BUPATI MARKUS HADIRI RAPAT BERSAMA FORKOPIMDA BAHAS KESIAPSIAGAAN BANGKA BARAT UNTUK CEGAH COVID-19

Muntok- Bertempat di OR 1 Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka Barat, Bupati Bangka Barat, Markus, SH menghadiri rapat bersama Forkopimda Bangka Barat yang dilaksanakan dalam rangka menyiagakan daerah cegah virus corona (Covid 19) pada Selasa, 24 Maret 2020. Rapat juga di hadiri oleh Sekretaris Daerah, Asisten Sekretaris Daerah, Kepala OPD, Camat se- Bangka Barat, Ketua KPU, Kepala PDAM, Ketua FKUB, serta Kepala Puskesmas yang ada di Bangka Barat.
Rapat dibuka dengan paparan dari KepalaDinas Kesehatan, drg. H. Achmad Syaifudin dengan materi Covid 19 secara keseluruhan, mulai dari apa, sampai pada upaya-upaya yang bisa dilakukan untuk pencegahan. Drg. Achmad mengatakan bahwa pihaknya sudah membuat link survey yang bisa diisi oleh orang yang baru saja melakukan perjalanan luar daerah.
“jika ada yang baru saja kembali dari perjalanan luar daerah, hendaknya mengisi link survey yang sudah kami buat, yaitu melalui https://bit.ly/formcovid19babar yang akan memuat histori perjalanan seseorang, darimana, tujuan kemana, bertemu siapa, dan keluhan yang dirasakan. Hal ini untuk mengantisipasi penyebaran virus yang demikian cepat. Setelah itu, yang bersangkutan hendaknya melakukan isolasi diri selama 14 hari,” jelasnya.
Bupati Markus dalam sambutannya mengatakan bahwa pemerintah daerah sudah melakukan aksi mencegah covid 19. Dalam hal ini, pihaknya menyatakan akan terus proaktif melakukan edukasi ke masyarakat karena dikhawatirkan ada masyarakat belum mengetahui tentang ini dan cara pencegahannya.
“Besok kami akan melakukan penyemprotan di tempat umum, seperti pasar, tempat ibadah, dimulai dari Muntok lalu dilanjutkan ke kecamatan lain. Kami akan mengoptimalkan upaya pencegahan covid 19 ini di Bangka barat dengan bersinergi dengan berbagai pihak,” ungkapnya.
Kapolres Bangka Barat, AKBP Dr. M.Adenan AS, S.H, S.I.K, M.H, yang juga hadir dalam rapat menyampaikan bahwa masalah covid ini memang membutuhkan perhatian lebih untuk diputus mata rantainya.
“Di masyarakat sendiri masih banyak anggapan enteng tentang virus ini. Oleh karena itu, tugas kita untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang hal ini. Dengan penularan yang begitu cepatnya, diharapkan kesadaran untuk segera mengisolasi diri agar tidak menularkan virus kepada orang lain,” ujarnya.
“Khusus di Bangka Barat, pelabuhan harus dijaga ketat, setiap yang datang harus disemprot disinfektan. Bersifat terbuka saja. Terkait dengan kegiatan2 masyarakat, kami tetap mengimbau agar tidak membuat kegiatan yang menghadirkan orang banyak dan beberapa waktu lalu, kami sudah membubarkan pertadingan sepakbola di lapangan Muntok,” jelasnya.
Perwakilan Dandim, Kajari dan PN yang juga menghadiri rapat menyatakan siap bersinergi untuk suksesi pencegahan Covid-19 ini. Di lingkungan Kodim, sudah diadakan pengecekan suhu tubuh secara berkali, pagi, siang, dan sebelum pulang bertugas. Selain itu, jajaran kodim sudah melakukan pembersihan di tempat umum seperti tempat ibadah, pasar dan tempat-tempat berkumpulnya massa. Selain itu, sosialisasi di tingkat keluarga juga digalakkan agara dapat menyebarluaskan informasi dengan lebih soft kepada masyarakat yang lebih luas. Perwakilan Kajari juga menyampaikan bahwa Bangka Barat perlu mempertahankan keseimbangan di semua bidang, salah satu diantaranya adalah bidang ekonomi.

Beberapa Tahapan Pilkada dan Pelaksanaan Pilkades Ditunda
Ketua KPU, Pardi, S. Si mengatakan bahwa berdasarkan SK KPU RI no 179 Tahun 2020, ada beberapa tahapan yang ditunda pelaksanaannya, yaitu proses pemutakhiran data pemilih, rekrutmen PPDP dan verifikasi calon perorangan. Selain itu, PPK PPS dinonaktifkan sementara selama satu bulan ke depan.
“Saat ini, KPU cenderung bekerja untuk internal di sekretariat KPU saja. Adapun pegawai kami pun saat ini sudah berubah jam kerjanya, yaitu dari 09.00-15.00 saja terkait dengan penyebaran virus ini,”jelasnya.
Selain itu, terkait Pilkades, Bupati Markus juga menginstruksikan agar Pilkades yang sedianya akan dilakukan dalam waktu dekat akan ditunda pelaksanaannya sampai kondisi benar-benar kondusif.
“Pihak camat tolong disampaikan ke pemerintah desa dan panitia2 nya terkait hal ini,” imbuhnya.
Dalam kaitan untuk mencegah penyebaran cepat dari virus ini, Sekretaris Dinas Kesehatan Bangka Barat, dr. Hendra menyebutkan langkah simpel yang bisa dilakukan.
“Hindari sering menyentuh muka, hidung ,mata. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik secara berkala,” katanya.

Sumber: 
Diskominfo
Penulis: 
Wahyu
Fotografer: 
Dian
Editor: 
Wahyu Pratiwi