DEWAN MASJID: HUKUM ISLAM EFEKTIF KENDALIKAN NARKOBA

Muntok, Bangka Barat, 23/2 (ANTARA) - Ketua Dewan Masjid Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, H Sabari Abdul Khaliq, mengungkapkan pemberlakuan hukum Islam di Indonesia dinilai efektif mengendalikan peredaran dan penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan bahan adiktif (Narkoba).

"Dalam hukum Islam jika seseorang terbukti mencuri akan dihukum dengan dipotong tangan, efek jera seperti ini yang dibutuhkan Pemerintah Indonesia untuk mengendalikan peredaran dan penyalahgunaan narkoba yang semakin meningkat," ujarnya di Muntok, Kamis.

Namun, manurut dia, pemberlakuan hukum Islam akan sulit diterapkan di Indonesia karena sanksi yang diberikan terlalu keras dan akan mendapat tentangan dari berbagai pihak, mengingat Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang Undang dasar 1945.

"Efek jera seperti hukuman mati bagi pengedar belum dilakukan penegak hukum, sehingga peredaran narkoba di Indonesia semakin meningkat dan sudah menyerang sampai ke pelosok desa," ujarnya.

Selain upaya penegakan hukum, untuk mengantisipasi generasi muda dari pengaruh narkoba, katanya, orang tua juga memiliki peran vital dalam mendidik dan mengarahkan anak-anaknya seperti dengan mengaktifkan kembali mengaji setelah maghrib.

Ia mengisahkan, dahulu sebelum orang tua selalu mendampingi dan mengajar anaknya mengaji setelah shalat maghrib sampai anak tumbuh dewasa, namun sekarang kesibukan mencukupi ekonomi keluarga menjadi alasan orang tua meninggalkan kewajiban tersebut.

"Kami berharap para orang tua kembali meluangkan wakrtu sejenak untuk memberikan bimbingan mengaji bagi anak-anaknya sekaligus menguatkan hubungan emosional agar terwujud keluarga harmonis," ujarnya.

Mengenai meningkatnya kasus narkoba di Bangka Barat, katanya, Pemerintah melalui Badan Narkotika Kabupaten diimbau agar meningkatkan sosialisasi terutama di sekolah-sekolah, karena anak usia sekolah masih sangat rentan terhadap pengaruh luar terkait labilnya emosi usia remaja.

"Suguhan media elektronik dan media massa yang menampilkan kekerasan, hedonisme dan tayangan syirik lainnya mempengaruhi emosi anak untuk meniru dan mencoba apa yang sering dilihatnya, ini juga harus ada kontrol dari berbagai pihak," ujarnya.

Sementara itu, terkait rencana dibukanya Pelabuhan Tanjung Siapiapi, Palembang dalam waktu dekat ini, H Sabari mengingatkan, agar Polres Bangka Barat meningkatkan kewaspadaan di Pelabuhan Tanjung Kalian, Muntok, dengan menambah personil pengamanan dan perlu menempatkan anjing pelacak di pos tersebut.

Ia menambahkan, penjagaan di sepanjang pesisir pantai juga perlu ditingkatkan dengan menempatkan personil di tempat-tempat potensial terjadinya penyelundupan narkoba, karena pengedar akan memanfaatkan dan mencari kelengahan warga dan aparat untuk mengembangkan bisnis yang merusak akhlak tersebut.

"Berbagai upaya seluruh elemen masyarakat tersebut jika dilakukan dengan sungguh-sungguh tentu akan mampu membentengi generasi muda dari bahaya narkoba dan mampu berperan dalam pembangunan," ujarnya.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News