BUPATI: GOTONG ROYONG INDIKATOR KEBERHASILAN

          Parittiga, Bangka Barat, 8/6 (ANTARA) - Bupati Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, Zuhri M Syazali, mengungkapkan gotong royong merupakan salah satu indikator yang menentukan keberhasilan pembangunan.

         "Tanpa adanya nilai-nilai kebersamaan, niscaya tujuan pembangunan akan tercapai, untuk itu kami minta warga menumbuhkambangkan warisan leluhur tersebut dalam kehidupan sehari-hari," kata dia dalam kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong tingkat Kabupaten yang diselenggarakan di Desa Bakit, Kecamatan Parittiga, Jumat.

         Ia menjelaskan, dalam kegiatan bulan bakti gotong royong ini dimaksudkan agar warga bersama Pemkab menghidupkan kembali nilai-nilai kegotongroyongan masyarakat yang menjadi tradisi, budaya dan ciri khas bangsa Indonesia.

         "Nilai-nilai tersebut hidup dalam upaya menjaga persatuan dan kesatuan serta keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.

         Menurut dia, nilai-nilai kegotongroyongan ini merupakan modal dasar pembangunan yang berharga dan menjadi peran utama penopang tercapainya pembangunan dan cita-cita pembangunan yaitu menuju masyarakat Bangka Barat mandiri dan sejahtera.

         Ia mengatakan, kesadaran akan terwujudnya lingkungan bersih, sehat dan indah diharapkan mampu mencerdasakan kehidupan warganya sesuai hadist Nabi yaitu kebersihan adalah sebagian dari iman.

         "Barang siapa yang mengaku beriman, sudah sepantasnya mencintai kebersihan dan keindahan lingkungan tempat tinggalnyamasing-masing," ujarnya.

         Ia mengatakan, kesadaran bergotong royong dewasa ini sudah sedikit memaudar karena arus modernisasi dan globalisasi, untuk itu diharapkan seluruh lapisan masyarakat untuk kembali menggiatkan kegiatan gotong royong yang dimulai dari lingkungan terkecil seperti tingkat dasa wisama dan rukun tetangga.

         Selain menumbuhkambangkan gotong royong, dalam kesempatan tersebut, Bupati Zuhri juga mengajak seluruh warga di daerah itu meningkatkan kepedulian dalam setiap pembangunan seiring terbentukya Desa Bakit menjadi desa mandiri.

         Ia mengatakan, Pemkab menetapkan Desa Bakit sebagai desa mandiri pertama dari 64 desa/kelurahan yang ada di Bangka Barat, hal ini terlihat dengan terbentuknya badan usaha milik desa yang menangani tiga sektor usaha.

         "Saat ini usaha tersebut sudah berjalan baik, seperti rumah makan Pesona Tanjung Ru, perbengkelan dan usaha cetak batako yang ditangani langsung oleh warga di daerah itu dengan koordinasi dari Pemerintah Desa setempat," ujarnya.

         Menurut dia, tiga bidang usaha ini sudah cukup banyak membantu warga setempat dalam menyediakan lapangan pekerjaan, dan diharapkan ke depan dapat dikembangkan karena desa tersebut memiliki potensi luar biasa dalam sektor perikanan, kelautan dan pariwisata.

         Ia mengharapkan seluruh desa di bangka Barat dapat meniru perkembangan dan usaha yang telah dicapai Desa Bakit sehingga cita-cita menjad Bangka Barat yang mandiri dan sejahtera segera dapat tercapai.

         "Kami targetkan 2015 seluruh desa/kelurahan di Bangka Barat dapat menjadi desa mandiri," ujarnya.

         Menurut dia, tercapainya desa mandiri dapat terwujud dengan adanya kerja sama antarlembaga meliputi desa/kelurahan, kecamatan, SKPD dan warga dengan mejalin komunikasi dan perencanaan yang lebih serius dan kreatif untuk mendorong seluruh elemen bekerja maksimal.

         Ia yakin dengan adanya kerja sama atau gotong royong harmonis antarlembaga dapat meningkatkan kesejahteraan warga, mengurangi dan memberantas kemiskinan yang menjadi permasalahan terwujudnya pembangunan. 

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News