UP DATE-- HARI KE SEMBILAN EVAKUASI MASIH DILANJUTKAN

        Bogor, 17/5 (ANTARA) - Memasuki hari ke sembilan evakuasi korban pesawat Sukhoi Superjet 100 masih terus dilanjutkan, karena sejumlah tim SAR masih melakukan penyapuan di lokasi jatuhnya pesawat.

        "Ini adalah hari ke sembilan pencarian. Proses evakuasi masih dilakukan, saat ini ada 176 orang anggota SAR kita masih berada di atas untuk melakukan penyapuan," kata Ketua tim SAR dari Basarnas, Ketut Parwa, di posko kendali evakuasi korban Sukoi, Cijeruk, Kabupaten Bogor, Kamis.

         Ketut Parwa mengatakan, belum ada keputusan penutupan operasi evakuasi korban sukhoi dari Kepala Basarnas,Daryatmo.

         Menurut dia, untuk memastikan evakuasi dilanjutkan atau dihentikan maka harus menunggu keputusan Kepala Basarnas sebagai otoritas tertinggi pengambil keputusan.

         "Hari ini, kepala Basarnas akan datang untuk mengevaluasi pelaksanaan evakuasi di hari ke sembilan ini. Disana nanti akan diputusakan apakah operasi ini masih dilanjutkan atau tidak," katanya.

         Ketut mengatakan, saat ini petugas masih melakukan penyapuan di lokasi jatuhnya pesawat dengan sistem vertikal ke kiri dan ke kanan serta horizontal ke kiri dan kekanan dengan radius sekitar 20 hingga 30 meter.

         Penyapuan dilakukan untuk memastikan lokasi bersih dan tidak ada lagi korban yang tertinggal.

         Jumlah personel yang dilibatkan dalam operasi hari ke sembilan juga telah dikurangi, saat ini sekitar 176 anggota SAR masih berada di atas lokasi.

         Di hari ke sembilan ini lanjut Ketut, Kamis pagi telah dikirim lima kantong jenazah ke Bandara Halim Perdanakusuma dan selanjutnya diantar ke Rumah Sakit Polri, dokter Sukanto di Kramatjati, Jakarta Timur.

         Menurut Ketut, memang awalnya jumlah kantong jenazah yang berhasil dievakuasi anggota SAR sebanyak sembilan kantong. Namun, untuk efisiensi dan mengurangi beban heli maka diringkas menjadi lima kantong.

         Hingga hari ke sembilan tim SAR gabungan telah menurunkan 37 kantong jenazah ke Halim.

         Terkait keberadaan instrumen terakhir dari kotak hitam pesawat. Ketut mengatakan, hal tersebut menjadi ranahnya Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

         "Soal intrumen kotak hitam itu sebenarnya sudah dibawah KNKT, kami dari Basarnas memiliki tugas dan fungsi dalam hal "search dan "rescue" korban. Soal kotak hitam ada di KNKT," katanya.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News