BUPATI: FESTIVAL LAYANG-LAYANG PENUH PESAN MORAL

Muntok, Bangka Barat, 8/5 (ANTARA) - Bupati Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung (Babel), Zuhri mengemukakan, Festival Layang-layang merupakan warisan leluhur yang sudah menjadi tradisi dan penuh dengan pesan moral.

"Tradisi yang sudah membudaya di masyarakat dan tetap digandrungi berbagai kalangan ini, penuh dengan pesan moral seperti memiliki arti hidup bergotong-royong," ujarnya usai membuka acara Festival Layang-layang yang diikuti 192 peserta di Pantai Batu Rakit Muntok, Minggu.

Ia menjelaskan, Festival Layang-layang diikuti beberapa orang seperti ada yang memegang tali, bingkainya dan ada yang menunjukkan arah angin serta bersiaga menyambut layang-layang agar tidak jatuh.

"Sehingga permainan menghibur ini menggambarkan bentuk kerja sama yang solid, saling bahu membahu agar layang-layang bisa terbang tinggi dan bermain-main di udara," ujarnya.

Bupati mengatakan, Festival Layang-layang sudah menjadi agenda pariwisata yang rutin dilaksanakan setiap tahun di objek wisata Pantai Batu Rakit, untuk meramaikan kawasan objek yang berjarak sekitar 4 kilo meter dari pusat Kota Muntok itu.

"Saya minta kegiatan ini tidak hanya sekadar seremonial yang hanya menghabiskan anggaran saja, tetapi harus ada hasil yang dicapai seperti peningkatan sektor kepariwisataan, melestarikan budaya dan manfaat lain yang bisa didapatkan dalam kegiatan ini," ujarnya.

Ia mengatakan, setiap kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun, harus dihadiri seluruh kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan seluruh staf sehingga terlihat nuansa kebersamaan dan lebih semarak.

"Jangan sampai kepala SKPD tidak tahu adanya Festival Layang-layang, karena aparatur pemerintah menjadi penggerak dan mendorong masyarakat untuk memeriahkan kegiatan ini, sehingga agenda kepariwisataan benar-benar melekat dalam ingatan masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, ketua pelaksanaan Festival Layang-layang 2011, Sastrawan mengatakan, kegiatan ini diikuti 192 peserta dan pemenang I mendapatkan uang Rp1.500.000, pemenang II Rp1.000.000 dan pemenang III Rp750.000.

"Juri diambil dari para budayawan yang sudah berpengalaman dan diantara yang harus dinilai dalam Festival Layang-layang yaitu bentuk layang-layang yang unik dan kreatif, ketinggian terbang dan beberapa penilaian lainnya," ujarnya.

Pantauan di lapangan, para peserta menggelar parade atau uji coba menaikkan layang-layang sebelum digelar festival di kawasan Pantai Batu Rakit yang berpasir putih nan eksotis itu.

Peserta diberi kebebasan memilih jenis, bentuk dan ukuran layang-layang, sehingga lebih berkreasi, unik dan beragam seperti layang-layang menyerupai pesawat terbang, burung walet dan bentuk lainnya.

Sumber: 
Antara
Penulis: 
Antara