DEKAN UI GAGAS GERAKAN NASIONAL KEBUDAYAAN INDONESIA

Jakarta, 26/4 (ANTARA) - Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia Dr Bambang Wibawarta SS MA mengagas Gerakan Nasional Kebudayaan Indonesia (GENKI) untuk memaksimalkan fungsi budaya yang selama ini mengalami penyempitan makna.

"Pendekatan budaya sebenarnya bisa menjadi solusi dari setiap permasalahan bangsa sehingga diperlukan gerakan yang bersifat nasional dengan 'grand design' yang tepat," katanya saat berdialog di Redaksi Kantor Berita ANTARA, Kamis.

Doktor dari Universitas Tohoku Jepang itu menjelaskan, saat ini kebudayaan mengalami penyempitan makna dan hanya diartikan sebagai kesenian, padahal sejatinya, kebudayaan mempunyai arti sangat luas meliputi akal, rasa dan karsa.

Menurut dia, ada tiga fungsi penting kebudayaan yaitu pertama, sebagai kekuatan yang mengikat cita-cita, kebersamaan dan rasa kebangsaan.

Kedua, sebagai media diplomasi dan ketiga sebagai komoditas ekonomi yang dapat mendukung industri kreatif untuk kesejahteraan masyarakat.

"Nilai budaya ini harus dilihat sebagai bagian masa depan, dan semua pihak harus mampu mengembangkan secara kreatif dan bersinergi untuk kepentingan bangsa," katanya yang baru saja menggelar 11 karya lukisannya di Ganesha Gallery, Four Seasons Bali Resort, Jimbaran.

Ia mengungkapkan, GENKI tidak akan mempunyai struktur elitis, tetapi merupakan gerakan masyarakat termasuk budayawan, akademisi dan birokrat untuk bersama-sama menyumbangkan pemikiran bagaimana budaya bisa dikembangkan dalam menyelesaikan permasalahan bangsa.

"Siapa saja boleh bergabung, dari daerah mana saja untuk bersama-sama mengembangkan nilai-nilai budaya melalui dialog, penelitian, seminar, sarasehan budaya, dan penyiapan data base kebudayaan," katanya.

Tidak hanya di dalam negeri, GENKI juga mendorong pembentukan pusat kajian Indonesia di sejumlah negara.

"Jika ada universitas di luar negeri yang akan melakukan MoU dengan Universitas Indonesia, maka kita minta syarat agar mereka mau membuka pusat studi Indonesia," katanya.

Ia menilai, budaya Indonesia layak diketahui warga dunia karena mempunyai keragaman yang luar biasa yaitu 1.128 suku bangsa, dan 700 bahasa.

Luar biasa
Direktur Pemberitaan ANTARA Saiful Hadi mengatakan, budaya nusantara mempunyai potensi yang luar biasa untuk dikaji bangsa lain sehingga perlu didahului oleh anak bangsa sendiri untuk menggali nilai-nilai luhur yang ada.
"Jangan sampai kita menjadi tempat persemaian budaya bangsa lain. Kita harus mampu menggali nilai-nilai luhur dari budaya sendiri," kata Saiful Hadi .

Sementara Wapemred ANTARA Akhmad Kusaeni mengatakan, negara besar seperti Amerika Serikat juga menyadari bahwa pendekatan "hard power" seperti kekuatan militer tidak akan bisa menangkal sikap permusuhan dengan negara itu sehingga mereka juga mengembangkan "soft power" dengan menyebarkan "budaya Amerika" ke negara lain.

"Setelah peristiwa 11 September, barulah Amerika menyadari bahkan kekuatan militer tidak bisa membuat surut rasa permusuhan terhadap negara itu. Mereka membuat cara bagaimana bangsa lain akan secara sukarela terkooptasi budaya mereka," katanya.

Ia menilai, hal serupa bisa dikembangkan Indonesia untuk menyelesaikan persoalan Papua dengan pendekatan budaya karena pada dasarnya setiap budaya mempunyai nilai luhur untuk saling menghargai.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News