BUPATI MINTA DISHUBPARINFO TINGKATKAN KEGIATAN NAPAK TILAS

          Muntok, Bangka Barat, 17/6 (ANTARA) - Bupati Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, Zuhri M Syazali meminta Dinas Perhubungan, Pariwisata dan Informatika setempat meningkatkan kegiatan Napak Tilas Rekam Jejak Sejarah Perjalanan Soekarno-Hatta.

         "Kegiatan seperti ini patut dikembangkan dalam upaya membangun karakter bangsa, kami harap pada tahun depan ada kemajuan penyelenggaraan dan jumlah pesertanya," kata dia pada kegiatan Napak Tilas 2012 yang diselenggarakan di Muntok, Minggu.

         Selain ada peningkatan, dia menantang pihak panitia penyelenggara mampu memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dari sisi jumlah pesertanya.

         Zuhri mengatakan, kegiatan napak tilas seperti itu dapat dikemas lebih menarik agar ada peningkatan jumlah peserta sekaligus dalam upaya memberikan pendidikan karakter bagi generasi muda yang saat ini mulai luntur digerus arus modernisasi dan globalisasi.

         Ia mengatakan, dengan kegiatan positif seperti itu diharapkan generasi muda mampu menyerap nilai-nilai positif berupa kejujuran, kedisiplinan dalam upaya menumbuhkan jati diri bangsa.

         "Bangsa ini mengalami krisis karakter dan semangat nasionalisme memudar sehingga perlu upaya nyata dari berbagai pihak untuk menggelorakan kembali semangat tersebut," ujarnya.

         Selain itu, kegiatan seperti itu diharapkan mampu mengembalikan akar sejarah karena karakter sangat peenting untuk menyukseskan pembangunan sekarang dan yang akan datang.  
    "Kami berharap kegiatan tahun depan lebih meriah dengan melibatkan seluruh sekolah, organisasi pemuda dan karang taruna yang ada di Bangka Barat serta mengundang peserta dari seluruh Provinsi Bangka Belitung," ujarnya.

         Menanggapi tantangan Bupati meningkatkan pelaksanaan kegiatan tersebut, Kepala Dishubparinfo Bangka Barat, Yanuar menyatakan, pihaknya siap menggelar kegiatan tahunan dengan menggandeng seluruh elemen masyarakat yang ada.

         "Kegiatan tahunan ini penting untuk menumbuhkembangkan jiwa patriotisme di kalangan generasi muda, untuk itu kami akan berupaya meningkatkan pelaksanaan kegiatan ini di tahun yang akan datang," katanya.

         Ia menambahkan, dalam upaya meningkatkan kegiatan pihaknya perlu persiapan lebih matang jauh-jauh dan promosi kegiatan hari sehingga jumlah pesertanya dapat meningkat.

         "Jumlah peserta tahun lalu 17 kelompok dari Bangka Barat, pada 2012 ini meningkat menjadi 57 kelompok dari Bangka Barat, Bangka Tengah dan Kota Pengkalpinang. Tidak menutup kemungkinan tahun depan akan berlipat dengan melibatkan perwakilan dari seluruh Babel," ujarnya.

         Dalam Napak Tilas tahun ini dihadiri Sukmawati Sukarno Putri, didampingi keluarga para pejuang perintis kemerdekaan lain, seperti keluarga M Hatta, Alisastro Amidjojo, M Roem, keluarga besar Yayasan Bung Karno dan tokoh masyarakat Nusa Tenggara Timur Paulus Demon Kotan.

         Makna yang terkandung dalam napak tilas tersebut menggambarkan kedekatan Presiden dan Wakil Presiden RI pertama itu dengan masyarakat Muntok yang direfleksikan dalam suatu perjalanan tamasya dari Wisma Ranggam menuju Pantai Tanjung Kalian.

         Dalam kegiatan Napak Tilas 2012, seluruh peserta mengenakan pakaian persis pakaian yang dipakai rombongan Bung Karno dan Hatta pada tahun 1948. Sembari menyanyikan lagu perjuangan, peserta napak tilas berjalan kaki dari Wisma Ranggam menuju Pantai Tanjung Kalian yang berjarak sekitar 10 kilo meter.

         Berdasarkan catatan sejarah, Soekarno dan sejumlah tokoh nasional lainnya dibawa ke Muntok dibagi menjadi tiga kelompok atau rombongan. Rombongan pertama adalah Mohammad Hatta, Mr AG Pringgodigdo, Mr Assaat dan Komodor Udara S Suryadarma yang diasingkan 22 Desember 1948 dari Yogyakarta.

         Rombongan kedua adalah Mr Moh Roem dan Mr Ali Sastroamidjojo yang diasingkan dari Yogyakarta ke Manumbing pada 31 Desember 1948. Rombongan ketiga terdiri dari Bung karno dan Agus Salim juga diasingkan ke Bangka pada 6 Februari 1949 dari tempat pengasingannya semula di Kota Prapat, Sumatera Utara.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News