BUPATI MINTA DINSOSNAKER CEK KEVALIDAN DATA RASKIN

          Muntok, Bangka Barat, 5/6 (ANTARA) - Bupati Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, Zuhri M Syazali meminta Dinas Sosial dan Tenaga Kerja mencek ulang kevalidan data penerima beras warga miskin  karena kenyataan di lapangan tidak sesuai dengan penerima kupon.

         "Kami menerima banyak aduan dari masyarakat mengenai permasalahan ketidakcocokan data penerima kupon raskin yang tidak sesuai kenyataan di lapangan, ini harus segera direspon agar program Pemerintah Pusat tersebut tepat sasaran," kata dia di Muntok, Selasa.

         Ia menjelaskan, agar data yang diambil sesuai dengan kenyataan, sebaiknya para petugas melakukannya dengan melibatkan ketua RT/RW atau para ketua lingkungan yang mengetahui kondisi riil di daerah masing-masing.

         Selain upaya pendataan dari petugas Dinsosnaker, kata dia, para pengurus RT/RW di seluruh Bangka Barat diharapkan melakukan pendataan sendiri dan melaporkannya ke kelurahan, kecamatan untuk diteruskan ke Pemkab.

         "Ada baiknya data dari pengurus lingkungan paling ujung seperti RT/RW menjadi pertimbangan untuk dicek silang dengan data petugas sehingga mendapatkan data riil, valid dan terkini," kata dia.

         Hal ini diungkapkan Zuhri menanggapi pernyataan warga yang mendapatkan fakta di lapangan bahwa banyak penerima kupon raskin tidak sesuai dengan kenyaataan.

         Seperti yang diungkapkan Muryana Ketua RT di Kampung Tanjung, Muntok, ia mengatakan kevalidan daftar penerima Raskin tidak sesuai kenyataan di lapangan.

         "Data yang ada pada petugas dari Dinas Sosial itu dasarnya apa, kok tidak sesuai dengan kenyataan padahal masih banyak warga yang semestinya dibantu namun tidak kebagian kupon," kata Muryana.

         Ia mengatakan, sebaiknya ke depan para petugas survei dari Dinsos melibatkan para ketua RT atau pengurus lingkungan yang lain yang mengetahui persis keadaan di daerahnya masing-masing, tidak asal mendata tanpa ada konfirmasi terlebih dahulu.

         Menurut dia, di daerahnya kupon raskin sebagian besar tidak tepat sasaran karena ada sebagian warga yang seharusnya tidak mendapat kupon malah mendapatkan kupon atau sebaliknya.

         "Di daerah kami kupon yang dibagikan masih kurang, kami ingin semua warga miskin mendapatkan jatah tersebut agar tidak terjadi kecemburuan sosial," ujarnya.

         Hal senada juga disampaikan Sadikin, pengurus lingkungan Kampung Tanjung, ia mengungkapkan selama ini sepertinya petugas pendata hanya menggunakan data tahun-tahun sebelumnya dan tidak mencek terlebih dahulu kenyataan lapangan saat ini.

         "Ada warga yang dahulu mendapatkan jatah raskin namun karena usaha yang ditekuninya maju saat ini tidak masuk kategori penerima kupon tersebut," ujarnya.

         Dengan banyaknya temuan di lapangan kupon raskin tidak sesuai kenyataan di lapangan, diharapkan Dinas terkait segera melakukan klarifikasi ulang agar bantuan Pemerintah yang bertujuan meringankan beban hidup warga miskin tersebut tepat sasaran.

         "Inilah pentingnya berkoordinasi dengan Ketua RT dan pemuka masyarakat, agar bantuan yang nilainya sangat besar tersebut sesuai peruntukannya dan tidak diselewengkan," kata Sadikin.

         Dengan berbagai temuan dan laporan dari warga tersebut, Bupati Zuhri menyatakan terima kasih telah diberi masukan dan ia bangga kepada para pemuka lingkungan yang proaktif memberikan masukan demi pembangunan daerah.

          "Kami akan segera perintahkan Dinsosnaker untuk mencek ulang kebenaran laporan tersebut dengan melibatkan pengurus RT setempat, agar anggaran yang nilainya sangat besar tersebut diterima yang berhak,"katanya.

          Dia akan menunggu hasilnya secepatnya agar dalam penyaluran raskin periode berikutnya sudah sesuai kebutuhan di lapangan," demikian Zuhri.

Sumber: 
Antara
Penulis: 
Antara