BUPATI TETAPKAN DESA AIR KUANG PERCONTOHAN BIOGAS

         Jebus, Bangka Barat, 15/6 (ANTARA) - Bupati Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, Zuhri M Syazali menetapkan Air Kuang, Kecamatan Jebus sebagai desa percontohan pemanfaatan biogas untuk menunjang kehidupan sehari-hari.

         "Desa Air Kuang berpotensi mandiri energi terbarukan dan diharapkan mampu menjadi contoh desa-desa lain untuk melakukan hal yang sama seiring terbatasnya sumber energi saat ini," ujarnya dalam peluncuran perdana Desa Air Kuang sebagai Desa Mandiri di Jebus, Jumat.  
    Ia menjelaskan, meskipun jumlah ternak sapi di desa tersebut tergolong sedikit yaitu sebanyak 79 ekor, namun masyarakat sudah mampu memanfaatkan kotoran ternak tersebut sebagai sumber energi untuk penerangan dan memasak.

         "Ini upaya nyata dari warga untuk mencari energi alternatif lain seiring minimnya ketersediaan listrik dan mahalnya elpiji saat ini," kata dia.

         Menurut dia, pada awalnya warga desa tersebut mendapat bantuan sapi sebanyak 30 ekor dan sampai saat ini berkembang menjadi 79 ekor, atas keinginan warga di daerah itu dan dorongan dari Pemkab melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, warga desa tersebut sepakat untuk membuat energi alterrnatif kotoran sapi menjadi biogas.

         "Kreativitas ini perlu menjadi contoh bagi masyarakat desa lainnya, jangan pasrah menerima keadaan terkait minimnya ketersediaan energi listrik di daerah masing-masing. Mari bersama-sama berusaha membuat inovasi baru yang bermanfaat," ujarnya.

         Selain kotorannya dapat dimanfaatkan untuk energi, kata dia, peternakan sapi memiliki peluang usaha yang cukup menjanjikan untuk meningkatkan kesejahteraan warga di daerah itu.

         Ia mengatakan, selama ini setiap hari raya Idul Adha kebutuhan sapi di daerah itu berkisar antara 400 hingga 500 ekor dan semuanya dipasok dari luar daerah karena di daerah itu tidak ada peternakan sapi berskala besar yang mampu menyediakan sejumlah itu.

         "Mari kita hitung, jika setiap penjualan satu ekor sapi keuntungannya Rp2 juta, berapa banyak keuntungan dalam saat Idul Adha,"  katanya.

         Menurut dia, peluang-peluang usaha seperti ini seharusnya bisa ditangkap warga di daerah itu untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan dari daerah lain.

         "Jika banyak usaha-usaha mandiri seperti ini di Bangka Barat, dampaknya akan luar biasa karena perputaran uang dan perekonomian akan terjadi di daerah itu, tidak ke laur daerah sepertisaat ini," ujarnya.

         Sementara itu, peluncuran perdana Desa Air Kuang sebagai Desa Mandiri dengan potensi energi terbarukan, pertanian dan perkebunan tersebut, Bupatimenandatangani nota kerja sama dengan Institut Pertanian Bogor untuk mengembangkan pertanian dan perkebunan di desa tersebut.

         Ke depan, kata dia, IPB akan melakukan penelitian struktur tanah dan potensi desa tersebut cocoknya ditanami apa dan pengolahannya seperti apa dan pengembangan yang akan dilakukan.

         "Kami berharap perjanjian kerja sama ini dapat saling menguntungkan kedua belah pihak, terutama bagi warga Desa Air Kuang, kami harapkan mereka juga memberikan respons positif demi kemajuan desa tersebut," kata Zuhri.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News