seperti terganggunya ekosistem dengan kondisi cuaca ekstrim, terganggunya sistem tata air di daerah aliran sungai.

Selain itu, katanya, efek tersebut juga menimbulkan ancaman terjadinya banjir, tanah longsor dan kekeringan serta terganggunya ketahanan pangan nasional.

Ia mengatakan, pada peringatan ke-empat Hari Menanam Pohon Imdonesia (HMPI) dan dalam rangka Bulan Menanam Nasional (BMN) 2011 yang mengambil tema "Gerakan Menanam Satu Miliar Pohon".

Tema tersebut selaras dengan komitmen Indonesia yang telah disampaiakan Presiden RI dalam KTT Perubahan Iklim di Kopenhagen pada Desember 2009 untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 26 persen dengan upaya sendiri dan 41 persen dengan dukungan internasional pada 2020.

"Manfaat penanaman pohon telah nyata memberikan kontribusi tidak hanya menurunkan tingkat emisi gas rumah kaca global, namun juga berperan mencegah terjadinya bencana alam seperti banjir, tanah longsor pada musim penghujan, mencegah kebakaran dan kekeringan pada musim kemarau," ujarnya.

Ia mengatakan, selain itu penanaman pohon juga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat terutama di perdesaan di berbagai daerah di Indonesia.

Ia mengharapkan kepada berbagai pihak seperti kepala SKPD, kepala Badan, camat, lembaga swadaya masyarakat dan berbagai pihak untuk berperan aktif memobilisasi jajaran dan masyarakat untuk melaksanakan gerakan penanaman pohon di wilayahnya masing-masing.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News