BUPATI IMBAU PERUSAHAAN TINGKATKAN K3

          Muntok, Bangka Barat, 1/5 (ANTARA) - Bupati Bangka Barat Provinsi Bangka Belitung Zuhri M Syazali mengimbau seluruh perusahaan di daerah itu untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi para pekerjanya.

         "Ke depan kami harapkan seluruh perusahaan menerapkan K3 secara ideal sesuai aturan yang berlaku agar produktivitas pekerja semakin meningkat dan berdampak positif pada perkembangan perusahaan," ujarya di Muntok, Selasa.

         Ia menjelaskan, selama ini sebagian besar perusahaan di daerah itu bergerak dalam sektor pertambangan dan perkebunan sawit belum menerapkan K3 seperti ketentuan, namun para pekerja juga tidak ada yang melakukan komplain karena mereka membutuhkan pekerjaan.

         Meskipun demikian, menurut dia, situasi serba dilematis tersebut sebaiknya jangan dimanfaatkan perusahaan untuk tidak menerapkan K3 karena bagaimanapun para pekerja juga salah satu komponen penting bagi perusahaan yang wajib dilindungi.

         "Kami tidak membenarkan jika perusahaan memanfaatkan hal tersebut untuk mengambil keuntungan sebesar-besarnya dengan mengabaikan K3 karena bagaimanapun mereka warga yang wajib saya lindungi," ujarnya.

         Ia mengatakan, selama ini Pemkab masih sebatas pengecekan ke tempat kerja, namun ke depan pihaknya akan berupaya terus meningkatkan keselamatan dan kesehatan para pekerja sekaligus sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden demi peningkatan kesejahteraan pekerja.

         Menurut dia, Pemkab akan menindaklanjuti dan memfasilitasi pelaksanaan sesuai yang diamanatkan dalam Inpres sebagai komitmen semua pihak baik pemkab, perusahaan maupun kaum buruh karena ini untuk kepentingan bersama.

         "Kami akan sesuaikan Inpres tersebut dengan situasi di daerah karena kemungkinan ada hal yang tidak bisa diterapkan di sini seperti ketersediaan transportasi murah tidak bisa diterapkan karena di Bangka Barat sangat minim transportasi dan para buruh juga sudah memiliki kendaraan sendiri," ujarnya.

         Mengenai jaminan kesehatan, kata dia, Pemkab Bangka Barat sudah melakukan proteksi mengenai biaya kesehatan dengan menerbitkan Jaminan Kesehatan Rakyat (Jamkesra) yang diberlakukan bagi seluruh warga yang memiliki KTP atau Kartu Keluarga Bangka Barat.

         Menurut dia, Jamkesra di daerah itu sudah cukup memberikan proteksi kesehatan bagi setiap warga Bangka Barat karena dapat digunakan untuk pengobatan di  seluruh Puskesmas, RSUD Bangka Barat, RSUD Sungailiat, RSUD Pangkalpinang dan RSCM Jakarta serta RS rujukan lainnya.

         Sementara itu, mengenai kesejahteraan buruh di daerah itu, dia mengungkapkan perusahaan di daerah itu cukup memberikan kehidupan layak bagi para buruhnya, terbukti sampai saat ini pihaknya belum menerima keluhan atau pun unjuk rasa mengenai kesejahteraan.

         "Berbagai persoalan paling pokok yang sering timbul mengenai perburuhan adalah tripartit dan seluruh perusahaan sudah mampu menjalankan itu," ujarnya.

         Ia menjelaskan, jika dinilai secara umum, persoalan buruh di daerah menyangkut masalah kontrak, perjanjian kerja atau kontrak. Persoalan tersebut sudah banyak diselesaikan antara perusahaan dan para pekerjanya sehingga tidak ada masalah yang mengkhawatirkan.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News