Bupati Markus: Peningkatan SDM untuk Bangun Bangka Barat Hebat

Pangkalpinang- "Peningkatan SDM Bangka Barat menjadi perhatian untuk membangun Bangka Barat Hebat". Hal ini disampaikan oleh Bupati Bangka Barat, Markus, SH pada Dialog Interaktif "Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Bangun Bangka Barat Hebat bersama Bupati Bangka Barat, Markus, S.H.," yang dilaksanakan di ruang rapat kantor Bangka Pos pada Kamis (13/2/2020). Acara dialog ini dimoderatori oleh pimpinan redaksi Bangka Pos, Ibnu Taufik Juwarianto.
 
Dalam dialog interaktif tersebut, Bupati Markus menjelaskan terobosan-terobosan yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bangka Barat pada tahun 2019
 
“Kami sudah banyak terobosan-terobosan yang telah dilakukan diantaranya: bagaimana Bangka Barat dapat menurunkan angka kemiskinan.  Angka kemiskinan turun berkat usaha bersama dan program-program Pemkab Bangka Barat sudah tepat sasaran kepada masyarakat dan sudah dirasakan oleh masyarakat”, terang Markus.
 
Kabupaten Bangka Barat merupakan kabupaten dengan persentase penduduk miskin terkecil se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2019 yakni sebesar 2,67%
 
Terkait permasalahan stunting, Markus menjelaskan Bangka Barat sangat fokus dalam upaya penanganan stunting.
 
“Upaya penanganan stunting dilakukan dengan menjalin kerja sama lintas sektor. Kita berkoordinasi dengan pihak kementerian terkait dan Provinsi karena penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendiri”  jelasnya.
 
“Pada awalnya kita fokus menangani desa dengan angka stunting tinggi, baru di tahun-tahun berikutnya ke desa-desa yang lainnya”, lanjutnya.
 
Upaya Pemerintah Kabupaten Bangka Barat dalam penanganan stunting ini juga memperoleh penghargaan terbaik penanganan stunting dari Kementerian Dalam Negeri.
 
Disinggung tentang masalah peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), Bupati Markus mengatakan bahwa Bangka Barat menjadi satu Kabupaten di Bangka Belitung yang mengembangkan pendidikan vokasi dengan bekerjasama dengan Jababeka Grup.
 
Markus menjelaskan pada tahun 2019 Pemerintah Kabupaten Bangka Barat telah mengirimkan 88 orang mahasiswa asal Bangka Barat untuk menempuh pendidikan vokasi di Akademi Komunitas Presiden (AKP) dan tidak mengunakan dana APBD.
 
"Melalui program ini, harapannya nanti Bangka Barat memiliki generasi yang punya keahlian untuk membangun daerahnya", katanya. 
 
Dialog Interaktif ini juga dihadiri oleh Asisten Sekretaris Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Kepala Dinas Kominfo, Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu, Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Kepala BPS Bangka Barat.
 
 
Sumber: 
Diskominfo
Penulis: 
d_lm
Fotografer: 
d_lm
Editor: 
Wahyu Pertiwi