BUPATI: ENERGI NUKLIR TINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

Muntok, Bangka Barat, 20/10 (ANTARA) - Bupati Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, Zuhri M Syazali, menyatakan energi nuklir bermanfaat meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena mampu mendorong pengembangan sektor pertanian, peternakan, kelistrikan dan lainnya.

"Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Bangka Barat mempertimbangkan keselamatan manusia dan lingkungan," ujar Bupati dalam Sosialisasi energi nuklir yang diselenggarakan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bangka Barat bekerja sama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Kamis (20/10) di Gedung Sriwijaya Komplek Pusmet, Muntok.

Menurut Bupati dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Bupati Bangka Barat H Sukirman menjelaskan, berdasarkan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP 2005 sampai 2025), penggunaan PLTN telah ditetapkan dalam RPJM ke-tiga 2015 sampai 2019.

Kegiatan sosialisasi energi nuklir tersebut, dihadiri sekitar 50 orang perwakilan dari Satuaan Kerja Perangkat Daerah, kecamatan, kelurahan/desa dan beberapa instansi vertikal serta beberapa tokoh masyarakat dengan menghadirkan narasumber dari Batan yaitu Ir Nur Agus Salim dan DR Sarwiyana Sastratenaya.

Perkembangan dan pemanfaatan hasil Litbang Iptek nuklir saat ini, katanya, sangat membantu menyukseskan program pemerintah pemberdayaan ekonomi masyarakat untuk mendorong pengembangan usaha kecil, menengah dan koperasi dalam bidang pertanian, peternakan, kesehatan, sumber daya alam dan lingkungan serta kelistrikan.

Menurut dia, sosialisasi PLTN dapat memberikan informasi dan edukasi terhadap masyarakat serta dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) Nuklir dan manfaatnya bagi kehidupan manusia.

Ia menjelaskan, peluang investasi daerah Kabupaten Bangka Barat masih sangat besar untuk dikembangkan, seperti sektor industri, perkebunan, pariwisata dan lainnya, namun yang menjadi permasalahan besar yang harus dihadapi selama ini masih kurangnya pasokan listrik.

Menurut dia, untuk memenuhi kebutuhan pasokan listrik daerah diperlukan energi alternatif seperti PLTN. Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, diharapkan dapat memberikan informasi publik dan menumbuhkan motivasi bagi kalangan pelajar untuk terus mempelajari, mengembangkan dan memanfaatkan iptek nuklir.

Berkaitan dengan hal tersebut, katanya, saat ini sedang dilakukan studi kelayakan oleh PT Surveyor Indonesia di Kabupaten Bangka Barat dengan tujuan untuk memperoleh data dibidang geologi, geoteknik, geofisik, meteorologi, hidrologi, hidrogeologi dan lainnya.

Ia meminta masyarakat di daerah itu mendukung kegiatan studi tapak atau studi kelayakan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir yang sedang dilaksanakan.

"Kami mengharapkan masyarakat memahami dan bersyukur karena dari banyak tempat di Indonesia, Bangka Barat dijadikan lokasi penelitian uji tapak PLTN untuk dianalisa layak tidaknya didirikan di daerah itu," ujarnya Ia mengatakan, pada 2011 sampai 2014 tim dari Batan dan PT Surveyor Indonesia akan terus menganalisa dan meneliti dengan kajian yang sangat ketat untuk memastikan daerah Bangka Barat memenuhi standar kualifikasi didirikan PLTN atau tidak.

Ia mengharapkan, jangan sampai masyarakat salah persepsi mengenai uji tapak tersebut, karena selama ini banyak isu yang tidak mendidik dan menyesatkan mengenai uji tapak PLTN tersebut.

Sementara itu, setelah acara tersebut Wakil Bupati, H Sukirman, berpesan kepada pihak Batan untuk berdialog langsung kepada seluruh elemen masyarakat, seperti para anggota DPRD Bangka Barat, organisasi masyarakat dan seluruh masyarakat yang berada di sekitar lokasi rencana pembangunan PLTN agar terjalin hubungan harmonis dalam pelaksanaan program Pemerintah Pusat tersebut.

"Kami mengharapkan pihak Batan untuk bersilaturahim ke semua pihak, bukan cuma kepada beberapa pihak yang dianggap proPLTN saja, namun aspirasi masyarakat luas sebaiknya ditampung untuk menjadi masukan," ujarnya.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News