BUPATI: PERAN ORANG TUA KUNCI SUKSES PENDIDIKAN

          Muntok, Bangka Barat, 2/5 (ANTARA) - Bupati Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung Zuhri M Syazali mengungkapkan peran orang tua sangat dominan dan menjadi kunci dalam upaya menyukseskan program pendidikan nasional.

         "Peningkatan infrastruktur, kompetensi guru dan fasilitas lainnya tidak akan mampu meningkatkan prestasi peserta didik tanpa peran serta dan kepedulian orang tua memberikan motivasi anak-anaknya untuk terus belajar," ujarnya usai Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional di Lapangan Gelora Muntok, Rabu.

         Ia menjelaskan, Pemerintah sudah memberikan berbagai kemudahan agar peserta didik dapat melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi seperti Bantuan Operasional Sekolah untuk jenjang pendidikan dasar dan Pemkab juga telah memberikan kesempatan pendidikan gratis untuk tingkat SLTA.

         Menurut dia, berbagai kemudahan tersebut diharapkan mampu memotivasi warga setempat untuk melanjutkan pendidikan tanpa harus memikirkan biaya sekolah sekaligus sebagai upaya Pemkab setempat  mewujudkan program wajib belajar 12 tahun.

         "Peserta didik merupakan aset daerah yang kualitasnya perlu ditingkatkan dalam upaya menyukseskan pembangunan daerah, untuk itu kami sebagai pemangku kepentingan akan terus peduli dan memperhatikan tumbuh kembang dunia pendidikan," ujarnya.

         Ia menjelaskan, atas upaya dan kerja sama berbagai pihak dan DPRD setempat, untuk tahun anggaran 2012 Pemkab telah menganggarkan 30 persen dari APBD Kabupaten untuk kepentingan pendidikan dan Rp10 miliar khusus untuk sekolah menengah.

         Zuhri menambahkan, berbagai upaya yang telah dilakukan tersebut sebagai langkah nyata Pemkab untuk mewujudkan program wajib belajar 12 tahun sekaligus meningkatkan rata-rata pendidikan masyarakat di daerah itu yang saat ini masih rendah yaitu 6,9 tahun.

         "Kami juga menargetkan angka putus sekolah pada 2012 mencapai 0,9 persen," ujarnya seraya menyebutkan  angka putus sekolah pada 2011 masih tinggi yaitu mencapai 2,49 persen.

         Ia mengungkapkan, untuk meningkatkan rata-rata tingkat pendidikan masyarakat, pihaknya akan mencoba menjalin kerja sama dengan pihak perguruan tinggi yang berada di Pangkalpinang untuk membuka cabang di Bangka Barat seperti Stikes, Stiper, Akbid, STAIN Babel, Politeknik dan beberapa perguruan tinggi lainnya.

         "Kami coba jajaki jurusan apa yang paling pas untuk dicoba dibuka cabangnya di Bangka Barat karena mau tidak mau ke depan harus ada minimal satu perguruan tinggi di buka seiring tingginya animo para pelajar melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi," ujarnya.

         Dengan semakin dekat lokasi belajarnya, diharapkan semakin banyak pelajar yang melanjutkan ke perguruan tinggi sehingga mampu meningkatkan angka rata-rata pendidikan masyarakat dari 6,9 tahun menjadi 12 tahun.

         "Kami menargetkan sebelum 2015 di Bangka Barat sudah terbangun minimal satu unit perguruan tinggi jenjang Diploma 3," ujar Zuhri.

         Pada Upacara Hari Pendidikan Nasional yang dilaksanakan pada Rabu (2/5) pagi di Lapangan Gelora Muntok diikuti ribuan pelajar mulai dari tingkat SD hingga SLTA, dalam kesempatan tersebut juga ditandatangani nota kesepakatan antara Bupati, DPRD Bangka Barat, Instansi terkait mengenai Pencanangan Program Wajib Belajar 12 tahun Bangka Barat.

         Sementara itu, Kepala Disdikpora Bangka Barat Rozali mengungkapkan untuk mewujudkan tercapainya program wajib belajar 12 tahun, seluruh sekolah telah berhasil melaksanakan pendidikan gratis dari tingkat SD sampai tingkat SLTA.

         "Untuk tingkat SD dan SMP biaya sekolah sudah dijamin Pemerintah Pusat dengan program BOS, sedangkan untuk tingkat SLTA Pemkab sudah menganggarkan Rp200 ribu per siswa per bulan untuk biaya sekolah, dengan harapan program wajib belajar 12 tahun dapat tercapai secepatnya sekaligus sumber daya manusia semakin berkembang," ujarnya.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News